Makan Siang di Gwangjang Market, Surganya Kuliner di Korea Selatan

Liburan ke Korea ini ternyata seru, karena bisa datang ke banyak tempat wisata cukup dengan naik bus atau subway. Hanya saja dari satu lokasi ke lokasi lain, jaraknya lumayan jauh. 

Begitu juga dari apartemen ke Seoul Central Mosque di Itaewon yang memerlukan perjalanan sekitar 40 menit naik bus. Itulah mengapa, saat berangkat ke sana belum sempat sarapan, dan lanjut ke Starfield Library COEX Mall dalam kondisi perut cukup kelaparan. 

Akhirnya memutuskan di Starfield Library hanya sebentar saja. Habis foto-foto langsung melanjutkan perjalanan ke Gwangjang Market. Pasar tradisional tertua dan terbesar di Korea Selatan untuk belanja bahan kain, hanbok, hingga surganya kuliner. 

Kenalan dengan Gwangjang Market Korea Selatan

sejarah pasar tradisional Gwangjang Korea Selatan

Gwangjang Market dulunya bernama Dongdaemun Market yang terkenal sebagai surganya kuliner di Korea Selatan. Tepat sekali, karena saat masuk ke kawasan pasar banyak pedagang makanan tradisional khas Korea, seperti tteokbokki, bibimbap, hotteok, dan lainnya. 

Salah satu alasanku berkunjung ke Gwangjang Market selain kelaparan, untuk mencicipi makanan khas Korea di negara asalnya. Namun, sebelum itu kenalan dulu dengan sejarah Pasar Tradisional Gwangjang Korea Selatan, yuk!.  

Menilik dari sejarah menyebutkan bahwa Gwangjang Market memiliki story yang panjang. Pada tahun 1904 Jepang mengambil alih Hak Pengelolaan Pasar Namdaemun setelah perjanjian Korea-Jepang disepakati, tepatnya di bulan Agustus.  

Setelah hak pengelolaan pasar diambil alih Jepang ekonomi Korea semakin tertekan, sehingga agar masyarakat Korea dapat bertahan maka dibuatlah pasar baru. Pada tahun 1905 dibangun Pasar Gwangjang yang berlokasi di Jembatan Gwanggyo dan Jembatan Janggyo. 

Hanya saja lokasi tersebut sangat tidak strategis ketika musim hujan tiba. Untuk itu, Gwangjang Market dialihkan ke lokasi baru yang dulunya Pasar Ehwa lama dekat dengan Dongdaemun. 

Hingga saat ini Gwangjang Market menjadi pasar tradisional terbesar kulineran dan mencari produk tekstil tradisional Korea. Bahkan menjadi lokasi variety show Netflix berjudul “Street Food”.

Kulineran Makanan Khas Korea di Gwangjang Market

Gwangjang Market rekomendasi surganya tempat kuliner di Korea

Selain makanan Jepang, aku suka banget dengan makanan Korea. Salah satunya, cemilan dari kue beras yaitu tteokbokki dan ini nular ke si kecil. 

Itulah mengapa, tidak hanya berkunjung ke tempat-tempat populer di Korea, kulinernya juga wajib. Salah satu wishlist yang sudah terealisasi itu Makan Ramyeon di Banpo Hangang Park. 

Sedangkan, untuk kuliner makanan atau cemilan khas Korea itu bisa datang ke surganya kuliner pasar tradisional Gwangjang Market. Kebetulan banget perut lagi keroncongan setelah berkunjung dari Starfield Library COEX Mall, dan memutuskan ke sini. 

Gwangjang Market sering masuk acara serial tv nasional, hingga variety show ‘’Street Food” Netflix. Sudah pasti, banyak wisatawan yang berkunjung ke sini. Bahkan menjadi pasar tradisional favorite kalangan wisatawan. 

Surganya Kuliner di Seoul

Jujur saat tiba di pasar tradisional Kore ini memang bikin shock, karena ramai sekali. Apalagi banyak sekali yang berjualan makanan khas Korea, jus buah segar, dan seafood. Bagaimana tidak semakin ngiler dan kelaparan. 

Penginnya mencicipi semua makanan disana, tetapi tidak bisa sembarangan juga karena harus hati-hati dengan buta niku (pork). Bagi muslim yang mau kulineran di Gwangjang Market harus jeli, jangan sampai makan di kedai yang menyediakan daging babi juga, ya. 

Akhirnya, aku dan kedua temanku pesan 3 porsi, yaitu tteokbokki, bibimbap, dan pajeon. Di Korea memang ada peraturan satu orang harus pesan satu menu. Setelah makanan ready, mau sharing tidak masalah. 

Budget Jajan di Gwangjang Market

berburu makanan khas Korea

Buatku sendiri beli makan di Korea lebih enak sharing, karena biaya makan di Korea sangat mahal. Untuk tteokbokki dan bibimbap harganya 5.000 won dan 10.000 won. Total makan siang di Pasar Gwangjang dalam rupiah sekitar Rp. 240.000. Menurutku hanya makan cemilan saja menghabiskan uang sebanyak itu sangat mahal. 

Dari pengalaman ini aku juga tersadar kalau tinggal di Indonesia ini masih enak. Transportasi umum masih murah dan banyak makanan yang dijual dengan harga ramah di kantong. Intinya sih, jangan lupa untuk selalu bersyukur masih bisa makan enak, hidup nyaman, dan sehat. 

Jam Operasional

jam operasional Gwanjang Market Korea Selatan

Pasar Gwangjang buka setiap hari dari Pukul 09.00 – 23.00. Rekomendasi dari aku sebaiknya datang pagi atau siang di jam ngemil, karena kondisi pasar juga tidak begitu ramai. 

Lokasi Pasar Gwangjang

Punya rencana liburan ke Korea wajib untuk mengunjungi Gwangjang Market. Lokasinya berada di 88 Cheonggyecheon-ro, Jongno District, Seoul, Korea Selatan. 

Cara ke Pasar Gwangjang bisa naik bus dan subway. Silahkan download Naver Maps untuk rute lengkapnya. 

Penutup

Datang ke Gwangjang Market pilihan terbaik untuk kuliner makanan khas Korea. Ada banyak kedai yang menjual tteokbokki, bibimbap, hotteok, dan di sini juga ada donat viral yaitu Twisted Doughnut yang lokasinya tepat di depan pintu masuk pasar. 

Selagi di Korea jangan lupa untuk berkunjung ke pasar tradisional terbesar di Korea Selatan. Isi tenaga di sini dengan kulineran sepuasnya, sebelum lanjut ke objek wisata selanjutnya. 

Tinggalkan komentar