Sahabat Senja, ada yang punya mimpi liburan ke Eropa? Sebelum membuat itinerary, membuat visa schengen perlu untuk diperhatikan dari jauh hari, karena tanpa visa akam sulit berkunjing ke negara Eropa impian kamu.
Ini juga bertujuan, agar semua itinerary, barang yang akan dibawa, hingga pembelian tiket pesawat dan hotel tidak sia-sia karena tidak ada visa. Unyuk iti, membuat visa terlebih dahulu penting agar perjalanan sesuai rencana.
Cara Membuat Visa Schengen

Visa Schengen adalah izin kunjungan singkat yang memungkinkan pemegangnya bepergian ke negara-negara kawasan Schengen hingga 90 hari dalam periode 180 hari. Bagi pemegang paspor Indonesia, visa ini umumnya diperlukan untuk kunjungan singkat ke kawasan tersebut.
Lalu, bagaimana cara membuat visa Schengen dan dokumen apa saja yang perlu dipersiapkan? Simak panduan berikut sebelum merencanakan perjalanan ke Eropa.
1. Tentukan Negara Tujuan
Langkah pertama dalam mengurus visa Schengen adalah menentukan negara tujuan utama. Jika kamu berencana mengunjungi beberapa negara sekaligus, pengajuan visa dilakukan melalui negara tempat kamu akan menghabiskan waktu paling lama.
Misalnya, kamu ingin mengunjungi Prancis, Italia, dan Swiss. Jika durasi kunjungan terlama berada di Prancis, pengajuan visa dilakukan melalui otoritas Prancis yang berwenang. Jika durasi kunjungan sama di beberapa negara, pengajuan dilakukan melalui negara yang pertama kali dikunjungi.
Pastikan kamu memeriksa prosedur melalui situs resmi kedutaan atau penyedia layanan visa resmi negara tujuan.
2. Siapkan Dokumen Persyaratan Visa Schengen
Setelah menentukan negara tujuan, siapkan dokumen yang dibutuhkan. Persyaratan dapat berbeda sesuai negara dan tujuan perjalanan, tetapi secara umum meliputi:
- Paspor yang masih berlaku dan memenuhi ketentuan masa berlaku.
- Formulir permohonan visa yang telah diisi.
- Foto sesuai standar yang ditentukan.
- Bukti asuransi perjalanan medis.
- Rencana perjalanan atau itinerary.
- Bukti reservasi akomodasi dan perjalanan.
- Bukti kemampuan finansial, seperti rekening koran.
- Dokumen pendukung sesuai tujuan perjalanan, misalnya surat keterangan kerja atau surat undangan.
Periksa kembali persyaratan terbaru dari otoritas negara tujuan. Pastikan semua informasi pada dokumen sesuai dengan rencana perjalanan yang sebenarnya.
3. Ajukan Permohonan dan Jadwalkan Biometrik
Setelah dokumen lengkap, langkah berikutnya adalah mengisi formulir dan membuat janji pengajuan apabila diwajibkan. Pemohon umumnya perlu datang untuk menyerahkan dokumen dan memberikan data biometrik, seperti sidik jari, sesuai ketentuan yang berlaku.
Pengajuan visa Schengen dapat dilakukan paling awal enam bulan sebelum tanggal perjalanan dan umumnya harus diajukan paling lambat 15 hari kalender sebelum keberangkatan. Meski demikian, sebaiknya urus visa jauh-jauh hari untuk mengantisipasi antrean janji temu atau permintaan dokumen tambahan.
Waktu pemrosesan normal umumnya sekitar 15 hari kalender setelah permohonan diajukan, tetapi dapat diperpanjang hingga 45 hari dalam kondisi tertentu. Karena itu, jangan menunggu hingga mendekati tanggal keberangkatan.
4. Pertimbangkan Menggunakan Jasa Pengurusan Visa Schengen
Bagi kamu yang baru pertama kali bepergian ke Eropa, proses administrasi visa mungkin terasa cukup rumit. Memeriksa persyaratan, menyusun dokumen, hingga mengatur jadwal pengajuan yang membutuhkan ketelitian.
Dalam situasi ini, menggunakan jasa pengurusan visa Schengen dapat menjadi pilihan untuk membantu mempersiapkan dokumen dan memahami tahapan pengajuan. Kamu bisa mencari penyedia layanan yang transparan mengenai biaya, ruang lingkup bantuan, serta prosedur yang harus dilakukan pemohon.
Namun, perlu diingat bahwa penggunaan jasa tidak menjamin visa disetujui. Keputusan akhir tetap berada di tangan otoritas negara yang memproses permohonan.
5. Kapan Perlu Menggunakan Jasa Pembuatan Visa Eropa?
Jika kamu memiliki jadwal perjalanan yang padat, bepergian bersama keluarga, atau berencana mengunjungi beberapa negara, bantuan profesional dapat memudahkan persiapan administrasi.
Memilih jasa pembuatan visa Eropa bisa membantu kamu memahami daftar dokumen, memeriksa kelengkapan berkas, dan mengatur proses pengajuan sesuai ketentuan. Meski begitu, pastikan penyedia layanan memberikan informasi yang jelas dan tidak menjanjikan persetujuan visa.
Tetap periksa informasi melalui situs resmi kedutaan atau penyedia layanan visa yang ditunjuk. Kamu juga perlu memastikan dokumen yang diajukan benar dan sesuai kondisi sebenarnya.
Kesimpulan
Cara membuat visa Schengen dimulai dengan menentukan negara tujuan utama, menyiapkan dokumen persyaratan, mengajukan permohonan, dan mengikuti prosedur biometrik jika diperlukan.
Agar persiapan perjalanan lebih terarah, mulailah mengurus visa sejak jauh hari. Jika membutuhkan bantuan administratif, jasa pengurusan visa Schengen maupun jasa pembuatan visa Eropa dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan.
Dengan persiapan yang matang dan dokumen yang lengkap, kamu bisa merencanakan perjalanan ke Eropa dengan lebih tenang. Jangan lupa, selalu gunakan informasi resmi sebagai acuan utama sebelum mengajukan permohonan visa.