Salah satu destinasi yang wajib kamu kunjungi saat ke Tokyo yaitu Kuil Asakusa atau Sensoji Temple. Kuil yang terkenal dengan lentera raksasa berwarna merah yaitu Lentera Kaminarimon.
Lentera dengan berat 700 kg dan tinggi 3.9 meter tersebut menjadi daya tarik Sensoji Temple. Apalagi itu bukan sekedar lentera biasa, melainkan simbol ikonik yang memiliki makna mendalam bagi kuil asakusa.
Daftar isi
Mengenal Lebih Dekat Kuil Asakusa (Sensoji Temple)

Kuil Asakusa adalah kuil tertua di Jepang yang terkenal juga dengan sebutan sensoji. Kuil dengan ciri khas berwarna merah ini juga memiliki nama Asakusa Kannon.
Kannon adalah patung budha yang merupakan Dewi Welas Asih. Sejarah Sensoji Temple dengan patung Kannon bermula pada tahun 628 masehi, ketika dua orang nelayan bersaudara yaitu Hinokuma Hamanari dan Hinokuma Takenari menemukan patung Kannon Bosatsu di Sungai Miyato atau sekarang bernama Sungai Sumidagawa.
Setelah menemukan patung Kannon, kedua nelayan tersebut mengembalikannya ke sungai. Tetapi, dari cerita yang beredar bahwa kuil itu selalu menemukan jalan kembali kepada dua nelayan.
Patung Kannon akhirnya dibawa kepada kepala suku dan menjadikan kediamannya sebagai kuil. Hingga pada tahun 645 masehi seorang biksu bernama Shokai Shonin mendapatkan wangsit dari Kannon, Dewi Welas Asih yang muncul dalam mimpi agar patung Kannon Bosatsu Budha menjadi rahasia. Lalu disimpan di altar Buddha Zushi (gochuden).
Lokasi Asakusa yang terletak di muara Teluk Tokyo membuat pengunjung banyak berdatangan untuk beribadah di kuil sensoji Tokyo tersebut. Di tahun 794-864 masehi kepala pendeta Enryaku-ji (Kuil utama aliran Tendai Buddhism) membuat patung yang identik dengan Kannon dan memamerkannya ke publik.
Hingga saat ini sensoji temple asakusa sebagai salah satu destinasi wisata dengan daya tarik wisatawan sangat banyak. Sensoji mampu menarik pengunjung hingga 30 juta setiap tahunnya.
Alasan dibalik banyaknya pengunjung ke sensoji Tokyo bukan sekedar sejarah berdirinya kuil, melainkan memiliki daya tarik dalam arsitektur bangunan. Selain itu, adanya Lentera Kaminarimon dan dekat dengan tempat shopping di Nakamise-dori.
Daya Tarik Kuil Asakusa Tokyo
Sebagai kuil tertua di Tokyo, Asakusa Kannon memang kuil yang indah. Tidak heran jika jutaan pengunjung berdatangan ke sini.
Aku salah satu dari 30 juta pengunjung tersebut. Ya! Saat ke Jepang di bulan April 2026 kemarin, sebetulnya agak syok juga karena ramai pengunjung.
Mau tidak mau harus berdesak-desakan di sepanjang jalan menuju ke dalam kuil. Ada yang datang beribadah, ada juga yang sekedar berwisata seperti aku.
Menariknya sensoji temple ini dibuka 24 jam. Sedangkan di siang hari saja sudah padat pengunjung.
Penasaran apa daya tarik kuil asakusa? Berikut ini keunggulannya:
1. Lentera Kaminarimon Sebagai Ikon Kuil Asakusa

Lentera Kaminarimon menjadi daya tarik dari Kuil Asakusa. Bahkan menjadi ikon Sensoji Temple, yang mana lentera ini memiliki berat 700 kg dan tinggi 3.9 meter.
Alasan Lentera Kaminarimon menjadi ikon kuil karena diletakan di tengah gerbang utama masuk kuil. Walau sebetulnya Kaminarimon gate ini bernama Fujin Raijinmon. Fujin adalah dewa angin dan Raijin adalah dewa petir.
Kedua dewa tersebut terletak di sisi kanan dan dikiri. Gerbang ini juga memiliki sebutan lain yaitu gerbang petir asakusa.
Daya tarik Kaminarimon menjadi spot foto fi kuil Asakusa. Hanya saja, saat ramai wisatawan akan sulit mendapatkan spot foto yang bagus.
2. Nakamise Street

Menuju ke kuil utama, pengunjung akan melewati Nakamise Street Asakusa. Surganya shopping bagi wisatawan, karena bisa kuliner sekaligus beli oleh-oleh.
Kunjungan di bulan April adalah surganya stroberi. Ini yang tidak bisa aku lewatkan karena stroberi Jepang itu besar dan manis. Sayangnya tidak bisa bawa pulang.
3. Kuil Asakusa Tempat Berdoa Memohon Banyak Hal
Aula utama kuil Asakusa adalah tempat beribadah untuk memohon perlindungan dari hal buruk, kesuksesan, kelancaran usaha, maupun kebahagiaan keluarga. Di pintu masuk terdapat patung sepasang suami-istri komainu dan sering jadi tempat berdoa untuk kelanggengan hubungan suami-istri.
Saat berdoa di Kuil Asakusa harus sungguh-sungguh dari hati yang paling dalam agar bisa terwujud. Hal ini juga disebut Shingan joju yang memiliki arti ‘’Apapun yang ada di dalam lubuk hati akan terkabul”.
4. Arsitektur dan Simbol-Simbol

Di Kuil Asakusa terdapat simbol-simbol binatang suci. Walau sebagian besar simbol binatang suci merupakan fiktif, namun melambangkan perdamaian.
Misalnya di atas Kuil Asakusa terdapat Hiryu yang merupakan tubuh ikan dan sayap yang berkuasa terhadap air. Lalu sda Kirin, Dewa populer di Tiongkok dengan tubuh rusa, kepala serigala, ekor sapi, kaki kuda, dan memiliki tanduk.
5. Jimat Unik Asakusa Kannon
Di Kuil Asakusa terdapat jimat yang bisa pengunjung beli. Jimat keberuntungan yang sudah ada penjelasan dalam bahasa inggrisnya.
Cara Menuju Kuil Asakusa
Akses menuju Sensoji Temple sangat mudah yaitu bisa menggunakan kereta Ginza Line atau Toei Line. Apalagi lokasi kuil asakusa Tokyo dekat dengan stasiun Asakusa.
Bisa juga naik Tokyo Cruise dari Hinode Pier. Seperti yang aku ceritakan di artikel sebelumnya tentang Menikmati Keindahan Bunga Sakura Saat Berlayar Naik Tokyo Cruise Hinode – Asakusa.
Biar sekali mendayung 2-3 pulau terlampaui. Liburan di Tokyo walau singkat tetap puas dan berkesan.
Terlebih masuk ke Asakusa Kannon ini gratis, ya. Makan dan belanja oleh-oleh saja yang bayar. lol.
Berkunjung ke Kuil Asakusa sangat memuaskan. Terlebih bisa foto di bawah pohon sakura, karena saat berkunjung bunga dakra sudah banyak yang berguguran.
Itulah mengapa aku sangat excited saat nemu pohon sakura. Salah satu wishlist aku tuntas juga, tinggal mengunjungi Shirakawa-Go.
Kali ini keliling Tokyo dulu, setelah dari Kuil Meiji dan lanjut Sensoji. Setelanya Mengunjungi Tokyo Skytree untuk Menikmati Pemandangan Kota Tokyo dari Ketinggian 634 Meter.
Wisata Jepang memang selalu menarik buat di ekplore yaaa…banyak kuil sejarah disana,,paling enak buat liburan memang saat musim semi ya mbaa saat bunga sakura sedang mekar dan cuaca juga bersahabat karena tidak telalu dingin ataupun panas.
Melihat bunga sakura jug ajadi salah satu wishlist ku soalnya dl pas ke Jepang sedang musim dingin jadi blm bisa melihat bunga sakura bermekaran disana
Baca tulisan ini saya jadi pengen ke Jepang deh.. Dah lama banget mengidam2kan kesana. Penasaran ama nakamise streetnya. Tapi jadi kepo kenapa gitu ga bisa dibawa pulang? Ada aturannya kah?
seru banget bahasannya! Aku jadi keinget arsitektur kuil di Negeri Wano di One Piece, vibes tradisional Jepangnya nge-Jepang banget ya kak, hihi
Baca ini rasanya seperti ikut melangkah pelan di antara lorong-lorong kuil. Ada ketenangan yang ikut sampai ke pembaca. Aku suka bagaimana suasana spiritual dan keindahan tempatnya terasa hidup, bukan sekadar dilihat tapi juga dirasakan.
Baca tulisan ini seperti ikutan jalan-jalan menyusuri tempat-tempat menarik di Jepang. Apalagi berasa berada di Kuil Asakusa Tokyo beneran. Kapan ya saya bisa ke Jepang ?. Semoga diberikan rezeki buat kesana. Amin
Ikutan menikmati keindahan kuil Asakusa lewat tulisan, Nakamise streetnya sukses membuat penasaran, semoga ada rezeki traveling ke Jepang dan menjadikan kuil ini salah satu destinasi yang dikunjungi.
Keren banget ini sih. Jepang salah satu Negara yang aku idamkan buat di explore, meski belum kesampaian dan Tokyo emang the best sekali ya. Terutama ada Lentera Kaminarimon di Kuil Asakusa. Beneran jadi saya tarik yang ikonik sekali.
Manalah menuju lokasi nya bisa belanja-belanja atau arah pulangnya pun bisa sih ya.
Setiap sudut kulitnya menarik buat di explore deh. Bahkan ada jimat juga, wow kabar baiknya ada bahasa Inggris jadi memudahkan para wisatawan ya.
Seru sekali cerita perjalanan ke kuil Asakusa ini, kaget juga sampai dikunjungi 30 juta pengunjung, itu dalam bulan April saja ya?
Belum lagi memang punya nilai magis dan spiritual sendiri kuil ini ya. Pengin juga explore suatu saat nanti.
eh ternyata 30 juta per tahun.
Berkunjung ke kuil Asakusa, menikmati arsitekturnya yang unik sekaligus bisa belanja ya, satu paket nih. Belajar budaya sekaligus memenuhi keinginan belanja hehe
tapi melihat arsitekturnya sepertinay ada kekuatan ‘magic’ ya di sana
Kuil Asakusa Tokyo memang salah satu objek wisata utama kalau berkunjung ke Jepang ya. Apalagi ada yang jualan stroberi segar itu. Wahhh pokoke jangan kelewatan deh berkunjung ke kuil ini kalau pas lagi ke Tokyo nanti.
Kira-kira kalau ingin kuil ini rada sepian mesti datang jam berapa ya? biar lebih santai gitu menikmati suasana kuilnya.
Sepertinya waktu terbaik ke sana saat bunga sakura bermekaran, ya? Pengen deh coba strawberry di sana. Sayangnya gak bisa dibawa pulang. Jadi, paling puas-puasin makan di sana, ya. Etapi, harga strawberry di sana termasuk mahal gak, sih?
Sering lihat foto kuil berwarna merah dengan desain arsitektur yang indah (serupa sayap) di konten-konten internet, tapi sekadar lihat fotonya saja. Dari sini jadi tahu bahwa itu Kuil Asakusa, kuil tertua di Jepang.
Terlihat ramai dan yang aku kagumi, mereka yang datang ke Kuil Asakusa Tokyo ini bukan hanya yang berniat ibadah, tetapi juga ada yang berwisata dan semuanya sangat welkam sekalii..
Rasanya jadi pengalaman baru ke sebuah kuil yaa.. saling menghormati agama dan kepercayaan mereka.
Nggak nyangka ternyata seberat itu ya lentera kaminarimon yang ada di Kuil Asakusa. Beratnya aja sampai 700 kg. Wow! Itu menggantung kan ya mba? Berrti bangunannya juga kuat banget ya bisa nopang lentera seberat itu. Aku belum perah ke sana, pingin banget. Semoga bisa ke Kuil Asakusa juga sambil jajan street food di Nakamise… 🙂