Pernah membayangkan sekali seumur hidup bisa membuat gelas sendiri dari tanah liat? Aktivitas yang terlihat mudah, tetapi percaya deh proses membuat pottery itu seru, walau tidak semudah yang dibayangkan, lho.
Tidak cukup membentuk tanah liat dna membuat lubang di bagian tengah, lalu merapikan sisi-sisinya. Pengalaman aku setelah mencoba membuat pottery di Lost in Clay Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM) ternyata menjadi experience baru yang menyenangkan sekaligus menantang.
Penasaran, kan?
Awal Mula Tertarik Membuat Pottery

Aku mau sedikit cerita dulu, nih. Sebetulnya, sudah lama tertarik dengan aktivitas membuat pottery atau kerajinan dari tanah liat. Ini dilatar belakangi karena, saudaraku yang tinggal di daerah Malahayu, Jawa Tengah, memiliki usaha pembuatan guci dari tanah liat.
Melihat usaha tersebut membuatku penasaran dengan proses pembuatannya. Bagaimana tanah liat yang awalnya hanya berupa gumpalan bisa berubah menjadi guci dengan bentuk yang indah dan aneka motif?
Sayangnya, saat itu belum memiliki kesempatan untuk belajar membuatnya secara langsung. Hingga akhirnya, kesempatan itu datang dengan sendirinya saat aku mendapatkan informasi bahwa ada tempat untuk mencoba pottery di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Tentu, dong! Tanpa pikir panjang datang ke Lost in Clay Jakarta di TIM. Ini tuh, sebuah studio pottery yang menyediakan pengalaman membuat kerajinan dari tanah liat.
Merasakan langsung proses belajar membuat produk yang tidak sekadar mengasah kreativitas. Proses ini juga dapat melatih kesabaran.
Itulah mengapa, bagi Sahabat Senja yang sedang mencari aktivitas seru di Jakarta, terutama untuk menghabiskan waktu bersama teman, pottery bisa menjadi pilihan menarik. Apalagi, hasil akhirnya nanti merupakan karya yang dibuat dengan tangan sendiri.
Keseruan Membuat Gelas dari Tanah Liat

Sahabat Senja, kalau penasaran buat pottery di Lost in Clay Jakarta, bisa datang langsung tanpa reservasi. Bahkan, walau sedang ramai tetap bisa melakukan experience dengan nyaman.
Nantinya akan ada yang pandu, karena dalam membentuk tanah liat menjadi pottery membutuhkan teknik tersendiri. Kelihatannya sederhana, namun perlu menjaga bentuk tanah liat agar tetap seimbang.
Dalam proses tersebut juga harus memastikan tanah liat berada di posisi yang tepat, kemudian membentuk bagian tengahnya secara perlahan. Di sini, tekanan tangan juga perlu diperhatikan agar bentuknya sesuai keinginan.
Walaupun begitu, bukan berarti kita harus berhenti ketika hasil tidak sesuai ekspektasi. Justru, disitulah seninya, hasil seadanya dari percobaan pertama pottery.
Pottery di Lost in Clay, Aktivitas Seru Bareng Bestie
Kalau biasanya menghabiskan waktu bersama teman hanya dengan nongkrong di kafe, atau tracking ke alam kali ini aku mengajak aktivitas lain. Experience baru yang tidak kalah serunya.
Menurutku, aktivitas seperti ini cocok untuk mengisi akhir pekan atau menjadi ide quality time bersama teman. Kita tidak hanya menghabiskan waktu untuk bersenang-senang, tetapi juga mendapatkan pengalaman baru dan mencoba keterampilan yang belum pernah dipelajari sebelumnya.
Bahkan, membuat pottery juga bisa menjadi ide kencan yang unik. Daripada hanya duduk berhadapan sambil makan, kamu dan pasangan bisa melakukan sesuatu bersama dan membawa pulang kenangan dari proses kreatif tersebut.
Btw, hasil akhir keramik membutuhkan proses lanjutan, seperti pengeringan, pembakaran, atau pelapisan glasir. Untuk pembakaran sendiri membutuhkan waktu sekitar 2 minggu.
Bisa juga tidak dibakar, tetapi hasil yang dibawa pulang sampai proses pengeringan saja. Karya bisa dijadikan sebagai pajangan.
Untuk itu, punyaku sendiri hasil akhir belum ada. Nanti aku update hasil akhirnya jika sudah selesai proses pembakaran.
Lokasi Lost in Clay Jakarta
Buat kamu yang tertarik mencoba pengalaman membuat pottery di Jakarta, Lost in Clay berada di Gedung Trisno Sumardjo, lantai 5, Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini Raya No. 8, Jakarta Pusat.
Penutup
Pengalaman membuat pottery di Lost in Clay Jakarta menjadi salah satu aktivitas yang sangat menyenangkan. Memang tidak mudah, tetapi kita bisa belajar experience baru dan bukan alasan untuk berhenti mencoba.
Oleh karena itu, bagi Sahabat Senja yang ingin mencari pengalaman baru di Jakarta, terutama aktivitas kreatif bersama bestie atau pasangan, membuat pottery di Taman Ismail Marzuki bisa masuk dalam daftar kegiatan akhir pekan yang menyenangkan.
Weekdays juga bisa, lho. Lost in Clay Jakarta buka setiap hari.