Mudahnya Naik Transportasi Umum di Korea, Bahkan untuk Pemula

Perjalanan ke Korea yang sempat tertunda, akhirnya terlaksana. Di hari pertama langsung belajar naik transportasi umum bus dan subway.

Seperti yang Sahabat Senja sering lihat di drama korea, naik transportasi umum di Korea menggunakan kartu khusus, yaitu T-money. Di Indonesia ini seperti e-money atau kartu transjakarta. Menariknya T-money bisa digunakan juga untuk sewa sepeda.

Jalan-Jalan di Korea Naik Transportasi Umum

Liburan ke Korea ini aku tidak pakai agen traveling, tetapi berangkat mandiri dengan kedua temanku. Kebetulan, teman satunya sudah terbiasa bolak-balik Korea karena dia memang jasper.

Awalnya mau berangkat di bulan Mei saat musim semi, tetapi karena tiket pesawat tengah melambung tinggi dampak dari perang baru bisa berangkat akhir Juni. Kebetulan sekali, sekaligus merayakan Idul Adha di Korea.

Berhubung berangkat jalur mandiri, maka temanku mengajarkan cara naik transportasi umum di Korea. Baik itu bus atau subway (kereta).

Untuk naik transportasi umum harus menggunakan kartu T-money. Sekali jalan dikenakan 1.500 won atau sekitar 16.000 rupiah. Mahal, ya? Naik TiJe di Indonesia murah sekali, lho.

Hidup di Korea memang mahal, sehingga agar menghemat selama di Korea teman menyarankan beli Seoul Climate Card. Kartu khusus naik kendaraan umum yang unlimited.

Unlimitid di sini, dalam satu hari bebas melakukan perjalanan sepuasnya. Mau naik turun bus atau subway 5 kali tidak perlu mengeluarkan budget besar.

Hal tersebut dikarenakan untuk Seoul Climate Card cukup diisi sekali. Tapi, catat nih untuk isi saldo harus perhatikan harinya.

Jika isi Seoul Climate Card 1 hari, maka besok harus isi ulang. Oleh karena itu, berhubung di Korea selama 6 hari aku isi saldo langsung untuk 5 hari saja. Biaya yang harus dikeluarkan Rp. 160.000 rupiah.

Dimana Beli T-Money atau Seoul Climate Card?

Membeli kartu T-Money atau Seoul Climate Card bisa di CU. Sebuah swalayan kecil, mirip Indomaret dan Alfamart Indonesia.

Khusus untuk kamu yang beli sim card Korea maka tempat kartunya bisa digunakan sebagai T-money. Kebetulan sekali karena hp aku tidak bisa e-sim, sehingga harus beli sim card.

Walau begitu tudak aku isi, karena liburan kali ini hanya di Seoul dan jauh lebih hemat jika pakai Seoul Climate Card. Ketika bepergian ke luar Seoul, mau tidak mau harus menggunakan T-money.

Cara Isi Saldo Seoul Climate Card

Beli kartu Seoul Climate Card memang bisa di toko swalayan, tetapi isi kartu harus di stasiun subway. Dengan begitu harus datang dulu ke stasiun.

Di stasiun tersedia vending machine untuk isi saldo kartu. Caranya sangat mudah dan sama dengan cara isi kartu di Indonesia.

  • Taruh kartu di mesin
  • Pilih hari
  • PIlih metode pembayaran
  • Selesai

Setelah isi saldo sukses, sudah bisa digunakan naik bus atau subway sepuasnya. Pengeluaran juga tidak membengkak, kantong tetap aman.

Pengalaman Naik Bus & Subway di Korea

Tau gak, sih? Naik transportasi umum di Korea itu sangat mudah, bahkan untuk pemula sekaligus, lho.

Tidak perlu takut nyasar, karena turis mancanegara bisa mengandalkan Naver atau Kakaotalk. Selevel google maps gitu, yang mana mau ke tempat wisata, daiso, olive young, dan tempat manapun yang dituju cukup ketikan lokasi tujuan.

Nantinya akan ada pilihan beberapa transportasi yang bisa dinaiki. Dengan ini bisa pilih rute terbaik. Lalu, bagaimana cara memilih rute terbaik?

Jika donwload Naver, rekomendasi rute perjalanan tercantum lengkap. Misalnya dari rumah atau hotel ke stasiun harus jalan kaki 2 menit ke halte A dan naik bus no sekian. Lanjut turun di halte B, jika harus transit tinggal lanjut naik sesuai yang muncul di Naver.

Cukup degan download Naver aku sendiri berani jalan-jalan di Korea sendirian. Sekalipun tidak bisa bahasa Korea, yang penting jadi turis baik hati dan ikut aturan agar tidak ditimpa masalah.

Hanya saja naik bus di Korea itu penuh tantangan, yaitu:

  • Saat bus berjalan atau berhenti harus pegangan kencengan jika berdiri. Kalau tidak bisa jatuh, karena driver injak gas tidak halus jadi keras sekali, seakan kendaraan yang rem dadakan.
  • Di jam sibuk harus rela berdesak-desakan. Untuk ini, sama dengan di Indonesia atau yang pernah ke Mangggarai dan Tanah Avang, mirio sekali crowndidnya.
  • Rute perjalanan panjang, dari satu tempat ke tempat lain bisa membutuhkan waktu paling sebentar 45 menit.
  • Subway yang hanya beroperasi sampai pukul 10.00 malam, lewat dari itu harus naik bus dan menunggu cukup lama karena mulai berkurang.

Nunggi bus selanjutnya juga percuma, pasti bakalan padat. Jam sibuk di Korea itu Pukul 07-00 – 09.00 dan sore after work pukul 17.00 – 20.00.

Penutup

Menurutku Korea itu 11-12 dengan Jakarta. Kota metropolitan dengan kemudahan transportasi umum. Buat aku yang baru pertama ke Korea saja bisa naik transportasi sendiri.

Syaratnya cukup pahami rute dan jangan sampai salah rute, karena kalau naik bus rutenya panjang-panjang. Bahkan dari satu lokasi ke lokasi kain saja, membutuhkan waktu sekitar 30-60 menit.

Oleh karena itu, liburan di Korea sebentar itu bakalan kurang. Enaknya seminggu agar bisa eksplor ke banyak tempat, karena dalam 1 hari paling mentok 2 tempat. Sedangkan untuk berbelan butuh waktu seharian. Khususnya buat Sahabat senja yang mau belanja banyak.

Di hari pertama saja, walau tiba di Korea pagi hanya bisa ke Eunpyeong Hanok Village dan lanjut jalan santai di sungai.

Tinggalkan komentar