Dalam perjalanan pendakian tektok Gunung Prau, aku dan temanku memutuskan untuk sarapan di Lontong Tetel Wonosobo. Kebetulan memang perjalanan kali ini naik bus dari Cikarang ke Terminal Mendolo Wonosobo.
Sedangkan pendakian dimulai malamnya, dan kami tiba di terminal Mendolo pukul 06.00 pagi. Itulah mengapa, memutuskan eksplor Wonosobo terlebih dahulu karena masih banyak waktu dan dimulai dari kulineran.
Lezatnya Sarapan Lontong Tetel Wonosobo

Akhir Desember 2025, aku sempat liburan ke Dieng dan pulangnya makan di Lontong Tetel ini. Kali ini pun kembali mencoba ke sini, dengan mencoba menu yang berbeda.
Sebelumnya pesan Lontong Tetel Ayam, untuk sekarang aku pesan Lontong Tetel Campur. Di sini memang ada banyak pilihan menu, sehingga bisa pilih sesuai selera.
Menu Lontong Tetel

Lontong Tetel menjadi salah satu kuliner khas Wonosobo yang menarik untuk dicoba saat berkunjung ke kota dengan julukan Kota di Atas Awan. Apalagi ada banyak pilihan menu, mulai dari Lontong Tetel Ayam, Lontong Tetel Babat, Lontong Tetel Campur, Lontong Tetel Kambing, Lontong Tetel Sapi, dan lainnya.
Untuk menu nasi juga tersedia, seperti Segotel Ayam, Segotel Babat, Segotel Sapu, dan Swgotep Kambing. Bisa juga pesan menu tambahan, uang mana tersedia tempe goreng, aneka sate, buncis krispi, jingga geplek.
Kedatanganku kali ini memilih Lontong Tetel Campur karena ingin mencoba menu yang berbeda dari kunjungan sebelumnya. Kalau sebelumnya menikmati varian ayam, sekarang saatnya mencicipi pilihan lainnya.
Lontong Tetel Campur ini isinya campuran daging dan babat sapi. Rasanya nikmat, dengan kuah santan yang gurih, mengingatkan aku dengan soto betawi.
Aku memang tipe orang yang ketika berkunjung ke restoran sama, sering mencoba menu berbeda. Ini karena mencoba menu berbeda di restoran yang sama bisa memberikan pengalaman berbeda.
Aku jadi punya perbandingan rasa dan pilihan menu yang bisa dipertimbangkan jika suatu saat ingin datang lagi. Untuk itu, buat kamu yang baru pertama kali berkunjung, tidak ada salahnya melihat daftar menu terlebih dahulu dan memilih sesuai selera.
Enaknya kalau datang bersama teman atau keluarga, bisa memesan menu berbeda dan saling berbagi pengalaman rasanya. Saling berbagi untuk mencicipi rasanya.
Harga Makanan
Makan Lontong Tetel tidak bikin bangkrut, karena harga makanannya ramah di kantong. Misalnya untuk Lontong Tetel Ayam hanya Rp. 17.000/porsu. Berbeda dengan Lontong Tetel Campur yaitu Rp. 27.000/ porsi.
Untuk harga Lontong Tetel sendiri memang berbeda tergantung jenis daging yang dipilih. Walau begitu masih murah dan terjangkau, begitu juga dengan harga menu minumannya.
Suasana Restoran

Lontong Tetel adalah salah satu icon kuliner khas Wonosobo, sejingga tempat ini selalu ramai pengunjung. Teritamaa saat weekend dan long week atau libur panjang.
Untuk itu, tersedia banyak tempat duduk. Jadi, ketika ramai tetap bisa makan di tempat. Apalagi disuguhi view pemandangan persawahan di bawahnya.
Btw, karena aku kesini saat weekdays dan masih pagi sekali, sehingga belum banyak pengunjung. Walau begitu, saat aku pesan makanan sudah tersedia sehingga tidak menunggu lama hingga lontong tetel siap disantap.
Jam Operasional Restoran
Buat kamu yang ingin memasukkan Lontong Tetel ke dalam daftar wisata kuliner Wonosobo, ada baiknya mencari tahu jam operasional terbaru sebelum berangkat.
Pengalaman kunjunganku kali ini dilakukan pada pagi hari saat weekdays. Informasi yang aku dapat dari google itu, operasional restoran buka dari pagi Pukul 06.30 – 21.00.
Namun, jam buka dan ketersediaan menu bisa berbeda pada waktu tertentu. Oleh karena itu, pastikan cek informasi terbaru sebelum datang agar tidak zonk. Apalagi jika memiliki jadwal perjalanan yang cukup padat.
Lokasi Lontong Tetel
Lokasi Lontong Tetel Wonosobo mudah di akses dengan angkutan umum. Aku dari Terminal Mendolo jalan kaki ke arah jalan raya, lanjut naik angkot warna kuning.
Disini tidak perlu menyeberang, tunggu saja depan terminal. Jika angkot kuning sudah ada, langsung nail dan infokan ke supir agar berhenti di Lontong Tetel.
Alamat lengkapnya sendiri terletak di Jl. Sabuk Alu No. 39, Wonosobo Timur.
Penutup
Berawal dari niat ke Prau saja, tetapi malah explore Wonosobo. Bahkan, awalnya tidak kepikiran buat kulineran di Wonosobo dan dalam perjalanan itu memang kita harus punya lebih dari 1 planning.
Dengan begitu, saat perjalanan tidak sesuai rencana bisa pakai cara B atau C. Entah itu, rencananya sederhana, tetapi sebuah petualangan bisa diawali dari hal kecil.
Contohnya sarapan Lontong Tetel ini, kuliner iconic khas Wonosobo. Sebuah keputusan yang menjadi bagian cerita kecil untuk melengkapi perjalanan besar ini.
Sahabat Senja, kalau kamu sedang merencanakan perjalanan ke Wonosobo atau hendak mendaki Gunung Prau, tidak ada salahnya memasukkan wisata kuliner ke dalam itinerary. Lontong Tetel menjadi tujuan kuliner wajib dikunjungi.
Aku sendiri setelah selesai sarapan, melanjutkan perjalanan ke Alun-Alun Wonosobo. Jarak dari Lontong Tetel ke Alun – Alun hanya 300 meter dan bisa diakses dengan jalan kaki.