Keseruan Naik Kereta Wisata Ambarawa ke Stasiun Tuntang

Sahabat Senja, salah satu aktivitas yang bisa dilakukan saat berkunjung ke Museum Kereta Api Ambarawa yaitu naik kereta wisata. Kereta ini beroperasi menuju stasiun bersejarah, yaitu Stasiun Tuntang. 

Kereta wisata tersebut tidak sekadar untuk menikmati sensasi perjalanan naik lokomotif yang pernah beroperasi di Indonesia. Lebih dari itu, bisa sekalian memanjakan mata dengan pemandangan pegunungan, area persawahan, hingga menelusuri sejarah Stasiun Tuntang. 

Serunya Naik Kereta Wisata Ambarawa

naik kereta wisata ambarawa untuk menyusuri jejak sejarah stasiun tuntang

Kereta Wisata Ambarawa adalah salah satu travel experience yang bisa pengunjung coba saat berada di Museum Kereta Api Ambarawa. Sebagai salah satu destinasi ikonik, Stasiun Ambarawa sendiri memang tidak beroperasional untuk perjalanan KAI reguler. 

Stasiun Ambarawa menjadi salah satu Museum Kereta Api Indonesia untuk mengenal sejarah perkeretaapian di Indonesia. Terdapat juga, berbagai jenis lokomotif peninggalan kolonial Belanda. Salah satu, destinasi yang ditawarkan yaitu Kereta Wisata menuju Stasiun Tuntang. 

Hal unik naik kereta wisata Ambarawa yaitu jenis kereta yang digunakan berupa lokomotif uap. Lokomotif uap ini peninggalan Belanda yang usianya lebih dari 100 tahun, tetapi masih berfungsi baik. 

Berbeda dengan naik kereta api saat ini yang lebih modern, ada sensasi yang membuat pengalaman naik lokomotif tidak akan terlupakan. Berikut keseruan naik kereta wisata Ambarawa – Tuntang. 

Getaran Lokomotif yang Cukup Bikin Deg-Degan

Ini pengalaman pertamaku naik kereta lokomotif dengan jarak yang cukup jauh memakan waktu sekitar 40 – 60 menit atau setara dengan 4km. Sensasinya cukup bikin jantung dag-dig-dug, karena naik lokomotif uap ternyata guncangan saat kereta berjalan sangat terasa.

Ada perasaan takut jauh, tetapi aman-aman saja, ya. Ini hanya perasaan saja, karena baru pertama kali sehingga sedikit negatif thinking. Walau begitu, seru bisa naik lokomotif yang usianya ratusan tahun. 

Menikmati View Pegunungan yang Menenangkan Hati

pemandangan pegunungan dari kereta wisata lokomotif ambarawa

Jarak perjalanan 40 – 60 menit itu, bukan perjalanan sebentar, tetapi sangat memuaskan karena vie yang disuguhkan sangat indah. Stasiun Ambarawa sendiri memang berlokasi di Kecamatan Ambarawa – Kabupaten Semarang yang mana dikelilingi Gunung Ungaran, Gunung Merbabu, dan Gunung Telomoyo. 

Itulah mengapa, selama di perjalanan akan disuguhi keindahan dari ketiga gunung besar di Jawa Tengah tersebut. Terlebih, penumpang kereta juga bisa menyaksikan luasnya Rawa Pening yang merupakan danau alami. 

Pemandangan Area Persawahan 

View pegunungan memang sangat memanjakan mata, ditambah jalur kereta yang melewati area persawahan. Aku senang sekali karena bisa menyaksikan burung-burung berwarna putih yang biasa ada di sawah, yaitu burung Kuntul atau Bangau Putih. 

Menyusuri Jejak Sejarah di Stasiun Tuntang

Kereta wisata yang aku naiki hanya menuju Stasiun Tuntang. Stasiun tua yang dibangun oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) pada tahun 1871. Untuk, operasionalnya sendiri baru dibuka pada 21 Mei 1873. 

Saat ini Stasiun Tuntang menjadi destinasi wisata yang dikelola oleh Kereta Api Indonesia. Daya tarik Stasiun Tuntang yaitu, wisata sejarah untuk mengenal lebih dekat bagaimana perkeretaapian di Indonesia. 

lokomotif tua stasiun tuntang

Selain itu, beberapa lokasi, cocok untuk bersantai dan buat kamu yang suka fotografi bisa ambil banyak foto ciamik. Apalagi ada kereta tua yang sudah berkarat dan menarik untuk diabadikan. 

Pertunjukan Tarian Tradisional dan Kuliner Makanan Lokal

kuliner makanan lokal di stasiun tuntang

Saat tiba di Stasiun Tuntang aku excited sekali karena sedang ada pertunjukan tari tradisional. Ditambah, terdapat beberapa penjual makanan lokal khas Jawa Tengah.

Sayangnya aku tidak sempat kulineran, karena terlalu asyik ambil foto dan tidak lama kemudian harus naik kereta lagi untuk kembali ke Ambarawa. Apakah ini pertanda aku harus balik lagi ke Ambarawa? 

Tiket Kereta Wisata Ambarawa dan Jam Operasional

Sahabat Senja, untuk bisa naik kereta wisata harus membayar tiket lagi. Jadi iket masuk ke museum kereta api dengan naik keretanya terpisah, yang mana ada dua pilihan tiket yaitu reguler dan VIP/AR. 

Untuk tiket reguler cukup mengeluarkan kocek Rp. 80,000, sedangkan untuk tiket VIP/AR sekitar Rp. 150.000. Harga tiket bisa berubah, terutama untuk kunjungan di weekend. 

Jam operasional kereta wisata sendiri dari pagi sampai sore, sekitar pukul 09:30, 11:00, 12:30, 14:00, dan 15:30. Bisa juga konfirmasi kepada petugas untuk jadwal keberangkatan kereta wisata. 

Kesimpulan

Naik kereta wisata Ambarawa menuju stasiun Tuntang menjadi pengalam berharga yang tidak terlupakan. Bisa menikmati sensasi naik lokomotif uang yang berisik dan guncangan yang sangat terasa. 

Selain itu, bisa menikmati keindahan gunung besar di Jawa Tengah, yaitu gunung ungaran, merbabu, dan telomoyo. Lebih menarik lagi karena aku bisa menyaksikan bangau putih terbang di area persawahan. 

Tentunya bisa mengenal sejarah stasiun Tuntang lebih dekat, menyaksikan tarian tradisional, dan kuliner. Untuk itu, berkunjung ke Ambarawa menjadi pilihan terbaik untuk mengisi liburan.

Tidak hanya untuk rehat dari aktivitas sehari-hari, melainkan bisa mengenal sejarah dan menikmati experience baru naik lokomotif tua. Oleh karena itu, jadikan Ambarawa sebagai salah satu destinasi wisata kamu, karena tidak jauh dari AMbarawa juga ada resort mewah dengan fasilitas lengkap. 

Tinggalkan komentar