Lagi dan lagi kasus isi galon palsu kembali menyita perhatian berbagai kalangan. Seperti cuitan Devina Hermawan di akun twitternya yang mengajak penghuni twitter untuk memberikan pendapat mengenai agar galon lebih dan tidak mudah dipalsukan.

Kasus ini bermula atas laporan distributor yang penjualannya menurun. Biasanya terjual 1000 galon malah menyusut dan stok pun tidak kunjung habis. Lalu, beberapa oknum yang memalsukan isi galon kemasan di Pandeglang, Banten pun terciduk polisi.

Kasus pemalsuan galon bukanlah hal baru karena sering terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Untuk di Pandeglang sendiri tutup galon menggunakan brand asli, hanya saja isinya oplosan.

Padahal bahaya isi galon palsu akan merugikan kesehatan konsumen karena bisa jadi tidak higienis. Itulah mengapa ibu rumah tangga harus waspada terhadap pemalsuan air mineral dalam kemasan

Daftar isi

Bahaya Isi Galon Palsu untuk Kesehatan

dampak buruk isi galon palsu untuk kesehatan

Penggunaan galon sudah menjadi kebutuhan primer yang tidak bisa dipisahkan. Selain untuk air minum, banyak yang menggunakan air galon untuk memasak dan lain-lain.

Terlebih air galon terbilang praktis dengan harga yang cukup terjangkau. Itulah mengapa air galon selalu ada di rumah-rumah.

Akan tetapi jika isi galon mudah dipalsukan akan banyak yang takut konsumsi air galon. Karena, tidak jelas asal usul airnya.

Adapun bahaya isi galon palsu, yaitu:

1. Berbahaya untuk Kesehatan

Isi galon palsu sudah pasti kualitas air tidak terjamin keamanannya. Yang mana tidak dapat memastikan kualitas air apakah higienis atau tidak.

Jika konsumsi air galon yang dipalsukan sudah pasti kesehatan juga akan terancam. Bisa saja air galon mengandung bakteri berbahaya yang bisa menyebabkan sakit perut dan permasalahan kesehatan lainnya.

2. Bahaya Bagi Anak-Anak

Daya tahan tubuh anak kecil masih terbilang rentan terhadap bakteri dan virus. Untuk itu akan sangat bahaya jika konsumsi air galon palsu. Karena, saat anak atau keluarga sakit maka kondisi finansial keluarga pun terganggu.

Tentunya untuk perawatan dan pengobatan memerlukan biaya yang tidak sedikit. Apalagi sampai membuat sakit parah.

3. Dapat Mengancam Keselamatan Jiwa

Maraknya tutup dan galon asli tapi galon bisa dipalsukan tidak bisa diabaikan begitu saja. Nyawa bisa menjadi taruhannya karena higienitas air tidak terjamin. Untuk itu, ibu di rumah harus selalu waspada saat membeli air mineral dalam kemasan.

Antisipasi Isi Galon Palsu

Permasalahan isi galon mudah dipalsukan ini cukup kompleks. Karena melibatkan berbagai pihak untuk memberantas aksi pengoplosan air mineral dalam kemasan. Jangan sampai ada korban karena kualitas air yang tidak jelas.

Sedangkan di Indonesia sendiri ada undang-undang yang mengatur khusus tentang hak yang harus diperoleh konsumen. Tepatnya pada UU Perlindungan Konsumen ayat 4 (c) yang berisi mengenai hak konsumen untuk mendapatkan informasi yang benar, jelas, jujur, tentang jaminan suatu barang atau jasa.

Pemalsuan air galon yang begitu meresahkan ini harus diantisipasi dengan tepat. Tentunya dengan melibatkan semua pihak yaitu Pemerintah, produsen dan konsumen.

Peran Pemerintah

Pemerintah harus mengeluarkan peraturan yang lebih ketat lagi perihal tutup dan galon asli tapi galon bisa dipalsukan yang sudah sering kali terjadi hampir setiap tahunnya. Misalnya tentang perlindungan mutu higienitas air galon.

Seperti yang disampaikan oleh Rizal Halim dari Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) yang menyatakan bahwa pemerintah harus mengawasi mengenai higienitas galon isi ulang. Yang mana pengawasan meliputi sumber air, logistik air, distribusi air, dan kontaminasi terhadap bahan berbahaya.

Termasuk BPKN akan mendukung kebijakan Badan Pengawasan Obat dan Minuman (BPOM) terkait labelisasi pada air mineral dalam kemasan dalam melindungi mutu kesehatan dan pangan. Akan lebih baik lagi jika polisi terus mengusut tuntas kasus tutup galon mudah dipalsukan.

Karena, ada kasus dimana tutup galon memiliki nomor seri yang sama dengan galonnya, akan tetapi isinya palsu. Bisa saja ada oknum atau pihak dalam dari produsen yang ikut andil dalam pemalsuan galon.

Langkah Produsen

Selama ini produsen hanya memberikan saran agar konsumen lebih hati-hati. Akan tetapi, peran konsumen saja tidak cukup jika tidak ada langkah tepat yang dilakukan oleh produsen.

Itulah mengapa dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tubagus Haryo menyatakan agar produsen melakukan modifikasi terhadap tutup, segel, dan galon secara berkala atau dalam kurun waktu tertentu. Bahkan perlu juga edukasi terhadap distributor atau agen, karena menurut survey selama ini tidak ada edukasi langsung mengenai air mineral dalam kemasan asli dan palsu.

Akan lebih baik juga jika produsen mampu melakukan regulasi baru mengenai tutup galon mudah dipalsukan dan segelnya. Dengan begitu pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab pun tidak akan mudah melakukan aksinya untuk memalsukan isi galon.

Edukasi Terhadap Konsumen

Edukasi terhadap air galon palsu harus berjalan secara masif agar masyarakat selaku konsumen bisa membedakan dan teliti saat membeli air galon. Karena, galon yang digunakan adalah galon merk terkenal yang sudah ada lama di Indonesia, ketelitian konsumen harus lebih ditingkatkan lagi.

Misalnya dengan selalu double cek nomor seri di tutup dan badan galon, memastikan seluruh bagian tutup galon terkunci rapat dan rapi, serta ada lambang brand pada tutup galon.

Walau begitu, apakah dengan cek nomor seri pada tutup botol dan badan galon saja cukup atau sebetulnya ada langkah lain yang bisa kita lakukan?

Seperti masalah segel tutup botol. Karena, secara kasat mata sulit untuk membedakan antara yang asli dengan palsu. Yang mana sering juga ada temuan galon asli tapi tidak bersegel. Pun, dengan nomor seri yang tercetak samar.

Oleh sebab itu, agar terhindar dari bahaya isi galon palsu, hak konsumen harus benar-benar terlindungi dengan langkah tepat dari pemerintah dan produsen. Dengan begitu konsumen menjadi lebih waspada dan hati-hati terhadap pemalsuan isi galon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *