New Experience Belajar Cara Brewing Kopi di Miray Cafe Lippo Cikarang 

Belajar tentang kopi bukan hanya sekadar cara meracik, tetapi belajar bagaimana biji kopi menjadi minuman favorit banyak orang dari berbagai kalangan. Jika dulu kopi identik dengan hidangan orang tua, sekarang ini anak muda banyak yang jatuh cinta dengan kopi.

Tidak heran jika banyak sekali kafe kopi di berbagai wilayah dan selalu ramai. Bahkan, kalau kamu datang ke area perkantoran di Setia Budi Jakarta, orang-orang sudah menunggu di depan cafe yang belum buka. 

Senikmat itukah, kopi? 

Mengenal Cara Brewing Kopi di Miray Cafe

peralatan untuk brewing kopi

Sahabat Senja, sejujurnya aku bukan penyuka kopi, karena bisa dikatakan aku fans minuman coklat. Akan tetapi, saat aku bekerja dengan orang Jepang, perlahan aku suka kopi. Lalu, aku juga pernah mengikuti seminar tentang kopi yang membuat aku semakin tertarik untuk mempelajarinya lebih dalam. 

Bahkan, aku punya mimpi memiliki cafe sendiri. Untuk cerita tentang kopi bisa cek pada postingan ini Peran Kopi Lokal Indonesia dalam Pembangunan Ekonomi Restoratif.  

Dari seminar tersebut aku mendapatkan insight baru tentang kopi lokal, yang akhirnya membuatku semakin suka dengan minuman kopi ini. Khususnya kopi lokal, karena beda cara pengolahan, rasa yang dihasilkan juga berbeda. 

Memang banyak faktor yang mempengaruhinya, yang mana hal ini juga aku dapatkan saat mengikuti Fun Brewing di Miray Cafe Lippo Cikarang. Mas Rei sebagai fasilitator juga menyampaikan bahwa “Kopi itu bukan tentang enak dan tidak enak, tetapi tentang preventif”. 

Itu juga terbukti ketika aku mencoba langsung brewing kopi dan ternyata rasanya berbeda dengan buatan Mas Rei. Dalam hal ini ada teknik yang ternyata memang harus sesuai, dari sangrai kopi, giling dari biji ke bubuk, takaran, hingga cara tuang. 

Walau begitu jangan takut mencoba breiwng sendiri di rumah, berikut ini hal yang perlu disiapkan: 

Peralatan Brewing Kopi

Ada beberapa peralatan yang harus ada saat brewing. Salah Satunya dalam metode pour over, memerlukan grinder untuk menggiling biji kopi, timbangan untuk mengukur kopi dan air, dripper, server, serta kettle.

1. Grinder 

grinder adalah alat untuk menggiling biji kopi menjadi bubuk. Ukuran gilingan perlu diperhatikan karena tingkat kehalusan atau kekasaran bubuk kopi dapat memengaruhi proses ekstraksi.

Untuk brewing dengan metode pour over seperti V60, ukuran gilingan biasanya berada pada tingkat medium, meskipun pengaturan akhirnya dapat disesuaikan dengan metode, kopi, dan hasil rasa yang diinginkan.

2. Timbangan

Timbangan digunakan untuk mengukur jumlah kopi dan air. Kelihatannya itu kaya sederhana, tetapi takaran yang sesuai menentukan perbandingan kopi dan air yang digunakan.

3. Dripper

Dripper merupakan alat yang digunakan untuk proses penyeduhan kopi. Salah satu yang cukup populer adalah V60. 

Metode pour over dengan paper filter memungkinkan air mengalir melewati bubuk kopi sebelum hasil seduhan masuk ke dalam server.

4. Server

Server digunakan sebagai wadah untuk menampung kopi yang sudah selesai diekstraksi. Juga, berfungsi untuk memudahkan melihat jumlah kopi yang sudah dihasilkan sebelum dituangkan ke cangkir.

5. Gooseneck Kettle

Kettle dengan leher angsa atau gooseneck kettle untuk mengatur aliran air ketika menuangkan air ke atas bubuk kopi. Aliran air menjadi salah satu bagian penting dalam proses brewing karena cara menuangkan air dapat memengaruhi proses ekstraksi.

Mencoba Brewing Kopi Gunung Halu

experience brewing kopi lokal di miray cafe cikarang

Setelah mendapatkan penjelasan mengenai teori dasar, tentu saja bagian yang paling menyenangkan adalah praktik.

Aku mencoba melakukan brewing sendiri menggunakan kopi dari daerah yang berbeda.

Salah satunya adalah kopi Gunung Halu yang menurutku memiliki karakter rasa yang lebih fruity. Di sinilah aku semakin memahami bahwa kopi bukan sekadar minuman pahit.

Karakter rasa yang muncul bisa sangat beragam. Ada kopi yang memberikan sensasi fruity, ada yang terasa lebih ringan, dan ada pula yang mempunyai karakter rasa yang lebih kuat.

Perbedaan tersebut membuat pengalaman minum kopi menjadi semakin menarik. Bukan hanya soal apakah kopinya enak atau tidak, tetapi bagaimana mengenali karakter yang muncul dari setiap biji kopi.

Bagian paling menarik dari pengalaman ini adalah ketika aku membandingkan hasil brewing buatanku dengan kopi yang dibuat oleh Mas Rei. Menggunakan biji kopi yang sama ternyata belum tentu menghasilkan rasa yang sama.

Teknik menuangkan air menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Saat proses brewing berlangsung, aliran air sebaiknya dijaga agar tidak berhenti sembarangan.

Perubahan aliran dapat memengaruhi proses ekstraksi dan akhirnya menghasilkan karakter rasa yang berbeda. Begitu pula dengan ukuran gilingan, jumlah air, suhu, hingga waktu brewing.

Sedikit perubahan saja dapat menghasilkan rasa yang berbeda.

Dari sini aku belajar bahwa brewing kopi membutuhkan ketelitian, tetapi bukan berarti kita harus takut untuk mencoba.

Tentang Miray Cafe Lippo Cikarang 

menu kopi dan makanan miray cafe cikarang

Sedikit informasi bahwa Miray Cafe ini tidak hanya menyediakan menu minuman. Melainkan ada makanan berat, Snack, dan pastry. 

Aku suka kalau nongkrong di sini karena tempatnya juga nyaman. Paling penting sih minuman dan makanannya enak-enak. 

Miray Cafe cocok juga buat yang suka work from cafe (WFC). Atau meeting di cafe, karena ada ruang khusus juga yang bisa digunakan untuk meeting. 

Jadi, Sahabat Senja kalau lagi di Cikarang bisa mampir ke Miray Cafe buat menikmati menu di sana. Juga, sekedar duduk santai. 

Tinggalkan komentar