Antusias Si Kecil Berkunjung ke Museum Nasional Indonesia yang Akrab dengan Museum Gajah

Salah satu aktivitas mengisi waktu saat anak libur sekolah dengan berkunjung ke tempat wisata. Salah satunya mengunjungi Museum Nasional Indonesia atau yang lebih akrab dengan Museum Gajah. 

Sekaligus menjadi momen untuk anak mengenal sejarah Indonesia. Menambah wawasan baru, juga sebagai edukasi tentang kehidupan di masa lalu di museum terbesar di Indonesia yang menyimpan ribuan koleksi bersejarah ini.

Mengenal Museum Nasional Indonesia dan Sejarah Singkatnya

Setelah beberapa tahun tidak ke Museum Nasional, ternyata perubahannya sangat signifikan. Sekarang lebih bagus, dan pesan tiketnya sudah lebih modern karena ada mesin khusus. 

Dengan ini jadi lebih praktis, terutama di era di era serba cashless sekarang ini. Sangat membantu, ditambah aku udah jarang bawa uang cash. 

Selain kondisi museum yang semakin baik ada hal yang bikin aku kaget, yaitu datang dari anak bungsu. Usianya baru menginjak 3 tahun, tetapi dia paling antusias masuk ke museum, yang mana awalnya aku khawatir dia gak betah. 

Seusia dia lebih suka main di wahana bermain. Eh, malah dia tidak mau pulang, dong. 

Di musim gajah itu kan ada layar sejarah hewan zaman purbakala. Seperti gajah, si bungsu malah tertarik sama batu-batu peninggalan sejarah. 

Penasaran dengan Museum Nasional Indonesia ini? Yuk, kenali dulu sejarahnya. 

Sejarah Museum Gajah

Museum Nasional Indonesia yang mana orang Jakarta lebih mengenal dengan nama Museum Gajah”, didirikan pada masa pemerintahan belanda. Tepatnya pada, 24 April 1778. 

Saat itu, bertepatan dengan adanya revolusi intelektual (the Age of Enlightenment) di Eropa Tengah. Sebuah revolusi yang mana orang-orang mulai mengembangkan pemikiran ilmiah dan ilmu pengetahuan. 

Dari sana orang-orang Belanda yang tinggal di Batavia mendirikan organisasi Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen. Organisasi ini berdiri secara independen bertujuan memajukan penelitian dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan, khususnya biologi. 

Salah satu pendiri organisasibernama JCM Radermacher menyumvangkan rumahnya di Jalan Kalibesar dan beberapa koleksi benda budaya, serta buku-buku. Ini menjadi cikal bakal berdirinya museum dan perpustakaan. 

Seiring berjalannya waktu, koleksi semakin banyak dan memenuhi ruangan. Hingga Letnan Gubernur Sir Thomas Stamford Raffles yang saat itu menjadi direktur organisasi ini memerintahkan untuk membuat gedung baru. 

Gedung yang berlokasi di Jl. Majapahit No.3 digunakan sebagai museum, juga sebagai ruang pertemuan untuk Literary Society. Saat itu, gedung ini bernama ‘’Societeit de Harmonie”. 

Jumlah koleksi yang terus meningkat dan tidak muat di museum baru tersebut, sehingga dibangun gedung baru yang sekarang bernama Museum Nasional Indonesia. Berlokasi di Jalan Medan Merdeka Barat No.12. 

Kenapa Lebih Dikenal dengan Museum Gajah?

Ciri khas dari Museum Nasional yaitu adanya patung gajah di halaman depan gedung. Bahkan menjadi ikon dari museum yang bagi masyarakat Jakarta dikenal dengan Museum Gajah. 

Patung Gajah yang terbuat dari perunggu itu, hadiah dari Raja Thailand yaitu Raja Chulalongkorn (Rama V) saat berkunjung ke Batavia pada tahun 1871. Itulah mengapa, masyarakat lebih akrab dengan sebutan Museum Gajah. 

Ada juga yang menyebut Museum Nasional sebagai Museum Arca. Bukan tanpa alasan, karena di dalam museum banyak arca dari masa ke masa, bahkan si bungsu senang sekali melihat arca ditambah pertanyaan ‘’itu apa?’’. 

Koleksi Museum Gajah

Museum Nasional adalah museum terbesar di Indonesia, dengan koleksinya yang cukup lengkap. Bahkan  memiliki peran penting dalam menyimpan, merawat, mengamankan, dan melindungi benda bersejarah. 

Koleksinya sendiri ada 140.000 benda yang terdiri dari 7 jenis koleksi. Diantaranya koleksi benda Arkeologi, Etnografi, Geografi, Keramik, Numismatika & Heraldik, Prasejarah, serta Sejarah. 

Dengan koleksinya yang lengkap tersebut, berkunjung ke Museum Gajah seolah transportasi ke zaman prasejarah dan sejarah. Banyak artefak yang mengingatkan ke kehidupan di masa lalu. 

Batu dengan tulisan sansekerta, arca yang erat kaitannya dengan masa kerajaan Hindu-Budha, prasasti, alat musik, pakaian tradisional, hingga tengkorak kepala manusia. Tidak hanya anak-anak yang belajar sejarah, orang dewasa juga pasti semakin penasaran dengan kehidupan di masa lalu. 

Menariknya respon si kecil itu, tertarik dengan pakaian dan senjata tradisional. Lucunya si kecil berdiri lama, seolah sedang membaca deskripsi tulisan tentang koleksi yang tengah di lihatnya. 

Ya! Setiap koleksi dilengkapi dengan deskripsi penjelasan, sehingga pengunjung bisa paham tentang asal-usul atau sejarahnya. 

Itulah mengapa mengajak anak liburan ke museum pilihan tepat. Si kecil bisa bermain sambil belajar, mendapatkan wawasan baru. Apalagi berkunjung ke museum terbesar yang lokasinya berseberangan dengan Monas. 

Jadi, sekali mendayung dua-tiga pulau terlampaui. Sekalian mampir ke Monumen Nasional atau Monas melanjutkan family time dalam membangun bonding dengan anak. 

Jujur, buatku momen liburan itu sangat berarti. Sebagai working mom, yang mana saat anak libur, aku masih masuk kerja. Jadi, kalau waktunya pas, langsung ajak anak ke tempat wisata. 

Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Museum Nasional Indonesia

Lokasi Museum Nasional sangat strategis, yang berada di pusat kota Jakarta. Berseberangan dengan Monas, yang mana bisa diakses naik transportasi umum. Seperti busway. 

Kalau mau lebih seru lagi, naik bus wisata gratis Jakarta. Sahabat Senja, bisa baca di artikel ini Serunya Naik Bus Wisata Keliling Jakarta

Lokasi strategis dan kemudahan transportasi umum menjadi salah satu alasan kenapa museum nasional jakarta jadi favorit banyak orang. Ditunjang juga dengan tiket masuk Museum Nasional Indonesia yang ramah di kantong. 

Tiket masuknya, yaitu: 

  • Dewasa : Rp. 50.000 
  • Anak-Anak : Rp. 30.000 

Yang perlu Sahabat Senja perhatikan yaitu jam operasional museum gajah. Hanya buka Senin – Minggu dari pukul 08.00 – 16.00. Hari senin dan hari libur nasional keagamaan museum tutup. 

Kesimpulan 

Mengunjungi Museum Nasional Indonesia sangat seru dan menjadi momen terbaik untuk anak mengisi libur sekolah. Ini bukan sekedar liburan, melihat benda-benda bersejarah, melainkan aktivitas untuk mengenal dan mengingat kehidupan di masa prasejarah dan sejarah. 

Apalagi di Museum Gajah ini juga memiliki aktivitas seru lainnya buat anak-anak. Bahkan sering ada pameran temporer dan event khusus untuk mendapatkan insight baru berkunjung ke museum terbesar di Indonesia ini. 

Buat Sahabat Senja yang belum berkunjung kesini, ayo sempatkan. Museumnya nyaman dan sangat luas, cocok untuk mengisis liburan dan family time bareng buah hati. 

Tinggalkan komentar