Sahabat Senja, Kuningan Timur walau berada di perbatasan menyuguhkan panorama alam yang menakjubkan. Salah satunya Bendungan Kuningan yang menyuguhkan hamparan waduk luas dengan latar perbukitan hijau.
Lokasinya berada di Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan. Bendungan yang kini menjadi salah satu objek wisata masyarakat sekitar.
Mengenal Bendungan Kuningan
Bendungan Kuningan bukan sekadar tempat untuk menikmati pemandangan alam. Melainkan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun untuk mendukung ketahanan pangan, ketersediaan air, sekaligus membantu pengendalian banjir di wilayah sekitarnya.
Pembangunannya telah melalui proses yang cukup panjang selama bertahun-tahun. Memiliki luas genangan sekitar 221,59 hektar dengan kapasitas tampung sekitar 25.955 juta meter kubik! Bendungan Kuningan diresmikan pada 31 Agustus 2021.
Bendungan Kuningan membendung aliran Sungai Cikaro. Memiliki peran penting dalam sektor pertanian, yang mana mendukung irigasi sekitar 3.000 hektare lahan pertanian, yang meliputi wilayah irigasi Cileuweung di Kabupaten Kuningan dan Jangkelok di Kabupaten Brebes.
Ya! Bendungan Kuningan khusus dirancang bukan hanya memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah Kuningan Timur. Melainkan untuk perairan wilayah Brebes Jawa Tengah.
Menikmati Pemandangan Bendungan Kuningan
Walau berfungsi sebagai waduk irigasi, nyatanya Bendungan Kuningan memiliki daya tarik tersendiri sebagai tempat wisata baru bagi masyarakat sekitar. Hamparan air yang luas nampak menarik ketika berpadu dengan perbukitan hijau di sekelilingnya.
Terutama jika berkunjung di pagi hari yang mana menawarkan suasana yang lebih sejuk dan tenang. Jika datang di sore hari menjadi waktu yang tepat untuk menikmati senja.
Itulah mengapa kawasan sekitar Bendungan Kuningan menjadi destinasi baru untuk menikmati panorama alam. Ditambah terdapat destinasi wisata Pasir Cabe di Desa Randusari yang menawarkan pemandangan Bendungan Kuningan dari ketinggian.
Jujur aku, belum sempat ke Pasir Cabe ini. Walau begitu di sekitar bendungan lebih cukup untuk melakukan berbagai aktivitas, seperti:
Jalan-Jalan Santai
Jalan santai di sekitaran Bendungan Kuningan bisa menjadi aktivitas menarik sambil menikmati udara segar. Hanya saja sebaiknya berkunjung pagi atau sore hari. Saat siang, terik matahari malah tidak cocok untuk jalan santai.
Cocok untuk Fotografi
Buat Sahabat Senja, pecinta fotografi kawasan bendungan menarik untuk objek foto. Lanskap bendungan yang luas dapat menjadi latar foto perjalanan, terutama ketika cuaca sedang cerah. Apalagi berkunjung pada sore hari, suasana menjelang matahari terbenam menjadi momen yang sayang untuk dilewatkan.
Piknik dan Bersantai
Bendungan Kuningan sering menjadi destinasi wisata untuk piknik dan bersantai bagi masyarakat sekitar. Menikmati hamparan luasnya air waduk dan pemandangan perbukitan sekitarnya.
Meski terbiasa melihat view pegunungan dan perbukitan, hanya saja saat berkunjung bersama keluarga menjadi momen yang lebih berarti. Penuh makna dalam kebersamaan.
Tips Berkunjung ke Bendungan Kuningan
Seperti yang sudah aku singgung, jika ingin menikmati panorama Bendungan Kuningan, sebaiknya datang ketika cuaca cerah. Tujuannya agar pemandangan perbukitan dan waduk dapat terlihat lebih maksimal.
Pagi dan sore hari menjadi pilihan waktu yang tepat karena cuaca lebih sejuk. View pemandangan lebih maksimal.
Paling penting tetap berhati-hati, karena bagaimanapun ini adalah irigasi perairan. Jangan lupa untuk selalu jaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan.
Penutup
Bendungan Kuningan tidak sekedar berfungsi sebagai tempat irigasi dalam mendukung kebutuhan pertanian. Di sisi lain, lanskapnya menghadirkan panorama alam yang menarik untuk dinikmati.
Sahabat Senja, jika suatu hari sedang menjelajahi Kabupaten Kuningan. Sempatkan untuk mampir ke wilayah Timur dan berkunjung ke Bendungan Kuningan.
Sekaligus kulineran khas Kuningan Timur. Ada Nasi Kasreng Luragung dan Rujak Kangkung Cibingbin. Untuk oleh-oleh bisa bawa Tape Cibeureum.