Balik ke Cikarang kali ini setelah mudik dari Kuningan aku putuskan buat naik Kereta Ekonomi Jarak Jauh. Ternyata sekarang KAJJ kelas Ekonomi jauh berbeda dengan dulu.
Jujur kalau naik kereta ekonomi agak malas karena kursinya keras dan berhadapan dengan penumpang lain. Kalau satu kursi kenal semua tidak masalah, tetapi orang asing sama sekali tidak dikenal sering merasa tidak nyaman.
Akan tetapi, info dari tan sekarang ada KAJJ New Generation yang lebih nyaman. Kalau beruntung malah bisa dapat tiket yang lebih ekonomis lagi under Rp. 100.000. Masa sih? Mari kita buktikan.
Daftar isi
Kereta Ekonomi Jarak Jauh New Generation

Aku tuh suka sekali naik kereta api, karena anti macet. Sedihnya kalau mudik naik kereta tidak worth it, karena harus turun di Cirebon. Dilanjutkan naik elf ke rumah dengan jarak 2 jam.
Permasalahan lainnya, elf dari Cirebon ke Kuningan hanya tersedia sampai Pukul 14.00. Untuk itu, naik bus atau travel sering menjadi pilihanku.
Walau begitu, kalau lagi pengin naik kereta biasanya aku pilih waktu yang santai. Maklum kampung halamanku ada di pelosok, sejingga perhitungan waktunya harus tepat.
Itulah mengapa kali ini aku coba balik ke Cikarang naik kereta. Pilih kelas ekonomi saja dari Stasiun Prujakan yang lebih ekonomis. Sekalian ingin merasakan KAJJ New Generation yang katanya lebih baik dari kelas ekonomi dulu.
Stasiun Prujakan

Tujuan awal naik kereta itu untuk membuktikan kereta New Generation lebih enak, tetapi pas tiba di Stasiun Prujakan aku langsung excited. Bukan karena keretanya, tetapi karena Stasiun Prujakan punya wajah baru.
Lebih terlihat rapi dan bersih, berbeda sekali dengan 11 tahun yang lalu. Selain itu, menariknya layanan di stasiun lebih lengkap yang mana sudah ada mesin untuk cetak tiket mandiri.
Sebetulnya dari dulu juga sudah ada, hanya saja sekarang itu lebih bagus saja. Lokasinya juga di depan, sehingga saat penumpang baru tiba bisa langsung cetak tiket online tanpa harus bingung cari kemana.
Untuk boarding juga sekarang bisa langsung tanpa harus menunjukan tiket. Penumpang cukup masuk dengan Face Recognition.
Untuk face recognition harus terdaftar dulu di sistem KAI. Kalau belum jangan belum khawatir, ya. Dikarenakan saat boarding akan ada karyawan KAI yang menawarkan, apakah mau face recognition atau tidak.
Berhubung aku penasaran, langsung aku coba dong. Next, kalau naik kereta lagi bisa langsing boarding, tanpa harus cetak tiket dan lewat pemeriksaan manual. Terpenting sudah hafal kereta mana yang akan ditumpangi dan nomor kursi.
Kereta Api New Generation

Setelah menunggu 15 menit, akhirnya kereta yang ditunggu yaitu Bogowonto tiba juga. Dengan penuh semangat, setelah semua penumpang yang yang turun di Cirebon habis, aku masuk dan cari kursi.
Saat beli tiket aku memang pilih kursi dekat jendela dan ternyata kursi sampingnya juga kosong. Jadi lebih leluasa, bisa simpan tas di kursi sebelahnya.
Btw, untuk keunggulan kereta api jarak jauh new generation, yaitu:
Kursi Ergonomis
Kursi penumpang kereta new generation ini memang lebih bagus dan nyaman. Jujur kursinya empuk, sehingga perjalanan 2 jam tidak ada drama sakit pantat. Selain itu, kursi juga bisa reclining walau tidak sampai full.
Menurutku kelas ekonomi kereta New Generation hampir sama dengan kelas bisnis. Kursi empuk, dan bagian kakinya itu luas sehingga bebas bergerak. Asal jangan ganggu penumpang di kursi depan, ya.
Tersedia Fasilitas Pengisian Daya Lengkap
Enaknya lagi kereta api new generation ini dilengkapi dengan fasilitas pengisian daya lengkap. Bisa buat hp dan laptop.
Pintu Geser
Pernah naik kereta ekonomi jarak jauh? Versi dulu itu, pintu gerbong ditarik manual dan cukup berisik. Beda dengan kereta api new generation karena pakai pintu geser otomatis dan lebih kedap suara.
Toilet Lebih Bersih
Image toilet ekonomi yang dulu tidak nyaman dan bau tidak berlaku di new generation. Jujur toilet lebih bersih.
KAJJ New Generation sesuai dengan desas-desus yang beredar, karena keretanya lebih nyaman. Menyesal sekali tidak naik dari dulu, padahal aku dapat info sudah lama sekali.
Menariknya aku juga baru tahu kalau di tiket kereta ada penjelasan mengenai pemakaian emisi. Tercatata pemakaian emsisi kereta api sekian dan bus umum sekian. Setelah aku perhatikan lebih detail, keterangan pemakaian emisi menunjukan bahwa naik kereta lebih ramah lingkungan dibanding kendaraan pribadi.
Penutup
Gara-gara coba naik KAJJ, malah jadi ketagihan untuk next mudik naik kereta lagi. Atau kalau nanti liburan ke daerah jawa, karena aku ada misi buat keliling Indonesia.
Sahabat Senja, bagaimana dengan kalian, apakah sudah pernah naik KAJJ yang new generation atau belum pernah dan penasaran pengen coba? Share kolom komentar, ya.