Seharian di Cirebon, Enaknya Kuliner Apa? 

Cirebon terkenal sebagai Kota Wali, karena menjadi pusat penyebaran agama islam oleh Sunan Gunung Jati. Untuk itu, Cirebon kerap kali menjadi destinasi wisata religi di Indonesia. 

Selain itu, Cirebon juga menawarkan pusat kuliner legendaris yang tidak lekang oleh waktu. Mulai dari Nasi Jamblang, Empal Gentong, hingga Nasi Lengko. 

Nah, kali ini aku mau kasih rekomendasi buat Sahabat Senja yang mau kuliner seharian saat berada di kota yang memiliki julukan lain yaitu Kota Udang. Ini murni pengalaman pribadiku saat singgah di Cirebon. 

Seharian di Cirebon, Berburu Kuliner Legendaris 

Sahabat Senja, hidup itu ternyata lucu juga, ya. 4 tahun tinggal di Cirebon saat masa kuliah, tetapi hampir tidak pernah kulineran makanan khas Cirebon. 

Makan nasi jamblang saja, sesekali doang. Sekarang, setelah hijrah dari Kota Udang malah rindu dengan nasi lengko dan nasi jamblang. Untuk itu, saat dapat undangan dari bestiku buat hadir ke walimahan orang tuanya yang akan naik haji tahun 2026 ini, akhirnya memutuskan buat singgah ke Cirebon. 

Sebentar, mari berdoa untuk kedua orang tua sahabatku yang mau naik haji. Semoga berjalan lancar menjalankan ibadah haji di tanah suci, Mekah. Amin. 

Btw, rumah sahabatku ini di Majalengka, tetapi aku dan dua sahabat lainnya tidak memungkinkan buat menginap di rumahnya. Kami memutuskan untuk pesan hotel di Cirebon. Sekalian jalan-jalan di sekitaran Cirebon dan Kuningan. 

Walau akhirnya, satu hari itu jadi ajang buat kulineran, lho. Dari makan siang hingga esok paginya cacing diperut aku cekokin makanan khas Cirebon. 

Apa saja kuliner di Cirebon? 

1. Nasi Jamblang Ibu Nur 

Kami bertiga berangkat dari Cikarang pagi, tetapi karena macet di tol Karawang tiba di Cirebon tepat jam makan siang. Saat itu juga langsung memutuskan ke Nasi Jamblang Ibu Nur. 

Mendatangi Nasi Jamblang Ibu Nur ini sesuai rekomendasi teman yang orang Cirebon aslinya. Infonya kalau menu makanan disini enak-enak. 

Tiba di lokasi Nasi Jamblang, aku cukup kaget karena sudah banyak yang antri. Ternyata antrian tersebut karena pengunjung tidak bisa masuk. 

Di pintu bertuliskan ‘’Tutup”. Bukan benar-benar tutup, tetapi saat ke sana itu tepat hari Jumat. Waktu sholat jumat ternyata memang tempat makannya ini ‘’Tutup’’ sebentar. 

Tidak lama, pengunjung sudah bisa masuk. Antriannya sangat membludak, pantas saja teman merekomendasikan karena sangat ramai. Image ramai pasti makanannya juga enak. 

Ya! Betul sekali setelah menunggu lama, makanan pun tiba. Aku kembali syok karena nasinya hanya sedikit sedangkan lauknya banyak. 

Di piringku itu, ada cumi, paru, dan sate kentang. Jujur, buatku lauknya banyak dan nasi tidak cukup. Hanya saja aku tidak minta tambah nasi karena malas turun ke bawah. 

Beruntungnya ada sate kentang yang sama-sama mengandung karbohidrat seperti nasi. Dengan ini cacing-cacing di perut tidak berteriak lagi, karena sudah tidak kelaparan.

Aku juga sempat mencoba lauk punya temanku, dan semua menu makanannya enak. Tidak sia-sia antri panjang, karena terbayarkan oleh rasa Nasi Jamblang Ibu Nur yang mantul lezatnya. 

Budget makan bertiga dengan aneka pilihan pilihan menu beragam habis Rp. 197.020. 

2. Ngopi Dulu di Domo Coffee 

Sebagai appetizer aku memilih datang ke coffee shop cafe, sekaligus ketemu teman yang stay di Cirebon. Apalagi saat ini di Cirebon banyak cafe baru yang punya desain interior cozy. 

Salah satunya Domo Coffe ini, aku suka dengan tempatnya yang luas dan nyaman. Begitu juga dengan menu makanan dan minuman yang cukup lengkap, serta tersedia Gelato. 

Paling penting di sini tersedia kopi arabika. Sudah menjadi kebiasaan kalau berkunjung ke Coffee Cafe pasti selalu aku tanya ‘’kopinya arabika atau robusta?’’ ini wajib aku tanyakan karena pada dasarnya aku punya maag. 

Nah, buat kamu yang mau ngopi santai, work from cafe (WFC), atau sekedar ghibah bareng teman Domo Coffee bisa menjadi salah satu pilihan tepat. 

Budget ngopi dengan orderan 2 gelas kopi dan 1 gelato yaitu Rp. 85.000.

3. Bakso Sidodadi 

Kalau ke Cirebon atau Kuningan wajib makan bakso, karena rasanya beda sama dengan di Cikarang. Sekalipun di Cikarang ada Bakso yang enak, buatku yang di Cirebon dan Kuningan lebih enak. 

Entah hanya selera, atau karena aku lahir dan besar di Kuningan lidahku sudah terbiasa dengan rasa bakso di sana. Bakso Sidodadi ini menjadi pilihan buat makan malam. 

Kebetulan setelah nongkrong di Cafe sampe magrib itu, tidak begitu lapar. Bakso menjadi pilihan buat ganjel perut agar tengah malam tidak kelaparan. 

Aku dan kedua bestiku makan di Bakso Sidodadi dekat Stasiun Prujakan. Setelah itu, lanjut keliling Cirebon sebelum istirahat di hotel.

Budget makan bakso bertiga + minuman Rp. 92.000.

4. Sarapan Nasi Lengko 

Esok paginya sebelum berangkat ke Cirebon, sarapan Nasi Lengko H. Nasi Lengko ini makanan khas Cirebon yang cocok buat sarapan. 

Porsinya itu sudah pas, nasi, tahu, tempe dan ditaburi daun kucai. Bisa nambah sate atau telur. 

Kala lihat penampilannya kaya banyak banget, tetapi habis dalam beberapa kali suap saja. Sempat mau nambah, karena masih sedikit lapar. Lalu, sengaja aku urungkan teringat bahwa “makan sebelum lapar, berhenti sebelum kenyang” alias makan secukupnya. 

Budget bertiga makan nasi lengko saja dan tambahan kerupuk, total Rp. 98.000.

Penutup

Datang ke Cirebon itu wajib banget buat kulineran. Ada banyak pilihan makanan khas yang wajib dicoba, baik itu kuliner Cirebon Nasi Jamblang, Empal Gentong, maupun Nasi Lengko. 

Setelah puas kulineran bisa lanjut jelajah wisata di sekitaran Cirebon, Kuningan, atau Majalengka. Kebetulan aku lanjut mampir ke Situ Cipanten Majalengka. 

Tinggalkan komentar