Banyak yang bilang kalau Gunung Luhur itu mirip Gunung Prau. Setuju! Setelah aku tektok Gunung Luhur, suasana di atas memang 11-12 dengan Prau yang mana bisa melihat beberapa perbukitan dan gunung Gede di sini.
Tidak heran banyak sekali yang tektok Gunung Luhur, karena menawarkan keindahan pemandangan yang sangat indah. Apalagi pas menyaksikan sunrise. Cakep pokoknya.
Tektok Gunung Luhur yang Memuaskan

Berawal dari postingan open trip di threads yang menawarkan tektok Gunung Luhur dengan biaya yang sangat terjangkau, akhirnya aku dan temanku memutuskan untuk ikut. Apalagi aku gagal tektok ke Artapela di Bandung, sehingga Gunung Luhur di Sukamakmur Bogor tidak buruk juga.
Setelah aku cari info di instagram ternyata menjadi gunung favorite di Bogor para teknoker. Selain dekat dari Jakarta, Gunung Luhur juga memiliki ketinggian sekitar 1.750 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Tidak terlalu tinggi dan cocok buat tektok. Termasuk buat Sahabat Senja yang masih pemula naik gunung. Terlebih gunung di Sukamakmur Bogor ini menawarkan panorama alam yang indah untuk menyaksikan hamparan perbukitan hijau, udara sejuk, hingga pemandangan pegunungan di sekitarnya.
Ada yang menyebut tempat ini sebagai salah satu spot dengan pemandangan ala Prau-nya Jawa Barat. Setelah sebelumnya menikmati sunrise di Gunung Prau, kali ini aku ingin mencoba suasana berbeda di Gunung Luhur.
Daya Tarik Gunung Luhur Sukamakmur Bogor

Gunung Luhur berada di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kawasan ini dikenal memiliki banyak destinasi wisata alam, mulai dari perbukitan, air terjun, hingga jalur pendakian dengan panorama pegunungan.
Ya! Sahabat Senja, Gunung Luhur tidak sekedar tempat terbaik mengejar sunrise dan puncak, karena di sini bisa camping dan hiking ke air terjun. Lalu, daya tarik lainnya yaitu perkebunan bunga hortensia yang menawan.
Lalu, jalur pendakian yang melewati area perkebunan dan hutan dengan kontur yang cukup bervariasi. Walau didominasi tanjakan, tetapi aman untuk pemuka.dan sering menjadi lokasi trail runner.
Memulai Pendakian Pukul 04.00

Ada hal menarik untuk summit, karena sudah memasuki penghujan maka pendakian harus mengikuti jadwal dari pengelola. Pas aku ke sana, baru di informasikan untuk summit baru boleh di mulai Pukul 3.20.
Hal tersebut karena cuaca di atas tidak menentu dan jika hujan jalanan akan sangat licin. Sedangkan aku dan teman-teman satu open trip baru naik sekitar pukul 04.00 dini hari.
Alasan pendakian dini hari tentunya sudah jelas ya, Sahabat Senja. Mengejar Sunrise dan momen ini tidak terlewatkan, walau pendakian lebih santai karena harus menyamakan ritme perjalanan dengan anggota OT lainnya.
Ternyata Tidak Sedingin Prau
Saat tektok gunung prau aku sempat kesulitan saat summit, terutama untuk bernafas karena cuaca dingin yang menusuk hidung. Dari pengalaman tersebut, memutuskan summit pakai baju khusus winter.
Ternyata di Gunung Luhur tidak sedingin Dieng. Alhasil, kegerahan karena baju yang terlalu tebal. Terutama saat hari menjelang siang terasa sekali keringat bercucuran membasahi tubuh.
Panorama Alam Menakjubkan

Cuaca di atas memang cerah, tetapi langit sedikit kelabu. Walau begitu, tetap bisa menyaksikan panorama alam yang luar biasa indahnya.
Terutama dari Pos 3 hingga ke puncak pancawangi. Disuguhi pemandangan indah yang menakjubkan. Aku juga bisa menyaksikan gagahnya gunung gede-pangrango dari puncak gunung luhur.
Tidak Perlu Bawa Minum Banyak
Jujur, aku kaget karena di setiap pos ada warung. Untuk itu, tidak perlu bawa minum banyak. Secukupnya saja, karena bisa beli di warung.
Tidak hanya minuman, banyak warung yang menyediakan gorengan hangat, cilok, dan pastinya indomie rebus dengan telur. Mantap!
Penjual Bunga Murah-Meriah
Sepanjang jalur dari basecamp hingga pintu riba ada toko bunga yang menjual berbagai jenis bunga cantik. Dari bunga hortensia, daisy, mawar, matahari, dan lainnya.
Hal yang menarik perhatianku justru harga bunga. Buket bunga tersedia dari harga Rp. 15.000. Murah sekali bukan?
Penutup
Tektok Gunung Luhur sangat memuaskan, karena buatku jalur pendakian cukup landai. Selain itu, bisa sampai summit antara 2-3 jam tergantung ritme jalan dan tentunya kondisi fisik, cuaca, maupun durasi istirahat.
Untuk itu, Gunung Luhur Sukamakmur menjadi salah satu pilihan menarik bagi siapa pun yang ingin menikmati pengalaman mendaki di kawasan Bogor. Cuman harus siap-siap lutut sakit karena tanjakan berundak, seperti tangga.
Sahabat Senja, aku rekomendasikan Gunung Luhur buat hiking atau tracking tipis-tipis. Jalur pendakian aman untuk pemuka, banyak warung juga sepanjang perjalanan ke puncak.
Sahabat Senja bisa ikut open trip atau datang langsung ke basecamp Gunung Luhur. Kalau aku lebih suka open trip untuk.l wilayah Bogor, karena lokasi wisatanya jauh-jauh dari pusat kota.