Kompleks Candi Arjuna, Wisata Sejarah di Dieng

Dieng tidak hanya menawarkan wisata alamnya yang indah, melainkan terdapat situs candi yaitu Kompleks Candi Arjuna sebagai wisata sejarah yang wajib dikunjungi. Lokasinya sangat strategis karena berada di jalan utama. 

Kompleks candi ini akan menjadi perjalanan wisata di dieng menjadi lebih lengkap. Terlebih jika mengajak anak-anak, seperti saat liburan akhir tahun kemarin yang mana aku ajak si Bule dn dia sangat antusias. 

Wisata Sejarah Candi Arjuna Dieng

Tidak pernah terbayangkan jika candi arjuna lokasinya dekat dengan penginapan. Jalan kaki 3 menit sudah sampai di kompleks candi yang didalamnya terdapat 5 bangunan candi utama. 

Jadi, paham kan kenapa dinamai kompleks candi, karena didalamnya tidak hanya ada Candi Arjuna, melainkan ada Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dn Candi Sembadra. 

Kompleks Candi Arjuna Dieng memiliki luas sekitar 1 hektar. Lokasinya berada di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. 

Sejarah Kompleks Candi Dieng 

Dari ornamen yang ditemukan pada setiap candi, bahwa setiap candi dibangun pada abad berbeda. Berdasarkan penelitian sejarah candi arjuna dibangun paling awal dan Candi Sembrada paling akhir. 

Hal tersebut terlihat dari gaya bangunan, yang mana Candi Arjuna memiliki gaya bangunan yang kental dengan candi-candi india. Candi Arjuna dibangun pada abad ke-8 dan Masehi oleh Dinasti Sanjaya dari Mataram Kuno. 

Berbeda dengan Candi Sembrada yang memiliki ciri khas gaya bangunan ada unsur kebudayaan lokal. Walau begitu memiliki ornamen hampir sama. 

Ornamen pada setiap bangunan candi terdapat penil, kala, makara, jalatmara, istadewata, dan antefik. Di setiap candi, juga terdapat diksa yang berfungsi sebagai jalur bagi umat untuk mengelilingi candi sebelum masuk ke area candi utama.

Candi Arjuna Dieng ditemukan pada abad ke-18 oleh tentara Belanda bernama Theodorf Van Elf. Kondisi Candi Arjuna saat pertama kali ditemukan yaitu tergenang air dan penyelamatan dilakukan 40 tahun kemudian oleh H. C. Cornelius yang berkebangsaan Inggris. Lalu, upaya penyelamatan Candi Arjuna dilanjutkan oleh J. Van Kirnbergens. 

Wisata Kompleks Candi Arjuna 

Candi Arjuna menjadi saksi sejarah yang masih bertahan hingga saat ini. Kehadirannya tidak hanya menjadi pelengkap wisata Dieng, melainkan sebagai pengingat akan tradisi dan kebudayaan yang tidak lekang oleh waktu. 

Dimana hal tersebut bahwa hingga saat ini Candi Arjuna menjadi lokasi upacara Galungan. Untuk itu, saat berkunjung ke sini wisatawan harus mengenakan kain jarik yang sudah pengelola siapkan sebagai bentuk menghargai kebudayaan di sana. 

Menurutku hal tersebut menjadi ciri khas wisata sejarah dan budaya di Dieng. Pengunjung tidak hanya menyaksikan bangunan yang sudah berusia ribuan tahun, melainkan menikmati tradisi yang akan terus melekat. 

Sejatinya budaya akan terus lestari jika dikenalkan dari satu generasi ke generasi lainnya. Untuk itu, aku sendiri senang mengajak si kecil mengunjungi tempat-tempat bersejarah. 

Kebetulan Curug Arjuna menawarkan paket lengkap antara wisata sejarah, budaya, dan alam. Menariknya tiket masuk candi arjuna sangat ramah di kantong dan satu tiket masuk dengan wisata Kawah Sikidang. 

Aku sangat suka ketika memasuki kompleks candi, karena ada pohon besar yang nampak rindang. Selain itu, ditemui bunga bokor Khas Dieng yang cantik. 

Suasananya juga sejuk, terutama karena aku berkunjung di musim hujan. Ketika suhu mencapai minus bahkan sering muncul butiran embun menjadi es. 

Saat aku berkunjung cuaca memang dingin, menusuk kulit-kulit tubuh. Hanya saja masih bisa ditahan, belum yang ekstrim. 

Belanja Oleh-Oleh Khas Dieng

Sebelum masuk candi Arjuna ada toko yang menjual aneka buah tangan. Mulai dari, kaos, topi, hingga makanan khas Dieng. 

Dieng terkenal dengan olahan Carica, cabe gendot besar, kentang, dan ubi yakon. Ada juga keripik kentang mentah warna-warni. 

Beli oleh-oleh saat keluar kawasan candi Dieng, cukup murah. Buat kamu yang mau berkunjung ke Dieng, tidak ada salahnya beli oleh-oleh di sana. 

Dengan begitu, saat berkunjung ke objek wisata selanjutnya tidak perlu pusing mau beli oleh-oleh apa. Harga juga terbilang murah dan sesuai dengan yang ditawarkan. 

Dari Kompleks Candi Arjuna, aku dan rombongan melanjutkan perjalanan wisata ke Kawah Sikidang yang ternyata plot twist di sana malah kena ‘’Prank”. 

Antara syok, kesal, dan lelah. Bisa-bisanya ke luar objek wisata malah terperangkap di labirin yang membuatku main tebak-tebakan ‘’Pintu keluarnya satu putaran lagi”. Entah sampai putaran keberapa hingga benar-benar keluar dari Kawah Sikidang. 

Tinggalkan komentar