Malam Mingguan Bareng Si Kecil di Alun-Alun Rangkasbitung

Sahabat Senja, ada yang pernah ke Rangkasbitung, Lebak Banten? Aku kalau ke sini pasti mampir ke Alun-Alun Rangkasbitung berburu jajanan masa kecil, sekaligus family time dengan anak-anak. 

Alasan lainnya, karena suka bingung mau ngajak anak kemana. Mau ke Pantai Sambolo Anyer kejauhan – ini mah sesekali saja kalau memang lagi libur panjang. Untuk itu pilihannya pasti alun-alun. 

Kenalan dengan Rangkasbitun

Rangkasbitung adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten. Dahulu, saat masa penjajahan Belanda Rangkasbitung menjadi kota satelit yang maju, lho. 

Di alun-alun, masjid, dan pendopo menjadi pusat kota. Tepatnya pada tahun 1851 saat pusat pemerintahan Kabupaten Lebak ini dipindahkan dari Warunggunung ke Rangkasbitung. 

Rangkasbitung juga menjadi sejarah tentang seorang asisten residen bernama Eduard Douwes Dekker yang menulis buku berjudul “Max Havelaar”. Buku tersebut terbit dengan nama samaran Multatuli yang diambil dari bahasa latin dan memiliki arti “Aku sudah menderita cukup banyak”. 

Untuk itu, di kawasan alun-alun Rangkasbitung terdapat Museum Multatuli. Museum ini terbuka untuk umum dengan tarif masuk yang sangat murah-meriah. 

Tiket masuk museum  Multatuli yaitu Rp. 2000/orang dewasa dan Rp. 1000 untuk anak-anak. Sedangkan untuk turis Mancanegara Rp. 15.000. 

Malam Mingguan di Alun-Alun Rangkasbitung

Saat ini Rangkasbitung masih menjadi pusat pemerintahan dan ekonomi Kab. Lebak dan alun-alun menjadi tempat favorite warga sekitar untuk malam mingguan. 

Ya! Di alun-alun saat malam minggu itu sangat ramai, tidak kalah ramainya dengan pagi hari karena terbuka untuk CFD (Car Free Day). 

Ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan di alun-alun Rangkasbitung, yaitu: 

1. Olahraga 

Wajah alun-alun Rangkasbitung saat ini lebih bagus dan tertata rapi. Terutama untuk lapangan olahraga, yaitu basket. 

Area dalam juga terdapat lintasan yang bisa dimanfaatkan untuk main sepeda, skuter, atau skateboard. Sekedar lari, keliling lapangan juga bisa. Untuk olahraga memang bagusnya saat hari masih terang, ya. 

2. Duduk Santai 

Saat malam, lapangan alun-alun akan ramai dengan orang tua dan anak-anak yang duduk santai sambil bermain. Banyak penjual yang menawarkan mainan tradisional, seperti Slepetan Lampu. 

Di daerah Sahabat Senja, ini namanya mainan apa, ya? 

3. Main Pasir dan Mancing Ikan 

Malam mingguan di alun-alun cocoknya memang buat family time. Banyak banget aktivitas yang bisa dilakukan untuk mendukung motorik anak berkembang. 

Ada main pasir, masak-masakan, mancing ikan, naik kereta odong-odong, dan lainnya. Apalagi kebahagiaan anak-anak itu sederhana. 

Buktinya Si Bungsu kalau sudah di alun-alun semua mainan pasti dicoba. Terkadang, karena terlalu betah tidak mau pulang. 

4. Kulineran Jajanan Tradisional dan Kekinian

Paling suka kalau datang ke alun-alun Rangkasbitung karena bisa kuliner jajanan tradisional. Terutama Telur Gulung, nih. 

Di Rangkasbitung itu masih ada yang jual Telur Gulung original dan rasanya sama banget dengan waktu kecil. Sedangkan, saat ini kebanyakan telur gulung itu ada bihunnya. 

Untuk jajanan tradisional lainnya juga melimpah, cilok misalnya. Begitu juga dengan jajanan kekinian di alun-alun lengkap sekali, dengan harga yang sangat ekonomis. 

5. Keliling Alun-Alun Naik Delman 

Aktivitas seru lainnya saat berkunjung ke alun-alun Rangkasbitung, yaitu naik delman untuk menikmati suasana malam. Delman akan berkeliling alun-alun, sehingga kamu bisa memahami wilayah dengan baik. 

Mulai dari letak museum Multatuli, hingga masjid. Untuk Museum Multatuli sendiri, hanya bisa dikunjungi pagi hingga sore, ya. Biasanya museum ini buka dari pukul 09.00. 

Suasana Malam di Alun-Alun 

Banyak sekali ya, aktivitas yang bisa dilakukan alun-alun Rangkasbitung? Untuk Family time, enaknya pagi saat CFD atau malam hari, kalau siang itu panas. Walau bisa berteduh dibawah pohon, namun kalau mau lebih seru saat malam mingguan saja. 

Selain itu, suasana malam di Alun-Alun Rangkasbitung juga terasa nyaman untuk semua usia. Anak-anak bebas bermain di area lapangan yang luas, sementara orang tua bisa duduk santai sambil menikmati keramaian dan tetap mengawasi aktivitas anak. 

Apalagi buat kamu yang suka fotografi, banyak angle foto yang menarik untuk dibidik dengan kamera handphone. Misalnya lampu-lampu di sekitar alun-alun, atau gerobak-gerobak penjual kaki lima yang berderet rapi. 

Alasan lainnya, kenapa malam minggu di alun-alun Rangkasbitung sangat ramai karena memang suasana malam adem dan menjadi tempat healing sederhana bersama keluarga. 

Akses Menuju Rangkasbitung

Akses menuju Alun-Alun Rangkasbitung itu sangat strategis dan mudah. Lokasinya berada di pusat kota, dekat dengan berbagai fasilitas umum. 

Kalau naik transportasi umum, Sahabat Senja bisa turun di Stasiun Rangkasbitung. Dari stasiun tinggal jalan kaki sebentar sudah bisa sampai di kawasan alun-alun. 

Penutup

Liburan di Rangkasbitung, alun-alun selalu menjadi tempat favorite. Apalagi kalau mengajak si kecil, karena suasana malam mingguan di sana itu vibes-nya family time sekali. 

Suasana malam yang lebih adem juga menjadi waktu yang pas buat keluar rumah. Harap dimaklumi siang hari di Rangkasbitung itu panasnya itu, sangat panas. 

Oleh karena itu, jalan kaki buat menjajaki penjualan kaki lima lebih nyaman. Anak-anak juga bisa main tanpa kepanasan.   

Kalau lagi di Rangkasbitung jangan lupa mampir ke alun-alunnya. Tempat yang nyaman untuk family time, kulineran, dan sekedar menikmati suasana kota.  

Tinggalkan komentar