Kalau biasanya healing tipis-tipis sekadar nongkrong di cafe, kali ini cob aktivitas extrem yaitu Canyoning Curug Ciampea Bogor. Curug dengan ketinggian 23 meter, namun ternyata penuh tantangan.
Banyak kejutan yang aku dapat saat mencoba aktivitas canyoning ini. Mulai dari bebatuan licin, hingga melawan derasnya air terjun yang dari kejauhan tidak begitu nampak ganas.
Daftar isi
First Experience Canyoning Curug Ciampea Bogor

Aku pernah memiliki pengalaman panjat tebing atau rafting di alam. Baik itu di bebatuan biasa atau batuan karang yang ada di Kuningan Jawa Barat.
Untuk itu, saat teman mengajak canyoning di curug dengan penuh rasa percaya diri aku iyakan. Gampang lah rafting doang, pikirku saat ikut mendaftar.
Kebetulan untuk canyoning ini ikut open trip. Ada beberapa pilihan curug dari yang pendek hingga paling tinggi. Hanya saja memang saat itu, temanku rencananya canyoning yang 25 meter.
Iseng deh aku tanya “Kenapa tidak yang 75 meter. Apakah tidak terlalu pendek yang 25 meter?’’
Coba deh, Sahabat Senja bayangkan 25 meter itu masih pendek? Terutama buat yang pernah berkunjung ke curug di atas 50 meter.
Konyolnya semua asumsiku terbantahkan. Ketinggian curug memang terdengar tidak seberapa, tetapi saat coba canyoning bikin jantung berirama lebih cepat.
Kenyataan lain juga menampar rasa percaya diriku yang mana rafting di air terjun cukup extrem dan penuh tantangan. Sangat tidak mudah.
Bahkan, aku sudah merasa berkecil hati saat menunggu giliran. Ditambah banyak yang melihat, jiwa introvert-ku semakin meronta-ronta.

Terutama sama backflip yang mana tidak semudah saat dipraktekkan oleh pemandu trip. Ya! Sebelum canyoning ada brief tentang bagaimana cara peserta turun dengan baik dan benar agar menghindar hal yang tidak diinginkan.
Terlebih tidak mengalami cedera, karena canyoning ini bukan sekedar turun biasa. Peserta harus mengatur tali sendiri dengan baik dan benar. Begitu juga saat sesi foto backflip, yang mana ada caranya khusus.
Melihat orang lain meragakan backflip terlihat mudah. Kenyataannya, setelah mencoba langsung sangat sulit. Terutama aku yang jarang sekali olahraga, angkat badan itu berat banget.
Butuh usaha 2-3 kali hingga akhirnya berhasil juga. Canyoning ini memang aktivitas yang penuh dengan tantangan, dan perlu keberanian.
Walau begitu, menariknya canyoning bisa untuk pemula sekalipun. Aku sendiri canyoning di Curug Ciampea ini pengalaman pertama yang seru, melelahkan, namun bikin ketagihan.
Next, mau coba canyoning 75 meter. Ada yang mau ikut? Cek prosesnya di bawah, ya.
Bagaimana Daftar Canyoning Curug di Bogor?

Di Bogor banyak sekali wisata air terjun, yang mana saat ini banyak curug yang dimanfaatkan sebagai wisata canyoning. Dari yang ketinggian 23 meter, hingga paling tinggi di atas 70 meter.
Untuk bisa canyoning bisa ikut open trip. Aku sendiri kemarin di daftarkan teman, yang mana temanku ini daftar kontak penyelenggara dari TikTok @CanyoningBogor.
Cukup kontak adminnya, dan daftar kapan akan kegiatan canyoning. Kalau aku sarankan sih, hari Sabtu. Dengan begitu, hari minggu bisa istirahat karena canyoning doang bikin badan encok 3 hari 3 malam.
Sedangkan untuk biaya trip sendiri menyesuaikan dengan ketinggian curug. Untuk Curug Ciampea dengan ketinggian 23 meyer hanya bayar Rp. 390.000 dengan titik kumpul di Stasiun Bogor.
Bisa juga datang langsung ke basecamp yang mana nantinya biaya trip sedikit lebih murah. Menurutku buat yang dari Jakarta, Depok, Tangerang atau Bekasi lebih baik ambil titik kumpul stasiun Bogor saja.
Dikarenakan dari stasiun Bogor ke lokasi curug membutuhkan waktu sekitar 2 jam dengan kondisi jalan normal. Saat macet, tentunya akan lebih lama.
Biaya Trip Canyoning, Bagaimana dengan Fasilitasnya?
Biaya trip canyoning cukup worth it, karena fasilitas yang di dapat juga banyak. Mulai dari penjemputan dari titik kumpul hingga sampai di basecamp.
Dapat minum dan makanan. Paling penting alat-alat untuk canyoning tersedia lengkap dan dalam kondisi baik. Dengan ini aktivitas extrem ini tetap aman dari segala resikonya.
Tips Canyoning Aman dan Seru
Selain perlengkapan yang lengkap, hal lain yang membuat pengalaman canyoning di Curug Ciampea semakin menyenangkan adalah profesionalisme para guide. Sebelum aktivitas dimulai, peserta akan mendapatkan briefing.
Mulai dari penggunaan alat keselamatan, teknik turun menggunakan tali, hingga posisi tubuh yang benar saat menghadapi derasnya aliran air terjun. Setiap peserta juga didampingi selama proses canyoning.
Salah satunya saat pose untuk dokumentasi. Ada guide khusus yang mengarahkan untuk ganti gaya. Jujur hal tersebut membuat aku sedikit tenang karena tidak perlu bingung mau foto kaya gimana.
Untuk kamu yang penasaran canyoning, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pemula. Diantaranya:
- Menggunakan pakaian nyaman dan mudah kering. Kamu bisa pakai outfits lari atau renang.
- Jangan lupa membawa pakaian ganti karena hampir seluruh tubuh akan basah selama aktivitas berlangsung.
- Perhatikan kondisi fisik tetap sehat dan bugar, karena canyoning membutuhkan tenaga, keseimbangan, serta fokus yang baik saat menuruni tebing dan melewati bebatuan licin.
Kesimpulan
Pengalaman pertama canyoning menyisakan memori paling berkesan. Baik itu, karena adrenalin hingga rasa puas setelah berhasil mengalahkan rasa takut.
Bahkan muncul perasaan bangga ketika berhasil menyelesaikan setiap tantangan yang awalnya terlihat sulit. Ditambah lagi, pemandangan alam menuju Curug Ciampea masih asri, yang mana membantu kamu membuat pengalaman ini terasa berbeda dibanding aktivitas wisata biasa.
Tidak menyesal karena healing bentar ke canyoning curug Ciampea Bogor. Dengan biaya yang relatif terjangkau, fasilitas lengkap, serta pendampingan profesional, aktivitas ini cocok untuk pemula maupun yang ingin mencari pengalaman baru yang memacu adrenalin.
Jika bosan dengan konsep healing yang itu-itu saja, canyoning bisa menjadi cara seru untuk menikmati alam sekaligus menguji keberanian diri sendiri.