Tidak ada di itinerary perjalanan liburan di Jepang, tetapi bisa menjelajahi Kuil Meiji Tokyo yang menawarkan pesona budaya dan sejarah Jepang di tengah kota. Tidak menyesal walau mengelilingi kuil shinto ini dengan berjalan kaki.
Disambut dengan pepohonan menjulang tinggi dari gerbang masuk hingga menuju kuil, Meiji Jingu menjadi destinasi wisata yang sayang dilewatkan. Pepohonan rindang, menjadikan udara sejuk dan menenangkan jiwa.
Membuat rasa lelah setelah berjalan cukup jauh dari Shibuya Street menuju Harajuku terbayarkan oleh keindahan kuil hamparan hutan seluas 70 ha. Tidak heran jika berkunjung ke Meiji Jingu seakan lupa bahwa sebetulnya berada di tengah kota metropolitan.
Daftar isi
Sejarah Kuil Meiji

Kuil Meiji adalah kuil shinto yang dibangun khusus sebagai bentuk memorial dan penghormatan terhadap Kaisar Meiji dan Permaisuri Shoken, yang memiliki peran besar terhadap kemajuan Jepang menjadi negara modern. Mulai dari adanya perubahan politik, sosial, hingga ekonomi.
Makam Kaisar Meiji dan Permaisuri Shoken sendiri sebetulnya ada di Kyoto. Akan tetapi untuk mengenang jasa Kaisar Meiji dan Prmaisuri Shoken dibangunlan Kuil Meiji Jingu yang berpusat di Tokyo.
Berkat kerja sukarela para pemuda Jepang dan sumbangan 100.000 pohon dari seluruh Jepang, akhirnya Kuil Meiji Jepang selesai dibangun pada 1 November 1920. Dengan kata lain hutan di Kuil Meiji adalah hutan buatan.
Hanya saja kejadian tidak terduga menghancurkan sebagian kuil, yaitu saat Perang Dunia II pada tahun 1945. Sebagian kuil terbakar, tetapi hutan buatan berhasil selamat.
Lagi dan lagi, karena ketulusan masyarakat Jepang menghidupkan kembali Kuil Meiji Tokyo seperti sedia kala pada tahun 1958. Hingga saat ini, kemegahannya bisa dinikmati oleh wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata spiritual di Tokyo ini.
Bahkan kuil yang lokasinya strategis dekat Harajuku dan Yoyogi Park menjadi destinasi wisata primadona para turis asing. Selain sejarah, wisatawan juga bisa mengenal lebih dekat budaya Jepang dan sejarah modernisasi Jepang.
Suasana di Meiji Jingu
Dalam perjalanan dari arah Shibuya menuju Harajuku Street, terdapat sebuah jembatan penyebrangan yang ternyata mengarah ke Gerbang Torii Meiji Jingu. Sebuah gerbang yang terbuat dari pohon cemara Taiwan.
Bahkan dari kejauhan Gerbang Torii yang menjulang tinggi terlihat megah. Satu langkah setelah melewati gerbang, kiri-kanan dipenuhi oleh pepohonan yang menjulang tinggi. Pekikan Karasu – burung gagak Jepang menjadikan suasana seakan berada di dalam hutan pegunungan.

Faktanya hutan dengan 100.000 pohon yang berada di tengah kota. Walau begitu, suasana sepanjang kawasan hutan, menuju kuil tetap sunyi tanpa bising oleh kendaraan.
Bagaimana bisa bising, negara pembuat kendaraan roda dua dan empat ini bahkan memiliki jalanan yang tidak ramai kendaraan. Tidak ada jalanan macet, layaknya jalanan di kota metropolitan, seperti Jakarta.
Termasuk jauh dari polusi udara, sehingga saat berkunjung ke Kuil Meiji udara sangat segar. Bahkan ketika aku cuci tangan di sebuah pancuran air, sejuknya seperti air di Bogor. Sungguh Kuil Meiji Tokyo tidak sekedar objek wisata.
Lebih dari itu, Meiji Jingu adalah tempat spiritual Tokyo yang mengajarkan pentingnya ketenangan, refleksi diri, dan penghormatan terhadap tradisi. Sebuah tempat yang akan selalu mengingatkan kita bahwa hijaunya alam sebuah nikmat terbesar untuk selalu disyukuri.
Baca Juga: Rekomendasi Tempat Wisata untuk Liburan 3 Hari di Jepang
Arsitektur Bangunan
LIhatlah foto-foto kuil Jepang yang sangat megah dan memiliki ciri khas tersendiri. Kuil Meiji memiliki gaya arsitektur khas Shinto yang sederhana namun megah. Tentunya sudah terlihat dari gerbang Torii dengan ketinggian 12 meter.

Dalam hal arsitektur bangunan kuil didominasi oleh kayu cemara Jepang, tanpa cat mencolok. Arsitektur bangunan mencerminkan nilai-nilai kesederhanaan dan keharmonisan dengan alam sesuai ajaran Shinto.
Shinto adalah sebuah kepercayaan asli Jepang yang telah mengakar sejak zaman kuno dan menjadi bagian tidak terpisahkan dari cara hidup masyarakat Jepang. Tidak seperti agama besar lainnya, Shinto tidak memiliki pendiri, kitab suci, maupun ajaran tentang perpindahan agama.
Sebaliknya, Shinto menekankan pentingnya hidup selaras dengan alam serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebajikan, terutama “Magokoro”, yang berarti hati yang tulus dan murni.
Dalam ajaran Shinto, hal-hal yang dianggap suci atau ilahi disebut sebagai Kami. Roh-roh suci yang diyakini jumlahnya tidak terbatas. Kami dapat hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari dewa/dewi dalam mitologi, fenomena alam seperti gunung dan sungai, hingga dalam sifat-sifat mulia manusia itu sendiri.
Aktivitas Wisata di Kuil Meiji
Berkunjung ke Kuil Meiji ada berbagai aktivitas yang dapat pengunjung lakukan, yaitu:
1. Berdoa dan Menulis Harapan
Mulai dari berdoa di kuil utama sekaligus memberikan persembahan, menuliskan harapan di papan Ema (papan kayu), atau membeli jimat keberuntungan dan pelindung.
Aku sendiri sata berkunjung hanya menyaksikan atasan berdoa di sana. Bagi teman-teman muslim tentunya paham, bahwa aku tidak bisa berdoa selain meminta dan menyembah kepada Sang Pencipta Allah SWT.
Memang tidak dipungkiri bahwa Kuil Meiji menjadi tempat wisata spiritual. Terutama adanya sebuah sumur bernama Kiyomasa. Nama sumur tersebut diambil dari sang pemilik sumur sebagai penguasa yang menggalinya 400 tahun lalu.
Tidak sedikit yang percaya bahwa Sumur Kiyomasa sebagai “tempat kekuatan” mampu memberikan energi positif maupun restoratif. Ada juga Taman Bunga iris yang dahulu kala sering dikunjungi oleh Kaisar Meiji dan Permaisuri Shoken.

2. Menyaksikan Berbagai Festival dan Acara
Kuil Meiji rutin menyelenggarakan upacara tradisional Jepang, seperti Ritual Hari Tahun Baru. Dalam ritual ini padat dengan pengunjung yang dapat mencapai 3 juta orang memenuhi area kuil dengan harapan mendapatkan keberuntungan selama satu tahun penuh.
Terdapat Festival Agung Musim Semi, yang mana akan ada pertunjukan tarian dan musik seremonial yang mewah. Selain itu, Kuil Meiji juga menjadi tempat prosesi pernikahan Shinto tradisional Jepang.
Cara Berkunjung ke Kuil Meiji

Memiliki rencana liburan ke Jepang, Kuil Meiji wajib masuk ke list itinerary perjalanan. Terlebih kuil shinto termasuk objek wisata Tokyo gratis dengan lokasi kuil yang sangat strategis.
Lokasinya sendiri berada di area Shibuya dan berbatasan langsung dengan dua kawasan populer yaitu Harajuku dan Yoyogi Park. Itulah mengapa berkunjung ke sini akan mendapatkan pengalaman wisata yang tidak terlupakan, yaitu wisata alam spiritual dan budaya cukup dengan satu perjalanan.
Akses Lokasi
Akses lokasi menuju kuil jika jalan kaki dari Shibuya Street cukup berjalan ke arah Harajuku hingga menemukan jembatan penyebrangan. Sedangkan jika menggunakan transportasi umum, seperti kereta bisa turun di Harajuku Station (JR Yamanote Line).
Dari stasiun Harajuku ambil arah keluar dari pintu Omotesando Exit dan kamu akan langsung menemukan gerbang utama Kuil Meiji. Sedangkan jika turun di Yoyogi Station (JR atau Toei Subway), ambil pintu barat stasiun dan lanjutkan berjalan kaki sekitar 5–10 menit menuju area kuil.
Jam Operasional
Kuil Meiji buka setiap hari, mulai dari matahari terbit hingga matahari terbenam. Sebagai rekomendasi untuk kamu yang tidak terlalu suka keramaian bisa datang di pagi hari untuk lebih menikmati suasana spiritual yang tenang.
Selain itu, Kuil Meiji memang selalu indah sepanjang tahun, tetapi ada beberapa waktu terbaik untuk berkunjung. Datanglah saat musim gugur (Oktober–November) untuk menyaksikan keindahan yang memukau dari daun-daun berubah warna menjadi merah dan emas.
Jika berkunjung di Musim semi (Maret–April), kamu tetap bisa menyaksikan keindahan sakura yang tengah bermekaran sekitar area kuil. Bunga sakura di area kuil akan memberikan nuansa magis dan romantis.
Kesimpulan
Sebagai salah satu kuil shinto populer di Jepang, Meiji Jingu yang berlokasi di Tokyo menawarkan pengalaman wisata yang lengkap. Mulai dari wisata spiritual, budaya, hingga sejarah.
Dalam perjalanan menyusuri kawasan kuil yang berupa hutan buatan seluas 70 hektar ini membuat kamu tidak akan menyadari bahwa sebetulnya tengah berada di pusat kota besar. Kawasan kuil yang jauh dari kebisingan, penuh dengan ketenangan, dan keindahan.
Asyiknya akses yang mudah dan tanpa ada biaya masuk menjadi nilai plus bagi Kuil Meiji. Oleh karena wajib masuk dalam daftar tempat bersejarah di Tokyo yang wajib kamu kunjungi.