Pengalaman Canyoning 90M di Curug Pasker Bogor

Sahabat Senja, aku mau berbagi pengalaman canyoning lagi. Kali ini canyoning di Curug Pasker Bogor yang memiliki ketinggian sekitar 90 meter, yang mana sebelumnya aku sudah canyoning di curug 23 meter dan 75 meter. 

Sebetulnya, berencana canyoning di curug 80 meter terlebih dahulu, tetapi karena sedang ada promo akhirnya memutuskan untuk ke curug 90 meter terlebih dahulu. Promo ini khusus untuk opening Curug Pasker. 

Canyoning di Curug Pasker Bogor

keseruan canyoning curug 90 meter pasker bogor

Dari pengalaman pertama canyoning, ternyata muncul sensasi yang membuat aku ingin mencoba hal baru di curug dengan ketinggian berbeda. Ini bukan sekadar karena aku selalu tertarik dengan aktivitas outdoor yang menantang, tetapi buat aku setiap canyoning selalu punya cerita yang berbeda. 

Sama halnya dengan seorang atlet yang rajin berlatih setiap hari, mereka bisa melakukan evaluasi rutin untuk mendapatkan hasil maksimal. Begitu juga dengan canyoning, yang mana terlihat hanya sekadar menuruni curug tetapi perlu teknik tertentu. 

Teknik mengulur tali, mengatur tubuh maupun kaki yang mana perlu juga kekuatan fisik Terutama tangan kanan, karena semakin tinggi curug proses mengulur tali juga semakin berat dan memerlukan tenaga yang besar. 

Dalam hal ini untuk bisa canyoning dengan baik, setidaknya perlu juga latihan fisik rutin. Entah itu pull up, lari, dan olahraga otot lainnya. Dengan begitu, setiap olahraga itu perlu diimbangi dengan olahraga fisik lainnya. 

Btw, disini aku tidak akan membahas latihan fisik canyoning, tetapi aku ingin berbagi pengalaman seru canyoning Curug Pasker. Seperti, yang disinggung sebelumnya selalu ada cerita yang berbeda. 

Misalnya pelangi yang muncul di Curug Kembar, maka cerita dari Curug Pasker yaitu:

Gagal Menginap di Basecamp

Pengalaman dari canyoning di curug kembar yang ternyata pesertanya banyak, maka kali ini memutuskan menginap di basecamp. Tujuannya juga agar bisa masuk kloter 1, sehingga bisa pulang lebih awal juga. 

Ternyata peserta yang daftar sangat banyak, mungkin karena harga promo juga. Peserta lain juga banyak yang memilih menginap di basecamp, sehingga membuatku urung untuk mengikuti rencana awal ini. 

Akhirnya memutuskan pindah ke kloter 2 dengan penjemputan di Stasiun Bogor pukul 07:00. Kloter 2 yang berangkat bareng dari Stasiun Bogor totalnya hanya 7 orang dan tidak menunggu lama, perjalanan menuju curug dimulai. 

Perjalanan Melewati Area Persawahan Saat Cuaca Panas

area pesawahan jalur menuju curug pasker

Ada yang menarik dengan lokasi Curug Pasker ini, yang mana untuk menuju curug harus melewati area persawahan. Dari kejauhan air terjun sudah nampak terlihat jelas, hanya saja perjalanan menuju basecamp di dekat curug tersebut cukup menantang.

Menantang karena tiba di lokasi saat matahari semakin di atas. Terik matahari terasa begitu menyengat, terutama harus melewati area sawah yang mana panasnya semakin terasa. Berbeda dengan Curug CIampea dan Curug Kembar, jalur menuju curug lebih adem. 

Walau begitu, tidak aku pungkiri pemandangan sawah menjadi kejutan tersendiri di tengah perjalanan. Setelah sebelumnya membayangkan perjalanan canyoning yang identik dengan hutan dan perbukitan, melewati persawahan membuat suasananya terasa berbeda.

Dekat dengan Curug Lain

wisata curug dan camp di bogor

Aku sempat kaget saat tiba di lokasi parkiran menuju Curug Pasker, karena banyak juga pengunjung yang terlihat ada yang membawa trekking pole. Awalnya aku kira mereka akan berkunjung ke Curug Pasker, ternyata tebakan aku salah. 

Di dekat Curug Pasker ada wisata glamping dan camping di area sawah. Selain itu, ada juga wisata curug lain yaitu Curug Cikawah. 

Sempat Khawatir Karena Hujan Turun

Canyoning di Curug Pasker ini pesertanya terbilang banyak, sehingga saat aku tiba di lokasi curug tetap harus menunggu antrian terlebih dahulu. Ini karena, kloter 1 saja belum selesai semua. 

Aku memahami kondisi tersebut, hanya saja yang aku khawatirkan itu turun hujan. Mengingat malam sebelumnya Bogor habis dilanda hujan, dan awan abu juga muai menghiasi langit. 

Benar saja, ketika giliranku tinggal beberapa peserta lagi perlahan rintik hujan turun. Lambat laun, hujan semakin besar walau masih dalam kategori yang tidak terlalu besar. Kegiatan canyoning tetap berjalan karena hujan masih dalam kondisi aman, tetapi semakin besar kegiatan dihentikan sebentar. 

Kabar baiknya hujan yang mengguyur hanya sebentar dan aku bisa canyoning hari itu juga. Jujur, kalau harus reschedule akan lebih melelahkan harus balik lagi ke bogor. 

Btw, perihal kondisi force majeure seperti ini, saat briefing panitia sudah memberikan informasi kalau hujan bisa saja kegiatan dihentikan. Misalnya saat debit air terjun besar dan ada petir. 

Canyoning 90 Meter yang Memuaskan

Terlepas dari gagal menginap di basecamp, hingga diguyur hujan, canyoning curug 90 meter cukup memuaskan. Ini karena secara keseluruhan kegiatan berjalan dengan lancar. 

Jalur yang ternyata tidak begitu sulit, dan aku berhasil mengabadikan momen dengan mencoba beberapa pose yang sebelumnya gagal dilakukan. Salah satunya adalah pose spiderman dan kayang.

rekomendasi gaya pose canyoning

Penutup

Pengalaman canyoning 90 meter di Curug Pasker cukup memuaskan dengan rencana dan cerita perjalanan yang membuat sebuah cerita ini begitu lengkap. Ada duka dan ditutup dengan suka. 

Dari sini ternyata aku juga bisa belajar untuk berani dan melewati tantangan dengan baik. Terutama, belajar bertanggung jawab dengan pilihanku sendiri, karena bisa  saja aku memilih menyerah mengingat ketinggian curug mencapai 90 meter. Hasilnya canyoning di curug 90 meter ini ternyata berjalan dengan lancar. 

Sahabat Senja, jika tertarik dengan kegiatan canyoning bisa coba dari curug yang pendek terlebih dahulu. Jika ada budget atau waktu senggang tidak ada salahnya mencoba curug lain. 

Tinggalkan komentar