Mengajak Si Kecil Wisata Alam ke Curug Manteung 

Saat weekend di kampung, biasanya si kecil diajak ke sawah, tetapi kali ini aku mengajak wisata alam untuk main ke Curug Manteung. Lokasi dan jalurnya juga cukup aman untuk anak-anak. 

Pikirku begitu, tetapi ternyata saat tiba di bendungan (sebutan untuk irigasi air) jalur malah lebih ekstrim. Begitu juga, jalur yang arah ke curug sudah seperti masuk hutan belantara. 

Curug Manteung, Wisata Alam Air Terjun di Kuningan Timur 

wisata alam air terjun di Kuningan Jawa barat

Salah satu keuntungan lahir di pegunungan adala ada banyak wisata alam, seperti air terjun. Di kampungku ada dua air terjun yang sering dikunjungi, yaitu curug sawer dan curug manteng. 

Curug sawer lokasi cukup jauh dari perkampungan, karena membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam untuk sampai curug. Sedangkan ke Curug Manteung, 30 menit lebih dari cukup. 

Akses kedua curug tersebut hanya bisa jalan, kaki. Jadi, mau wisata alam di kampung halamanku benar-benar hiking, persis lagunya ninja hatori. 

Mendaki Gunung, Lewati Lembah. 

Sungai mengalir indah ke Samudera. 

Btw, Curug Manteung sedikit aku singgung di postingan Petualang Konservasi Pohon Langka Gunung Tilu. Air terjun ini memang tidak begitu tinggi, tetapi di atasnya ada air terjun lagi hingga 7. 

Air Terjun Tempat Mainnya Akamsi

main air di curug manteung

Lokasi air terjun yang tidak jauh dari kampung, menjadikan curug manteung sering menjadi tempat bermain anak-anak yang tinggal di kampung sana dan desa-desa sekitarnya. 

Hanya saja memang sejak kejadian banjir bandang tahun 2020 lalu, sudah jarang yang main ke sini. Tidak heran jika jalurnya seperti masuk hutan belantara. 

Yang bikin repot karena ajak si bungsu yang usianya masih 2 tahun. Anaknya pengin jalan, tetapi karena harus melewati jalur bebatuan yang licin mau tidak mau aku gendong. 

Walau begitu, seru juga mengajak anak wisata di alam untuk mereka belajar banyak hal. Tentang rasa takut, kebenaran, tolong menolong, dan bagaimana anak-anak bisa memecahkan masalah sendiri. 

Kebetulan waktu itu, aku mengajak si sulung dan bungsu, keponakan usia 5 tahun, keponakan usia 12 tahun dan temannya yang juga usianya 12 tahun. Anak-anak tidak mengeluh dengan jalur yang cukup menantang. Sebaliknya, mereka sangat antusias untuk segera sampai curug.  

Jagung Bakar dan Udang Sungai 

Bertahun-tahun tidak ke curug manteung, ternyata jauh berbeda dengan yang 11 tahun yang lalu. Tingginya masih sama, tetapi akar-akar pohon yang di samping curug sudah tidak. 

Dahulu bisa naik ke atas curug melewati akar pohon yang menjuntai puluhan meter. Sekarang cukup main air saja di bawah curug. 

Tidak lama dari aku tiba, ada akamsi yang ternyata mereka mau menangkap udang air tawar. Di curug manteung memang hidup udang air tawar, kecil-kecil dan bentuk tubuhnya hampir menyerupai warna air. 

Kalau tidak jeli, aku tidak sadar bahwa ada udang dibalik batu-batunya. Masalahnya yang menggoda itu, anak-anak kampung bawa jagung dan bakar di tempat. 

Saat itu memang tengah musim jagung manis. Aku malah tidak kepikiran bakar-bakar jagung di curug. 

Tanaman Porang yang Cantik 

tanaman porang tumbuh di tebing

Saat menemani si kecil main air, keponakan yang besar bilang ‘’Teh, itu tanaman apa?’’ sambil menunjuk ke arah tebing yang tidak jauh dari tempatku duduk. 

Aku langsung ambil handphone, video dan foto tanaman berwarna merah muda tersebut. Sambil berpikir jenis tanaman apa yang berdiri kokoh sendirian di tebing. 

Membuatku teringat akan motivasi kehidupan bahwa ‘’Bunga yang tumbuh di lereng tebing tetap bisa berdiri kuat tanpa mengurangi keindahannya”. 

Begitu juga dalam menjalani kehiduoan, kita bisa melewatinya dengan penuh kekuatan, ketabahan, meski jalan hidup terkadang terlalu jauj dan melenvenh dari apa yang diharapkan. Walau begitu, tetaplah berdiri kokoh dan menunjukan bahwa semuanya bisa dilewati. 

Ada yang mau nambahin motivasi kehidupan lagi dari tanaman porang di atas? 

Ya! Itu adalah tanaman porang. Jangan tanya kenapa bisa nyempil tumbuj sendirian di sana, karena banyak faktornya. Seperti bijinya terbawa angin atau dibawa burung, serangga dan lainnya. 

Biaya Masuk ke Curug? 

Setiap pengunjung bebas dstang ke sini, Gratis. Wisata alam di kampungku tidak dikelola oleh pemerintah, atau karangtaruna setempat. 

Semuanya alami, siapa saja bisa datang dengan catatan tetap jaga tata-krama. Air terjun bukan tempat untuk berbuay kejahayan dan asusila. Melainkan tempat wisata alam untuk menikmati ciptaan Tuhan. 

Lokasi

Curug Manteng adalah wisata alam di Kuningan Timur tepatnya di kaki Gunung Tilu  Dusun Purwasari-Desa Cimara, Kec. Cibeureum, Kab. Kuningan Jawa Barat. 

Untuk bisa ke curug manteung harus berjalan kaki melewati sawah-sawah milik penduduk. Dari kampung membutuhkan waktu sekitar 30 menit. 

Penutup

Mengajak si kecil wisata alam  bukan sekedar mengisi waktu luang di hari libur atau untuk bermain air belaka. Lebih dari itu, si kecil dapat belajar banyak hal tentang tumbuhan, hewan-hewan kecil, hingga flora yang ditemui sepanjang jalan. 

Selain itu, wisata alam juga membantu dalam menstimulasi perkembangan kognitif. Tujuanku juga mengajak anak bermain di alam untuk lebih peduli dengan lingkungan. 

3 pemikiran pada “Mengajak Si Kecil Wisata Alam ke Curug Manteung ”

  1. Berarti peribahasa itu fakta ya, udang sembunyi di balik batu..
    Kebayang enaknya bakar jagung dan udang segar langsung di tempatnya
    Enaknya hanya butuh 30 menit saja sudah sampai di Curug Manteung bareng bocil yang nampak happy…rutenya termasuk kids friendly ini berarti

    Balas
  2. Aku dulunya suka banget kak wisata ke hutan, air terjun, camping, dll. Tapi semenjak punya anak simpan saja smapai anaknya mandiri. Hahaha, takut boyokan kalo harus gendong,
    Enak ya kak, kalo ke kampung selalu bisa main air.

    Balas
  3. Menarik sekali tempatnya. Justru wisata alam yang masih alami seperti ini terasa lebih menyenangkan karena belum terlalu ramai dan tetap asri. Setuju sekali, mengajak anak ke alam bukan hanya untuk bermain, tapi juga belajar mengenal lingkungan, tumbuhan, dan kehidupan di sekitarnya. Semoga Curug Manteng tetap terjaga keindahannya dan para pengunjung juga selalu menjaga tata krama saat berkunjung. 🌿

    Balas

Tinggalkan komentar