Kena ‘’Prank’’ di Kawah Sikidang Dieng

Pertama kali ke Dieng selalu mendapatkan kejutan tidak terduga, tidak hanya pemandangan indahnya dan wisata sejarahnya. Kejutan lain ternyata sudah menanti di Kawah Sikidang Dieng. 

Dalam perjalanan, dari kejauhan sudah nampak kepulan asap kawah yang membumbung tinggi ke langit. Kalau kata Si Bule ‘’Kentutnya Bumi ya, Mah.’’ 

Masalahnya ada hal yang tidak pernah aku bayangkan di wisata kawah terbesar di Dieng ini. Memunculkan perasaan ‘’kapok”, tapi pengin datang lagi. 

Mengenal Lebih Dekat dengan Kawah Sikidang  

Kawah Sikidang adalah kawah yang berada di ketinggian 2000 mdpl dengan luas 13 hektar. Kawah ini terdiri atas kawah utama dengan lumpurnya yang seolah berpindah dari lubang satu ke lubang lainnya. 

Dari sanalah, diberi nama Kawah Sikidang karena menyerupai Kijang yang tengah meloncat-loncat. Kijang sendiri merupakan hewan sejenis rusa yang terkena gesit dan habitatnya di pegunungan. 

Ada juga mitos yang berkembang bahwa Kawah Sikidang diambil dari nama pangeran Kidang Garungan. Cerita yang beredar bahwa pangeran mendapatkan penghianatan dan dikubur dalam sumur buatannya. Lalu, sumur meletus dan mengeluarkan lumpur panas, serta uap belerang. 

Terlepas dari mitos, Kawah Sikidang terbentuk karena letusan gunung vulkanik purba yang hingga saat ini masih aktif. Menatilnua titik sembutan lumur berpindah temoat setiap 3-4 tahun sekali. 

Suhu panasnya berkisar antara 80-90 derajat celcius dan mengeluarkan uap gas belerang (H2S), serta karbon dioksida. Lalu, di tepi kawah terdapat endapan mineral berwarna-warni, seperti kuning, putih, dan merah. 

Selain kawah utama, terdapat juga beberapa kawah kecil di sekitar kawasan wisata Kawah Sikidang. Kawah-kawah kecil tersebut disebut juga satelit yang mengeluarkan uap dari dalam tanah. 

Suasana di Area Kawah

Wisata Kawah Sikidang, sama seperti kawah lain yang ada di Indonesia. Saat masuk ke kawasan kawah tercium aroma belerang yang menyengat dan mengganggu indera penciuman. 

Untuk itu, saat berada di area kawah disarankan untuk memakai masker agar pernafasan menjadi lebih nyaman. Mungkin, sedikit mengganggu, tetapi baik untuk kenyamanan dan kesehatan. 

Apalagi jika area kawah terbilang luas, seperti Kawah Sikidang. Dari pintu masuk harus berjalan kaki menyusuri jembatan kayu yang cukup panjang. Jembatan kayu ini memiliki nama yaitu jembatan kayangan. 

Tantangannya saat high season, karena ramai pengunjung. Mau tidak mau, jalan menjadi lebih lambat. Bergantian lewat, dan bahkan harus menunggu karena ada yang sedang foto. 

Maklum saja karena memang seperti itu adanya saat di objek wisata. Hal itu juga yang terjadi saat aku menyusuri Kawah Sikidang, karena liburan kesana di akhir tahun. 

Masih cukup ramai wisatawan, sehingga harus sabar. Untuk itu, aku menikmati setiap momen yang terjadi di objek wisata Kawah Sikidang, walau aroma belerang sedikit mengganggu pernafasan.

Kena ‘’Prank’’ Saat Keluar dari Kawasan Kawah

Ada yang bikin aku shock di sini dan menjadi pengalaman pertama ke objek wisata yang malah kena ‘’prank’’. Setelah memutari kawah, aku langsung ambil arah pintu keluar. Kebetulan si kecil juga ingin ke toilet. 

Kalian tahu apa yang terjadi setelah dari toilet? 

Ternyata arah keluarnya itu harus berputar-putar. Seolah berada di dalam labirin, yang mana setelah putaran kesatu, harus berputar lagi, dan seterusnya hingga menemukan pintu keluar ke jalan utama. 

Jujur… antara kena prank juga karena harus berputar-putar. Lelahnya itu sangat terasa dan ternyata setelah aku buat konten di IG, banyak pengunjung yang merasakan hal sama. Merasa kena ‘’Prank’’ dan kapok. 

Ya! Memang bikin kapok, tapi kayaknya aku kalau kesana lagi tidak apa-apa, deh. 

Ternyata untuk jalan keluar agar tidak melewati labirin pasar, harus balik arah ke pintu masuk yang pertama. Jadi bisa hemat tenaga juga. Kasihan kalau ada orang tua yang memang tenaganya sangat terbatas. 

Btw, jalan ke luar itu sebetulnya melewati pasar UMKM. Jadi wisatawan bisa beli beberapa oleh-oleh khas Dieng dan terbilang murah. 

Perbedaan harga cukup jauh, yang mana saat aku beli kaos buat si kecil di pasar satu stel itu Rp. 40.000. Ternyata di pasar Kawah Sikidang ada yang 100 ribu dapat 4 pcs atau 3 pcs, menyesuaikan dengan jenis bahan. 

Tiket Masuk Kawah Sikidang 

Objek wisata Dieng itu terbilang murah, tiket masuk kawah sikidang satu paket dengan kompleks Candi Arjuna. Jadi, kalau kamu sudah bayar di Candi Arjuna, ke Kawah Sikidang tinggal masuk saja. 

Begitu juga sebaliknya, yang mana tiket masuk kawah sikidang + candi arjuna yaitu Rp. 30.000. Tiket tersebut di luar biaya parkir kendaraan. 

Lokasi Kawah Sikidang 

Walau tiket masuk bisa sekalian dengan Candi Arjuna, tetapi lokasi dua objek wisata Dieng ini berbeda. Jarak keduanya sekitar 2.6 km dengan jarak tempuh sekitar 10 menit, jika tidak macet. 

Kawah Sikidang berlokasi di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. 

Yang belum kesini, gas liburan. Barangkali mau menantang diri sendiri buat keliling pasar Kawah Sikidang. Asal jangan lupa bawa budget banyak, terutama yang lapar mata. 

Tinggalkan komentar