1 Hari Jadi Permaisuri di Istana Gyeongbokgung Korea Selatan

Itinerary perjalanan di Korea Selatan yang tidak boleh terlewatkan yaitu menelusuri Istana Gyeongbokgung sambil mengenakan hanbok. Istana di Seoul Korea Selatan ini memang populer di kalangan wisatawan, terutama bagi pecinta drama Korea. 

Tidak hanya itu, hal menarik saat berkunjung ke istana yang dibangun pada masa DInasti Joseon ini bisa sambil mengenakan Hanbok. Untuk pakaian tradisional khas kerajaan Korea Selatan bisa sewa di beberapa outlet yang dekat dengan istana. 

Apa yang Istimewa dari Istana Gyeongbokgung?

Tidak hanya populer sebagai lokasi syuting drama-drama kolosal Korea Selatan, Gyeongbokgung Palace memiliki banyak keistimewaan. Mulai dari sejarah, arsitektur bangunan, hingga budaya yang berkembang di sana. 

1. Sejarah Gyeongbokgung Palace

Berbicara tentang sejarah Istana Gyeongbokgung yang berlokasi di District Jongno Korea Selatan ini didirikan dengan harapan sebagai pusat kemakmuran terhadap dinasti yang berkuasa saat itu. Itulah mengapa diberi nama “gyeongbok” yang memiliki arti istana kebahagiaan yang diberkahi. 

Gyeongbokgung Palace didirikan pada tahun 1395 oleh Raja Taejo yang sekaligus pendiri Dinasti Joseon. Istana di seoul Korea Selatan ini adalah istana terbesar yang menjadi pusat pemerintahan Dinasti Joseon, juga tempat tinggal raja dan keluarga-keluarganya. 

Hanya saja saat Jepang menyerang Korea pada tahun 1592, istana yang memiliki luas 40 hektar sebagian besar rusak hangus terbakar. Selama kurang lebih 273 tahun Gyeongbokgung Palace terbengkalai. 

Raja Gojong yang berkuasa di abad-19 membangun kembali Istana Gyeongbokgung dengan kisaran 7.700 bangunan. Pemulihan dan rekonstruksi istana dilanjutkan pada tahun 1990-an. 

2. Arsitektur Bangunan

Istana Gyeongbokgung memiliki gaya arsitektur khas Dinasti Joseon yang mengedepankan keselarasan dan keseimbangan antara alam dengan nilai-nilai Konfusianisme. Kompleks istana ini dibangun dengan perpaduan pondasi batu yang kokoh, bangunan kayu beratap melengkung, serta tata letak yang simetris untuk mencerminkan keteraturan dan hierarki kerajaan.

Selain berfungsi sebagai pusat pemerintahan, setiap bangunan di Gyeongbokgung memiliki makna simbolis. Seperti, penggunaan warna tradisional Korea, ukiran dekoratif, dan ornamen naga. 

Itu untuk menunjukkan kemegahan sekaligus filosofi budaya Joseon yang menghargai harmoni antara manusia, alam, dan kekuasaan kerajaan.

3. Atraksi Royal Guard Changing Ceremony

Sebagai istana yang terbuka untuk umum, kerap kali terdapat beberapa pertunjukan. Salah satunya atraksi Royal Guard Changing Ceremony atau upacara pergantian penjaga istana di depan Gerbang Gwanghwamun.

Gerbang Gwanghwamun adalah gerbang utama yang menjadi ikon Gyeongbokgung Palace. Gerbang ini nampak gagah, sehingga sering menjadi tempat foto para wisatawan yang berkunjung. 

4. Pavilion Istana Gyeongbokgung

Istana Gyeongbokgung sangat luas, namun ada beberapa tempat yang wajib kamu kunjungi. Aula utama Geunjeongjeon yang biasa digunakan raja mengadakan rapat kerajaan dan menerima tamu penting. 

Mengunjungi paviliun megah yang berdiri di atas kolam bernama Gyeonghoeru Pavilion. Dulunya tempat ini untuk penyelenggaraan jamuan dan acara penting kerajaan. 

Ada juga Hyangwonjeong Pavilion yang berdiri di tengah kolam dan dikelilingi pepohonan rindang. Pavilion ini juga terhubung dengan jembatan merah. 

5. Museum Nasional Rakyat Korea

Di dalam kompleks Gyeongbokgung Palace terdapat Museum Nasional Rakyat Korea. Museum untuk mempelajari lebih detail mengenai kehidupan masyarakat Korea jaman dahulu melalui miniatur kehidupan. 

Pengunjung juga dapat mengenal lebih jauh tentang benda-benda bersejarah, pakaian tradisional, dan lainnya. Jika kamu datang bersama buah hati, terdapat area interaktif untuk belajar sambil bermain. 

Lelahnya Keliling Gyeongbokgung Palace Pakai Hanbok

Setelah keluar exit 5 Stasiun Gyeongbokgung dari jauh tampak gagah Gwanghwamun. Paling aku suka karena belakangnya berlatar Gunung Bugaksan. Ya! Istana Gyeongbokgung memang dikelilingi oleh Gunung Bugaksan dan di bagian selatan sungai Cheonggyecheon. 

Untuk itu, aku merasa saat melihat kemegahan istana Gyeongbokgung seolah berada di Dinasti Joseon. Bahkan saat itu masih tidak menyangka bisa datang langsung ke istana Dinasti Joseon ini, karena seolah melihat lukisan. 

Aku tiba di depan istana sekitar Pukul 11.00, namun ternyata sudah ramai wisatawan. Bahkan beberapa pengunjung sudah selesai berkeliling. Sedangkan aku dan temanku baru mau cari outlet penyewaan hanbok. 

Sewa hanbok di dekat istana ini sudah include tiket masuk ke kompleks istana. Aku sewa hanbok 20.000 won + stying rambut 7.00 won. Cukup mahal, tapi mau bagaimana lagi. 

Btw, Sahabat Senja bicara mengenai keliling istana dengan luas 40 hektar ini sangat menguras tenaga. Di dalam istana biasa saja, selain untuk foto-foto. 

1-2 jam tidak akan cukup keliling kompleks istana, karena aku juga tidak berhasil keliling semua kompleks. Cukup melelahkan karena pakai hanbok, malah baru kepikiran kenapa tidak sewa pakaian khas prajurit saja. lol. 

Walau sangat lelah dan menguras tenaga, tetapi seru juga. Menariknya saat aku tiba di gerbang utama sedang ada pertunjukan Royal Guard Changing Ceremony. Good timing, baget. 

Lokasi Gyeongbokgung Palace 

Liburan ke Korea wajib banget untuk berkunjung ke Gyeongbokgung. Lokasinya masih di Seoul dan mudah diakses dengan transportasi umum naik Subway rute Seoul Subway Line 3 dan turun di Stasiun Gyeongbokgung, serta lanjut pilih Exit 5.

Lokasi lengkapnya berada di 161 Sajik-ro, Jongno District, Seoul, Korea Selatan. 

Penutup

Masih belum puas keliling istana terbesar di Korea Selatan Gyeongbokgung Palace. Semoga ada kesempatan untuk berkunjung lagi. Dikarenakan aku belum sempat juga masuk ke Museum Nasional Rakyat Korea. 

Saat itu, selain sudah kelelahan harus lanjut Perjalanan ke namsan Tower. Lokasinya juga tidak jauh dari istana. 

Tinggalkan komentar