Gagahnya Curug Sikarim, Permata Tersembunyi di Dataran Tinggi Dieng

Liburan ke Dieng kali ini, aku jadi team ngikut saja. Pokoknya serahkan sama Bu RW sebagai ketua, bahkan saat Curug Sikarim sering disebutkan selama perjalanan, aku tidak cari tahu dan ternyata sangat menakjubkan. 

Curug Sikarim salah satu air terjun yang sangat indah. Dari kejauhan nampak gagah, apalagi setelah didekati yang ternyata sangat tinggi. Tidak kalah kerennya, air yang jatuh mengalir deras itu sangat jernih. 

Keindahan Curug Sikarim Dieng 

Dieng yang merupakan kawasan dataran tinggi pegunungan, tentu memiliki pemandangan yang indah. Bahkan menjadi destinasi wisata favorite banyak orang. 

Aku saja, saat pertama kali mengajukan ‘’Ke Dieng dong, Bu.’’ itu karena nama Dieng itu sering banget aku dengar. 

Setelah didatangi langsung memang melebihi ekspektasi. Padahal aku berkunjung saat curah hujan sedang tinggi, dari Swiss View menuju Curug Sikarim itu dalam kondisi gerimis setelah hujan cukup deras. 

Walau begitu, atas kuasa Tuhan tiba di Curug Sikarim, hujan berhenti sehingga aku bisa menyusuri keindahan air terjun yang dari jauh terlihat gagah. 

Tentang Curug Sikarim 

Ada satu hal yang membuat aku penasaran dengan air terjun dengan ketinggian hampir mencapai 100 meter ini. Ya! Aku penasaran kenapa namanya ‘’Sikarim”. 

Ternyata berdasarkan sumber yang aku dapatkan di internet tentang sejarah Curug Sikarim, bahwa nama curug tersebut berkaitan dengan tokoh ulama yang menjadi cikal bakal adanya wonosobo, yaitu Mbah Kyai Abdul Karim.  

Makam Mbah Kyai Abdul Karim bersebelahan dengan curug, sehingga masyarakat disana sering menyebut wilayah tersebut ‘’Sikarim’’ dan hingga saat ini air terjun yang menjadi permata Dieng ini terkenal dengan nama ‘’Curug Sikarim’’. 

Suasana di Curug Sikarim 

Hal yang tidak pernah aku duga dalam perjalanan menuju Curug Sikarim yaitu jalur yang menanjak dan belokan tajam. Salah satu jalur yang terbilang ekstrim dan bikin jantungan. 

Walau begitu, rasa deg-degan terobati dengan suasana di sekitaran curug yang sejuk dan terasa damai. Pengunjung di sambut dengan kebun bunga bokor. 

Bunga yang memiliki beragam warna tersebut sangat memanjakan mata. Apalagi setelah melihat air terjun dari kejauhan, kaki tidak sabar untuk segera melangkah ke sana. 

Semakin dekat air terjun Dieng ini benar-benar indah. Bahkan setelah hujan airnya tidak keruh. 

Ternyata air yang mengalir di Curug Sikarim berasal dari luapan Telaga Cebong. Lokasinya sendiri berada diantara Gunung Bisma dan Gunung Sikunir. 

Jangan heran jika berkunjung ke Curug Sikarim Dieng tampak asri, karena dikelilingi juga oleh hutan pakis yang masih terjaga keasliannya. 

Tiket Masuk Curug Sikarim

Wisata Curug Sikarim pernah ada di masa bebas tiket masuk karena belum ada yang mengelolanya. Saat ini, untuk bisa mendekati curug sudah ada loket tiket. 

Curug Sikarim Dieng dikelola melalui skema kemitraan antara Perhutani KPH Kedu Utara dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Giri Tirto. Dengan ini pariwisata tetaonjalan dan hutan tetp lestari sesuai dengan prinsip yang pengelolaan. 

Tenang saja, harga tiket masuk sangat ramah di kantong. Setiap orang cukup mengeluarkan Ro. 10.000 saja. Sedangkan, untuk anak-anak usia di bawah 10 tahun masih free tiket. 

Kapan Waktu yang Tepat ke Curug Sikarim? 

Buat kamu yang mau rencana liburan ke Dieng, harus mampir ke air terjun yang berada di ketinggian 1800 mdpl ini. Kamu bisa datang dini atau sore hari. 

Hanya saja tetap harus perhatikan jam operasional. Memang curug sikarim buka jam berapa? 

Jam operasionalnya mulai dari Pukul 07.09 sampai dengan 17.00. Jika berkunjung saat musim hujan, sebaiknya datang lebih awal. 

Jangan terlalu sore karena ditakutkan hujan dan kabut tebal menghalangi. Aku sendiri tiba di curug Pukul 13.00 dan cuaca cukup bagus walau sempat hujan. 

Fasilitas di Sekitar Air Terjun 

Fasilitas di sekitaran cukup lengkap, yang mana ada toilet umum dan tempat makan. Naik ke atas sedikit ada resto dengan desain bangunan cukup menarik. 

Di dalam kawasan air terjun juga ada jasa foto, sehingga kami bisa banget pakai jasa tersebut untuk dapat foto kece dengan katar Curug Sikarim. Jadi, ada spot khusus buat foto dengan view yang ciamik banget. 

Keseruan Selama Perjalanan di Jalur Sikarim 

Aku mau sedikit berbagi pengalaman, karena berangkat dari Wonosobo baru ke Dieng, mau gak mau melewati jalur yang cukup memacu adrenalin. 

Jadi, dari Curug Sikarim mengambil jalur ke atas. Di sini abang jeep tidak memberitahu kalau jalurnya lebih ekstrim dari yang sebelumnya. 

Buat yang oernah ke Dieng pasti kenal bangey denhan tanjakan sikarim. Tanjakan yang benar-benar ekstrim dan sangat tinggi. 

Hanya driver yang ahli dan berpengalaman yang bisa melewati tanjakan tersebut. Tapi, wajin bangey lewtain jalur ini biar momen liburan di Dieng puas banget. Tidak ada kata kecewa, malahan pengen balik lagi ke Dieng. 

Masih banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi. Tidal vhanya wisata alam, karena di Dieng ada wisata sejarah yaitu Berkunjung ke Kompleks Candi Arjuna. 

Tinggalkan komentar