Dari Rockwood Cafe, perjalanan dilanjutkan ke basecamp Dieng pendakian Gunung Prau. Sialnya, sore itu warung di dekat basecamp pada tutup dan perut mulai keroncongan.
Saat itu juga, menghubungi orang yang akan antar kami naik Prau untuk bisa antar ke bawah. Ya! Ternyata ke lokasi Titik Nol itu jika berjalan kaki cukup jauh, dengan jalanan menanjak.
Beruntunglah ada yang bisa anterin ke bawah untuk mencari makan malam. Sebetulnya sudah ada tempat yang dituju dari pengalaman sebelumnya ke Dieng, yaitu Food Court yang ada di Titik Nol Dieng.
Makan Malam di Dieng Food Court Pelataran Kali Tulis

Dari pengalaman pertama mendatangi Dieng Food Court Pelataran Kali Tulis, entah kenapa saat itu aku pengin balik lagi ke sini. Ternyata memang balik lagi, padahal tidak direncanakan.
Alasanku memilih tempat ini karena banyak pilihan makanan dan minuman. Kalau weekend malah ada live musik.
Btw, berhubung sudah kelaparan, begitu sampai di Dieng Food Court Titik Nol, aku langsung memesan beberapa makanan sekaligus. Mungkin karena suhu dingin, perut bawannya lapar terus.
Untuk itu, tidak tanggung-tanggung pesan nasi, goreng satu piring isi 4, dan Mie Ongklok. Aku dan temanku yakin bakalan habis, karena lagi pengin banget makan banyak.
Apalagi keesokan harinya, sekitar pukul tiga dini hari, sudah harus bersiap melakukan summit menuju puncak Gunung Prau demi mengejar matahari terbit. Dengan kata lain, tidak ada waktu lagi buat sarapan dan harus menyiapkan energi dari malam.
Itulah mengapa pilihan makanan kami malam itu cukup beragam, mulai dari Nasi Megono dan Mie Ongklok. Sedangkan untuk minumnya kami pesan Wedang Alang-Alang Akar Wangi untuk menghangatkan tubuh yang menggigil kedinginan.
1. Menikmati Nasi Megono Khas Wonosobo
Salah satu makanan yang aku pesan yaitu Nasi Megono. Kebetulan pertama kalinya aku mencoba makanan khas daerah Jawa Tengah ini.
Namanya sudah tidak asing, tetapi baru kesampaian mencicipi saat kunjungan ke Dieng kali ini. Ternyata pilihan tepat, karena porsinya tergolong pas. Tidak terlalu banyak dan tidak sedikit.
Rasanya cocok di lidahku dan menjadi pilihan menu dinner yang sesuai untuk mengumpulkan energi sebelum mendaki esok harinya. Aku juga memesan gorengan yang isinya itu campur, ada mendoan, bakwan, dan tahu. Kalau ada kesempatan ke Dieng lagi, pengen coba cari mendoan, sih.

1. Mencicipi Mie Ongklok
Menu berikutnya adalah mie khas Wonosobo yaitu Mie Ongklok. Kalau ke Dieng memang wajib mencoba mie satu ini.
Mie yang memiliki ciri khas rasa gurih dan manis dengan kuah kental. Lalu, ditambah topping sate ayam / sapi. Bisa pilih sesuai selera.
Tadinya bahkan temanku mau pesan satu ayam terpisah, tetapi karena di Mie Ongklok sudah include dengan sate jadi untuk apa pesan terpisah bukan? Ya! Apalagi porsi ini lebih dari cukup, karena sebelumnya sudah makan Nasi Megono.
Walau weekdays ternyata Dieng tetap ramai wisatawan. Untuk pesan Mie Ongklok saja harus mengantri, yang mana pesanan kami saja harus menunggu 40 menit.
Beruntungnya Nasi Megono datang duluan, sehingga ada jeda untuk menghabiskan semua makanan. Selain itu, menurutku pesan Mie Ongklok saja memang bakalan tidak akan cukup kalau perut lagi kelaparan.
3. Menghangatkan Tubuh dengan Wedang Alang-Alang Akar Wangi
Selain makanan berat, kami juga memesan Wedang Alang-Alang Akar Wangi. Wedang ini cocok dipesan saat makan malam di Dieng yang cuacanya super dingin.
Dari jam 5 sore saja sudah terasa suhu dingin menyelimuti tubuh. Itulah mengapa, minum yang hangat-hangat sangat membantu menghalau dingin.
Berapa Budget Makan di Dieng?

Hal menarik yang sebetulnya bikin aku cukup kaget di Dieng yaitu budget untuk kulineran. Harga makanan di Dieng ternyata murah, yang mana harga makanan berat mulai dari Rp. 25.000, tergantung jenis makanan.
Wajar saja aku merasa takjub, karena biasanya di tempat wisata harga makanan pasti mahal. Sedangkan liburan ke Dieng malah bisa mode hemat.
Pokoknya, Sahabat Senja wajib banget ke Dieng. Lalu, cobain makanan khas disana sepuasnya karena tidak bikin kantong boncos.
Lokasi Dieng Food Court
Alamat lengkap Dieng Food Court Pelataran Kali Tulis yaitu Dieng Kulon, RT.001, Karangsari, RW001, Kec. Batur, Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah 53456.
Lokasinya tepat dekat tulisan Dieng Titik Nol. Biasanya menjadi spot foto wisatawan.
Penutup
Setelah memesan beberapa menu sekaligus, malam itu terasa seperti kesempatan untuk menikmati kuliner lokal sebelum kembali ke basecamp. Memang tidak lama, karena harus kembali ke basecamp untuk persiapan summit Gunung Prau.
Walau begitu, pengalaman makan malam di Dieng Food Court Titik Nol menjadi pelengkap perjalanan menuju Gunung Prau. Dari yang awalnya sempat kebingungan karena warung di sekitar basecamp sudah tutup. Akhirnya bisa menemukan tempat untuk mengisi perut yang sudah keroncongan.
Jadi, buat Sahabat Senja yang ada rencana liburan ke Dieng, cobain juga Dinner di Food Court Titik Nol. Lokasinya tepat di jalan utama, sehingga mudah ditemukan.