Menikmati Sejuknya Bandung di Taman Hutan Raya Djuanda

Tanpa ada rencana aku memutuskan solo traveling ke Bandung. Awalnya mau mendaki Gunung Artapela, tetapi karena hanya ada waktu sehari akhirnya memutuskan ke Taman Hutan Raya Ir H. Djuanda. 

Hutan yang memiliki luas sekitar 590 hektar ini memiliki suasana yang sejuk, damai, dan magis. Ditandai dengan pohon minus yang menjulang tinggi dan goa peninggalan Belanda – Jepang. 

Solo Trip ke Taman Hutan Raya Ir H. Djuanda

Ke Bandung sendirian memang hal baru dan ini menjadi ajang pemanasan sebelum melakukan solo trip berikutnya. Biasanya untuk traveling atau liburan bersama keluarga atau teman. 

Ternyata seru juga berangkat sendiri, walau masih merasa kaku. Ada rasa khawatir dan takut yang bercampur jadi satu. Apalagi aku naik kendaraan umum, yang mana daerah Bandung masih asing buatku. 

Sebelumnya aku pernah motoran Cikarang – Kuningan sendiri, tetapi tidak begitu takut karena aku sudah hafal jalurnya. Untuk Bandung? 

Lumayan cukup dag-dig-dug-ser, namun semua rasa negatif itu terbayarkan oleh keindahan Tahura. Ya? Hutan ini memiliki sebutan lain yaitu Tahura. 

Aktivitas Seru di Tahura  

Pertama tiba di Tahura ternyata hujan turun dan aku harus menunggu cukup lama di loket masuk. Hingga akhirnya aku memutuskan terobos untuk shalat dzuhur dan menunggu hujan reda di mushola. 

Setelah hujan mulai reda, perutku ternyata tidak bisa diajak kompromi. Itulah mengapa aku memutuskan ke cafe Tahura terlebih dahulu untuk makanan dan ngopi santai. 

Setelah memastikan hujan benar-benar berhenti, aku mulai explore Tahura. Ternyata disini banyak tujuan wisata dan wahana bermain. Disini Tahura bukan hanya untuk kamu yang suka tracking di alam, tetapi cocok juga untuk anak-anak. 

Adapun aktivitas seru di Taman Hutan Raya Djuanda Bandung, yaitu: 

Explore Goa Belanda dan Jepang 

Walau hari kerja, ternyata banyak juga yang datang ke Tahura. Selain wisata alam, ada juga wisata sejarah.

Di dalam kawasan Tahura ada Goa Belanda.dan Jepang. Goa Belanda dulunya sebagai tempat irigasi dan juga penjara. 

Berbeda dengan Goa Jepang yang dijadikan sebagai tempat perlindungan dan menyimpan logistik. Terlepas dari sejarahnya, Memasuki kedua goa ini cukup merinding. 

Walau yang lebih agak horor di Goa Jepang. Apalagi aku sendirian, yang mana suasana menuju lokasinya cukup horor. 

Btw, di masing-masing goa itu ada warga lokal yang menawarkan.sebagai.tour guide. Bisa kasih uang seikhlasnya dan sewa center 5000 saja. 

Hiking Tipis-Tipis 

Luas hutan yang mencapai 590 hektar ini memang cocok buat hiking. Perjalanannya tidak selalu datar, melainkan jika mengelilingi kawasan ada tanjakannya juga. 

Cukup membuat nafas ngos-ngosan. Ditambah suasana setelah hujan yang bikin magis. 

Selain itu, ada wisata curug. Hanya saja karena saat aku ke sana sedang hujan, sehingga tidak melanjutkan perjalanan ke curug. 

Aku pikir setelah berhenti tidak akan turun hujan lagi. Sayangnya langit benar-benar seakan ingin menangis dahulu. 

Fasilitas 

Yang aku suka si Tahura yaitu fasilita lengkap. Si beberapa titik terdapat toilet dan mushola. 

Termasuk warung-warung yang mudah ditemukan. Dengan ini tidak perlu takut kelaparan, atau tidak harus bawa snack banyak buat persiapan keliling kawasan Tahura. 

Berdasarkan informasi dari Tour Guide, di Tahura saat awal bulan ada pasar rakyat gitu. Untuk itu, bisa datang ke sini saat awal bulan walau nantinya bakalan ramai. 

Tiket Masuk Tahura 

Untuk bisa explore Taman Hutan Raya Djuanda sangat ekonomis. Di weekdays cukup membayar 15 ribu saja, dan untuk weekend bisa cek di loket langsung. 

Sistem pembayarannya bisa QRIS atau cash. Jadi aman karena tidak melulu harus non tunai. 

Alamat Tahura 

Tahura berada di daerah Dago yang beralamat di Jl. Pakar Bar. Jl. Ir. H. Juanda No.99, Ciburial, Kec. Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40198.

Akses menuju ke sini dari Jakarta naik travel hingga Pool Cikapayang. Lalu, lanjut pesan ojek online yang ternyata hanya 15 menit. 

Penutup 

Betah banget di Taman Hutan Raya Ir H Djuanda Bandung. Suasananya yang syahdu cocok buat healing untuk sejenak istirahat dari hiruk-pikuk ibu kota. 

Aku malah kepikiran ajak si kecil yang usianya menginjak 4 tahun ini untuk hiking di sini. Bisa explore alam dan jejak sejarah di Bandung. 

Dengan begitu si kecil tidak hanya datang untuk bermain, melainkan bisa belajar hal baru dari cerita sejarah Goa Belanda dan Goa Jepang. Begitu juga dengan orang dewasa. 

Bandung memang selalu menyimpan kejutan. Kota Kembang ini tidak hanya surganya kuliner, melainkan surganya objek wisata. 

Tinggalkan komentar