Kota Tua Jakarta adalah salah satu destinasi wisata untuk menjelajah masa-mass bersejarah saat Indonesia dijajah. Bangunan-bangunan tua di sini seakan membawa aku “kembali ke masa lalu”, sekaligus untuk mengingat bahwa kita hidup karena adanya sejarah.
Bahkan hanya sekedar duduk santai di kawasan kota tua Jakarta, suasananya zaman old banget. Apalagi, kali ini aku mendapatkan pengalaman baru setelah mengikuti Special Tour Historical Archive Walk di Kota Tua Jakarta
Daftar isi
Mengenal Lebih Dekat Sejarah Kota Tua Jakarta

Biasanya kalau berkunjung ke kota tua, sekedar masuk ke museum dan lanjut kulineran. Sebuah aktivitas yang hampir dilakukan semua pengunjung.
Tidak pernah ada kepikiran untuk mengenal lebih dalam tentang gedung-gedung bersejarah di kota tua. Hingga akhirnya aku mengikuti special tour Historical Archive Walk yang menjadikan kunjungan ke kotu kali ini sangat berkesan dan penuh makna.
Ya! Ini bukan sekedar tour wisata biasa pada umumnya, melainkan memahami fungsi, peran, dan kisah dibalik berdirinya gedung-gedung tersebut pada zaman kolonial.
Ternyata ini tidak jauh berartinya, saat aku berkunjung ke Museum Wayang untuk mempelajari wayang di Indonesia. Mengenal sejarah juga memberikan pengetahuan baru, seperti sejarah trem di Indonesia yang sampai saat ini jalurnya masih ada.
Itulah mengapa aku merasa jadi manusia paling beruntung, karena untuk mengikuti tour ini ada proses pendaftaran dan seleksi. Pada setiap tur hanya dipilih sekitar 20 orang, sedangkan yang daftar sampai ratusan.
Keren juga ya masyarakat Indonesia yang mana banyak tertarik datang ke kawasan kota tua Jakarta. Kawasan yang sudah lama dikenal sebagai pusat sejarah ibu kota.
Melalui spesial tour Historical Archives Walk pengalaman yang didapat terasa jauh lebih hidup. Terlebih dipandu langsung dengan kakak-kakak dari penyelenggara yang sangat memahami sejarah Kota Tua.
Btw, sebelum lanjut bahas keseruan spesial yout ini aku mau sedikit berbagi bahwa kawasan Kota Tua Jakarta dulunya merupakan pusat pemerintahan dan perdagangan pada masa kolonial Belanda,
Masa kolonial Belanda, Kota Tua dikenal dengan nama Batavia. Kawasan ini menjadi pusat pemerintahan dan saksi berkembangnya sistem ekonomi, transportasi, hingga administrasi di Indonesia.
Oleh karena itu, saat mengikuti historical archive walk, aku dan peserta lain diajak sekedar keliling kawasan. Melainkan, mendapat informasi detail mengenai sejarah gedung-gedung di Kota Tua Jakarta.
Kisah di Balik Gedung Bersejarah Kota Tua Jakarta
Buat kamu yang pernah berkunjung ke Kota Tua Jakarta, tentu sudah tahu kalau di sana ada banyak Museum. Namun, apakah kamu tahu bagaimana sejarahnya?
Jujur aku baru tahu saat Historical Archive Walk tour ini. Ada beberapa gedung yang menjadi highlight utama dalam tour yang berlangsung dari Pukul 09.00 hingga Pukul 13.30.
Lebih menarik lagi karena selain fungsi dan sejarah berdirinya, pemandu tour juga menjelaskan sisi lain bangunan dari kacamata arsitektur. Ternyata beberapa gedung memang arsitekturnya berbeda.
Adapun perjalanan selama Historical Archive Walk, yaitu:
1. Museum Fatahillah

Salah satu ikon utama kota tua Jakarta yaitu Museum Fatahillah. Bangunan ini dulunya merupakan Balai Kota Batavia (Stadhuis) yang menjadi pusat pemerintahan kolonial.
Di atas Museum Fatahilah juga ternyata ada lonceng. Dahulu, jika berbunyi itu pertanda bahwa akan akan ada eksekusi mati.
2. Gedung Kantor Pos Indonesia
Sebelum era modern mendominasi, dahulu kantor pos menjadi andalan masyarakat untuk mengirim surat. Untuk itu, kantor pos memiliki peran vital dalam menghubungkan berbagai informasi terupdate.
Di gedung POS Indonesia malah ada penampakan. Untung tournya pagi, tidak kebayang kalau malam solnya bikin jantungan.
3. Museum Bank Indonesia yang Dulunya Rumah Sakit

Salah satu fakta menarik yang membuat aku terkejut itu tentang Museum Bank Indonesia. Sebelum menjadi museum, pada masa kolonial bangunan ini adalah rumah sakit dalam atau Binnenhospital.
4. Toko Merah

Selanjutnya, tout berakhir di Toko Merah. Sebuah bangunaa berwarna merah mencolok yang memiliki sejarah panjang di masa penjajahan.
Toko Merah pernah menjadi kediaman pejabat tinggi VOC sekaligus pusat aktivitas perdagangan. Saat ini, sebagian gedung menjadi restoran.
5. Jejak Trem Batavia
Selain sejarah Museum Bank Indonesia, di Kota Tua Jakarta ada rel kereta trem yang jalurnya masih ada hingga saat ini.
Pengalaman Berbeda dari Mengikuti Historical Archive Walk
Special Tour Historical Archive Walk memberikan pengalaman berbeda. Penuh cerita dan rasa ingin tahu yang semakin mendalam.
Selain itu, di penghujung acara juga ada games. Beruntung aku dapat Juara 2 dan bawa pulang tumblr.
Guide juga membawakan tour lebih seru. Bahkan aku berpikir bagaimana mereka bisa menghafal sejarah begitu detailnya.
Kesimpulan
Mengikuti acara Historical Archives Walk Tour memberikan insight yang luar biasa. Kamu juga bisa ikutan tour, jika ada yang tertarik harap kepoin akun resmi Instagram Kota Tua.
Sahabat Senja harus ingat juga bahwa kita jangan sampai melupakan sejarah. Sebaiknya kita harus menjaga dan merawat.