Santai Sejenak di Alun Alun Wonosobo


Saat membicarakan apa saja yang akan dilakukan saat di Wonosobo, kami memutuskan dari Lontong Tetel untuk mampir ke alun alun. Ruang publik yang biasanya jadi icon kota di berbagai wilayah Indonesia.

Berkunjung ke alun-alun juga menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi saat berkunjung ke suatu kota atau daerah. Tentunya, selain wisata populer yang banyak dibicarakan.

Sejarah Alun Alun Wonosobo

Alun-Alun Wonosobo adalah ruang publik yang terletak di jantung kota, namun ada hal menarik mengenai sejarahnya. Konon dulunya, alun-alun ini menjadi pertemuan 5 jalan besar yang menghubungkan kota-kota di Jawa Tengah dan ditandai dengan Monumen Simpang Lima Gumuk.

Makin penasaran dengan sejarahnya?

Dibangunnya Monumen Simpang Lima Gumuk merupakan sebuah simbol titik pertemuan Lima jalan besar tersebut. Hingga, pada tahun 1812 terjadi gempa bumi yang melanda Wonosobo dan sekitarnya.

Gempa dahsyat yang mengakibatkan kerusakan besar dan merenggut banyak korban jiwa. Lalu, setelah gempa tumbuh Pohon Beringin di Tengah alun-alun yang menjadi simbol kekuatan masyarakat Wonosobo.

Informasi Dari temanku juga ada ciri khas alun-alun di beberapa kota Jawa Tengah. Kebanyakan ada Pohon beringin di tengah-tengah alun-alun.

Selain itu, sejarah juga menyebutkan bahwa pada masa penjajahan Belanda, Alun-Alun Wonosobo menjadi tempat pertemuan pahlawan nasional. Seperti Soedirman dan Ki Hajar Dewantara dalam merencanakan perlawanan pemerintahan Belanda.

Bahkan terdapat tugu peringatan dalam mengenang jasa para pejuang kemerdekaan dalam pertempuran Ambarawa tahun 1946. Tugu ini juga menjadi simbol semangat perjuangan dan nasional is masyarakat Wonosobo.

Daya Tarik Alun-Alun Wonosobo

Jujur aku tidak menyangka kalau Alun-Alun Wonosobo menyimpan sejarah tentang perjuangan kemerdekaan. Walau begitu, ada hal yang membuat aku jatuh cinta dengan alun-alun Kota di Atas Awan ini.

Saat pertama kali menginjakkan kaki di Alun-Alun Wonosobo, entah kenapa aku merasa seperti sedang kembali ke Indonesia pada masa lampau. Gedung tua peninggalan zaman dulu dan vibesnya itu sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Aku merasakan suasana yang tenang, nuansa Jawa begitu kental, dan bangunan-bangunan tua di sekitarnya seolah menyimpan banyak cerita.
Lalu, di tengah alun-alun, berdiri pohon beringin yang menjadi bagian dari pemandangan khas tempat ini.

Sementara itu, ada gazebo di sisi alun-alun seolah mengundang siapa saja untuk duduk sejenak, melepas lelah, atau sekadar menikmati suasana kota.

Pemandangan sederhana itu membuatku teringat pada gambaran kota-kota Jawa zaman dahulu. Ketika alun-alun bukan hanya sekadar ruang terbuka, tetapi juga menjadi tempat masyarakat berkumpul, bercengkerama, dan menikmati waktu bersama.

Aku hampir tidak pernah jatuh cinta pada suatu daerah karena alun-alunnya, tetapi Wonosobo itu beda. Aku suka berada di alun-alun ini, tempatnya tidak mewah namun meninggalkan kesan mendalam.

Aku juga kepikiran untuk balik lagi ke Wonosobo. Explore kotanya lebih detail, terutama kuliner yang mana di dekat alun-alun banyak tempat kuliner.

Ini aku temukan saat perjalanan menuju Rockwood Cafe yang jaraknya 1.2 km. Memang nekat dengan beban carrier cukup berat di pundak, tetapi berkat itu aku tahu sedikit tentang Wonosobo.

Aktivitas di Alun-Alun

Terdapat berbagai aktivitas di sini, untuk anak-anak, remaja maupun dewasa. Entah sekedar bersantai, bermain dengan buah hati, atau mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

Ya! Saat aku tiba di alun-alun, ternyata ada anak-anak yang sedang persiapan untuk latihan basket. Disisi lain terdapat anak paskibra SMA tengah latihan baris-berbaris.

Btw, untuk anak-anak ada tempat bermain khusus, seperti fasilitas perosotan. Dan lokasinya juga dekat dengan sekolahan, sehingga wajar banyak anak-anak yang main ke sini.

Alun-alun sebagai ruang hijau publik memang diperuntukan untuk masyarakat bisa bermain sepuasnya. Aku yakin kalau malam minggu pasti ramai, seperti alun-alun daerah lain di Indonesia.

Kesimpulan

Mengunjungi alun-alun di Wonosobo tidak ada dalam agenda, hanya saja mengingat masih banyak waktu kosong, sehingga memutuskan untuk mampir terlebih dahulu.

Ternyata Itu keputusan yang tepat karena alun alun Wonosobo, ruang publik yang memiliki sejarah panjang. Tempat yang bisa untuk berbagai aktivitas dengan nyaman.

Hal tersebut yang mungkin membuatku jatuh hati pada Alun-Alun Wonosobo. Suasana mengingatkan aku juga ke Indonesia zaman dulu.

Tinggalkan komentar