Merasakan Tenangnya Slow Living di Eunpyeong Hanok Village

Perjalanan pertama di Korea, dimulai dengan mengunjungi pemukiman desa tradisional Eunpyeong Hanok Village. Sebuah pemukiman yang khusus dibangun sebagai tempat tinggal, namun bisa dikunjungi oleh wisatawan. 

Hanok Village di Eunpyeong menawarkan pemukiman dengan arsitektur bangunan tradisional khas Korea Selatan. Daya tarik dari pemukiman tradisional ini, menawarkan latar belakang pegunungan Bukhan (Bukhansan) yang mana membuatku serasa time traveler ke Dinasti Joseon. 

Sejarah Hanok Village di District Eunpyeong

Hanok Village Eunpyeong adalah sebuah pemukiman dengan arsitektur bangunan tradisional yang jarang wisatawan ketahui. Berbeda dengan Hanok Village Bukchon dan Namsangol Hanok Village yang ramai pengunjung, di sini lebih tenang. 

Bahkan toko dan tempat makan juga masih terbilang jarang, walau begitu untuk Sahabat Senja yang suka ketenangan Eunpyeong Hanok Village pilihan terbaik. Hanya saja ada satu hal penting yang harus wisatawan pahami saat berada di kawasan permukiman tradisional ini.

Pada dasarnya Hanok Village di distrik Eunpyeong khusus dibangun sebagai tempat tinggal, sehingga bagi wisatawan yang berkunjung menyusuri setiap jalanan tidak diperkenankan untuk membuat kegaduhan dan kebisingan. Harus tetap tenang untuk menghormati penduduk Korea yang tinggal di sana. 

Serunya Menyusuri Jalanan dan Gang Eunpyeong Hanok Village 

Buat aku yang tidak terlalu suka tempat yang terlalu crowded Eunpyeong Hanok Village tempat terbaik yang aku kunjungi. Suasananya tenang dengan udara yang sejuk, ditambah latar belakang Gunung Bukhan membuatku ingin sekali tinggal di hanok ini. 

Hanok Village ini memang berlokasi di perbatasan Kota Goyang Provinsi Gyeonggi-do. Tepatnya berada di bawah kaki gunung Bukhan yang mana lokasinya masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Bukhansan. 

Aku sangat suka melihat gunung Bukhan dari area desa hanok ini, yang mana mengingatkanku dengan kampung halaman. Bedanya desa Hanok ini mempertontonkan keindahan arsitektur bangunan otentik hanok Korea. 

Dibangun pada tahun 2014 terdapat sekitar 150 hanok yang menawarkan keindahan warisan budaya Korea. Untuk itu, saat menyusuri jalanan dan gang di desa tradisional ini, mataku tidak lepas dari setiap sentuhan ornamen arsitektur setiap hanok. 

Apalagi banyak hanok yang dihiasi dengan bunga cantik, seperti ros membuatku mengingatkan akan drama Korea yang berlatar tempat masa kerajaan. Selain itu, di dekat pemukiman juga terdapat Eunpyeong History Hanok Museum.

Sayangnya saat aku berkunjung museum tutup, sehingga gagal deh untuk melihat lebih dalam ada apa saja di Eunpyeong History Hanok Museum tersebut. Next, kalau ke Korea lagi harus masuk ke museum. 

Tidak jauh dari area pemukiman Hanok terdapat dua kuil Budha, yaitu Jingwansa dan Samchongsa. Jujur penasaran juga untuk berkunjung ke Kuil tersebut, karena saat ke Jepang aku mengunjungi Meiji Jingu dan Asakusa Temple. 

Mengunjungi Jingwan Wildlife Protection Areas

Pengalam terbaik saat menyusui jalanan Eunpyeong Hanok Village yaitu tidak sengaja memasuki area Jingwan Wildlife Protection Area. Sebuah area lahan basah yang ditetapkan sebagai kawasan liar yang dilindungi oleh Pemerintahan Metropolitan Seoul.

Area ini merupakan ekosistem alami untuk melindungi satwa liar. Seperti Katak Gunung Utara, Salamander, dan Tokek Pengembara karena satwa liar tersebut masuk kedalam spesies terancam punah kelas 2 oleh Kementrian Lingkungan Hidup. Salut dengan KLH Korea yang mana katak saja dilindungi.

Coffee Time di 1in1cup

Setelah puas keliling area pemukiman tradisional hanok, mampir sebentar di hidden gem cafe populer yaitu 1in1cup. Jadi 1 orang minimal beli 1 minuman untuk bisa menikmati pemandangan indah desa hanok dengan view gunung bukhan. 

Cafe ini cocok sekali untuk work from cafe di Korea. Walau ramai pengunjung, biasanya terbilang tenang dan tidak ada kebisingan yang mengganggu pengunjung lain. Dengan begitu bisa WFC atau cock juga untuk recharge dengan tenang sambil seruput minuman favorit di 1in1cup. 

Sewa Hanbok

Di sini tersedia penyewaan hanbok, sehingga bisa keliling menyusuri hanok village dengan mengenakan pakaian tradisional khas Korea. Walau begitu, aku memilih tidak sewa karena sudah ada rencana sewa hanbok saat mengunjungi Istana Gyeongbokgung. 

Cara Menuju Eunpyeong Hanok Village

Hanok Village di Eunpyeong sangat strategis dan bisa diakses dengan transportasi umum, seperti bus dan subway. Nantinya turun di halte Hana High School. Jika ingin naik kereta atau subway harus transit terlebih dahulu di Yeonshinnae Station Line 3 dan dilanjut naik bus dengan no 701. 

Naik transportasi umum ke Hanok Village Korea itu sangat mudah. Apalagi jika sudah punya Seoul Climate Card atau Tmoney. Tinggal tap kartu andalan di mesin saat naik dan turun dari bus. 

Saat tiba di lokasi hanok village bisa langsung eksplorasi keindahan arsitektur khas hanok tradisional dan warisan budaya Eunpyeong. Atau mencicipi masakan tradisional Korea.

Penutup

Hari pertama di Korea langsung mengunjungi Eunpyeong Hanok Village menjadi pilihan terbaik. Setelah perjalanan cukup melelahkan selama 7 jam, bisa santai di kawasan yang tenang dan view pemandangan gunung bukhan yang cantik.  

Padahal cuaca saat itu tidak begitu cerah, walau sudah masuk musim panas. Cenderung berawan, dan sempat gerimis saat bersantai di Banpo Hangang Park sambil menunggu malam tiba. 

Tinggalkan komentar