Januari 2026, aku ikut Petualangan Konservasi Pohon Langka Gunung Tilu. Lokasinya di Dusun Purwasari Desa Cimara Kuningan Jawa Barat. Kegiatan ini bukan sekedar mengisi libur di akhir pekan, tetapi belajar lebih dalam tentang alam.
Alasanku mengikuti kegiatan ini karena tertarik dengan pohon langka. Selain itu, lokasinya itu di kampung halamanku. Tidak menyangka kalau gunung tempat aku bermain sejak kecil itu, tempatnya pohon langka jawa dengan keanekaragaman hayati di dalamnya.
Daftar isi
Konservasi Pohon Langka di Kuningan Jawa Barat

Konservasi Pohon Langka yang berlokasi di Kuningan Timur Jawa Barat ini diadakan oleh Forum Pohon Langka Indonesia dan Saung Kehati. Ini juga program pertama FPLIengaskan open trip untuk umum.
Itulah mengapa, kenapa aku bisa ikutan kegiatan ini. Terlebih aku tertarik dengan dunia konservasi ketika ada open trip ini, tidak ragu untuk daftar.
Tidak disangka juga pesertanya dari berbagai daerh. Bahkan ada yang dari Jogja dan menariknya ada juga yang kuliahnya jurusan biologi, yang mana membuat aku semakin tertarik dengan keanekaragaman hayati.
Sedangkan alasan dibalik open trip ini agar masyarakat luas juga tahu akan aneka pohon langka yang menjadi endemik di masing-masing pulau. Di Gunung Tiku ink telah terdata 5 jenis pohon langka endemik jawa yang masuk kategori endangered (terancam punah).
Apa Dampaknya Jika Pohon Langka Punah?
Sebuah pertanyaan yang umum, namun bakalan membuka pemahaman yang lebih mendalam. Apalagi jenis pohon sendiri banyak, bisa diganti dengan lain, selain sawit?
Mungkin pertanyaan seperti itu juga muncul dalam benak Sahabat Senja. Faktanya tidak sesederhana itu, dalam sebuah ekosistem setiap unsur saling berhubungan. Jika satu hilang, akan mengganggu ekosistem lainnya.
Hal tersebut disampaikan oleh Mas Azam dari FPLI, yang mana beliau menegaskan bahwa ‘’Setiap pohon memiliki ekosistemnya. Hal ini yang menjadikan FPLI melakukan pendataan pohon langka di Indonesia. Sekaligus meneliti apa saja serangga yang hidup di lingkungan pohon tersebut dan bagaimana mikro bakterinya.’’
Seolah dalam perjalanan menyingkap tabir alam. Dengan ini, siapa tahu bisa membawa penelitian ke hasil yang lebih baik, entah itu ternyata pohon tersebut baik dalam menopang tanah agar tidak mudah longsor, atau bisa juga pohon langka tersebut menjadi salah satu obat untuk penyakit tertentu.
Kita tidak pernah tahu jika tidak menelitinya. Atau bisa jadi pohon endemik yang selama ini menjaga ekosistem hutan, sehingga penting untuk tetap menjaga keberadaan pohon langka endemik.
Selain itu, buat aku sendiri pohon sesungguhnya yang harus ada di hutan adalah pohon yang bisa menjaga hutan itu sendiri. Bukan pohon yang merusak, seperti sawit.
Mengenal Pohon Langka di Gunung Tilu

Pohon langka yang ditemukan di Gunung Tilu Kuningan Jawa Barat adalah pohon endemik jawa yang masuk dalam kategori endangered. Adapun jenis pohon langka yang sudah terdata, yaitu:
- Vatica javanica ssp, javanica (Palahlar Laki)
- Castanopsis argentea (Blume) A.DC. (Saninten)
- Dipterocarpus retusus Blume (Plahlar Gunung)
- Dipterocarpus gracilis Blume (Keruing Keladan)
- Lithocarpus kostermansii Soepadmo (Pasang Jawa)
- Dipterocarpus hasseltii Blume (Palahlar atau Keruing Bunga)
- Cycas javana (Pakis Jawa)
Ada yang tahu dari jenis pohon di atas?
Kegiatan Selama Petualangan Konservasi
Kegiatan petualangan konservasi pohon langka ternyata begitu menyenangkan. Tidak melulu tentang belajar mengenai pohon endemik jawa secara teori, tetapi peserta trip di ajak langsung ke persemaian pohon langka Gunung Tilu.
Ada beberapa jenis pohon endemik dalam masa pembibitan, yang mana nantinya bibit pohon akan ditanam kembali di habitat aslinya. Ini adalah langkah awal agar pohon endemik tetap ada di hutan.
Selain itu, peserta juga mendapatkan informasi keanekaragam hayatai di Gunung tilu. Mulai dari berbagai jenis burung, hingga masih adanya populasi harimau. Jujur, mengetahui itu aku sempat teringat saat tersesat di Gunung Tilu, namun masih aman karena tidak bertemu harimau.
Tidak terbayangkan jika saat itu, malah ketemu hewan penjaga hutan tersebut. Sedangkan benda tajam yang aku bawa hanya pisau kecil.
Camping

Yang menjadikan kegiatan konservasi pohon langka begitu menyenangkan karena peserta camping satu dua malam satu hari. Area camp sendiri di sawah yang berada tepat di kaki Gunung Tilu. Lebih seru lagi karena bersebelahan dengan sungai, sehingga bisa main air sepuasnya.
Birdwatching
Dalam agenda petualangan terdapat sesi birdwatching. Terlebih sepanjang aliran sungai merupakan tempat yang cocok untuk menyaksikan habitat burung Gunung Tilu.
Jalan Santai ke Curug

Tidak hanya di sepanjang aliran sungai, birdwatching juga dilanjut sambil jalan santai menuju curug. Kebetulan memang dekat tempat camping terdapat curug Manteng dan ada satu curug lagi yang aku sendiri baru pertama kali ke sana.
Curugnya memang pendek, tetapi di atasnya ada curug kecil. Terus seperti itu hingga ke hulu.
Herping
kegiatan petualangan tidak berhenti saat matahari tenggelam, karena beberapa peserta ada yang lanjut melakukan aktivitas herping. Aktivitas mengamati hewan-hewan nokturnal, seperti ular, katak, dan sejenisnya.
Penanaman Pohon

Di hari kedua, ada kegiatan penanaman pohon. Untuk penanaman pohon ini bukan pohon langka, melainkan tanaman hortikultura atau pohon yang menghasilkan buah dan memiliki nilai ekonomi.
Ada maksud lain dari menanam pohon yang tergolong tanaman hortikultura yaitu dalam konservasi tentu akan bertentang dengan ideologi masyarakat setempat. Salah satu edukasi yang tepat yaitu bagaimana sama-sama saling menjaga hutan dengan melestarikan pohon langka, namun ekonomi masyarakat juga tidak terganggu dengan menanam pohon yang memiliki nilai ekonomi.
Panen Sayuran
Setelah penanaman pohon usai, peserta siap-siap untuk pulang. Walau begitu di tengah perjalanan pulang, mampir terlebih dahulu ke kebun milik Kelompok Tilu Dunia. Kelompok yang diinisiasi oleh anak-anak mudah di Desa Cimara tersebut dalam menanam sayuran organik.
Kebetulan kali ini sedang musim timun, sehingga peserta bisa membawa timun segar dan sehat untuk oleh-oleh dari Gunung Tilu.
Penutup
Setiap aktivitas dalam kegiatan konservasi Pohon Langka Gunung Tilu sangat seru dan menyenangkan. Sebagai akamsi aku jadi lebih paham bahwa Gunung Tilu menjadi habitat pohon endemik jawa, yang mana masuk juga ke dalam hutan lindung.
Aku juga bisa mengenal lebih dalam tentang keanekaragam hayati di Gunung Tilu. Terdapat 172 spesies burung, 95 spesies kupu-kupu, 23 spesies capung, 39 spesies herpetofauna, 34 spesies anggrek, dan 24 spesies mamalia.
Dari kegiatan ini juga aku belajar, bahwa pohon memiliki peran besar dalam ekosistem hutan. Untuk itu, jangan sampai pohon-pohon tergantikan oleh sawit, biarkan hutan ada dengan habitat aslinya.
Kita masih bisa bernafas karena oksigen dan salah satu penghasil oksigen di bumi yaitu hutan. Jika hutan tidak ada, apakah oksigen yang kita hirup masih gratis?