Apa yang kalian pikirkan tentang siapa Masyarakat Adat? Pertanyaan itu membuatku kembali menyelami arti dan makna yang terkandung didalamnya.

Dalam webinar “Peran Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal dalam Menjaga Bumi” Eco Blogger Squad, teman-teman EBS banyak yang menjawab bahwa Masyarakat Adat berkaitan dengan pedalaman, tradisi, penjaga hutan, pelindung, dan sebagainya. Itu semua memang benar, termasuk peran pentingnya dalam menjaga bumi.

Daftar isi

Mengenal Masyarakat Adat Nusantara

Masyarakat Adat adalah sekelompok manusia atau komunitas hukum adat dalam satu wilayah yang memiliki ikatan kuat dan budaya sama. Sedangkan dalam webinar #EcoBloggerScuad yang mendatangkan narasumber dari komunitas AMAN yaitu Rukka Sombolinggi menjelaskan lebih detail mengenai siapa itu Masyarakat Adat?

pengertian masyarakat adat adalah

Jika berbicara mengenai pendiri Indonesia berkaitan dengan para pahlawan di masa penjajahan, tetapi Masyarakat Adat sudah ada sejak awal sebagai pendiri bangsa Indonesia. Leluhur yang memiliki kekuatan sebagai penjaga dan pelindung bumi.

Melindungi wilayahnya agar tetap lestari dan melindungi dari kepentingan-kepentingan yang akhirnya menggerus keberadaan tempat tinggal mereka. Misalnya perluasan lahan hingga membabat hutan untuk kepentingan industri.

Padahal hutan memiliki fungsi yang besar dalam ekosistem kehidupan seluruh makhluk di muka bumi. Inilah mengapa bahwa peran dari Masyarakat Adat sangat besar, khususnya dalam menjaga lingkungan.

Peran Masyarakat Adat dalam Menjaga Bumi

Peran aktif Masyarakat Adat tidak hanya untuk menjaga adat dan budaya yang menjadi warisan secara turun-temurun. Melainkan, memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian alam. Hal ini karena menjaga bumi mencakup semua hal dari manusia itu sendiri hingga lingkungan sebagai tempat tinggal semua makhluk.

1. Menjaga Alam Tetap Lestari

Tidak hanya di Indonesia, di seluruh dunia pun keberadaan Masyarakat Adat terbukti memiliki peran aktif dalam melindungi hutan dari deforestasi. Seperti keberadaan Indigenous Peoples di wilayah Amerika Selatan yang menjaga lingkungannya, sehingga tingkat deforestasi jauh lebih rendah 50% dari wilayah lain.

2. Menjaga Keberlangsungan Hidup Flora dan Fauna

Saat ini keanekaragaman hayati yang masih tersisa sebanyak 80% berada di wilayah Indigenous People. Dengan peran merekalah keberlangsungan hidup satwa liar dan flora masih terjaga dengan baik.

Jika flora dan fauna masih terjaga dengan baik, maka lingkungan pun akan terawat. Hal ini karena baik manusia, hewan dan tumbuhan merupakan bagian dari ekosistem yang saling terhubung.

3. Melindungi Hutan

Jutaan hektar hutan dibabat dan beralih fungsi menjadi perumahan, perkebunan, dan industri lainnya. Dengan adanya pemanfaatan sumber daya alam yang eksploitatif menjadikan permasalahan lingkungan semakin besar.

Kebakaran hutan, musim kemarau panjang, banjir, dan terjadinya perubahan iklim. Tetapi, dengan peran aktif Masyarakat Adat jutaan hektar hutan dapat terselamatkan dengan kearifan lokal yang mereka pegang dalam menjaga hutan.

Perjalanan Panjang Gerakan Masyarakat Adat Nusantara

gerakan masyarakat adat nusantara

Perjuangan Masyarakat Adat Nusantara ternyata sudah dimulai sejak dahulu. Dari masa sebelum penjajahan hingga saat ini.

Gerakan Sebelum Masa Kolonial

Pada masa ini ditandai dengan adanya agama baru yang bermunculan, masuknya konsep Kerajaan atau Kesultanan, hingga eksploitasi oleh pengusaha elit yang mendapat dukungan dari pedagang asing.

Gerakan Masa Kolonial

Pada masa kolonial terjadi tumpang tindih antara kepentingan kolonial Belanda dengan kerajaan hingga terjadinya eksploitasi Sumber Daya Alam. Sehingga, perlawanan oleh Masyarakat Adat pun semakin gencar.

Salah satu perjuangan pada masa kolonial yaitu Perang dalam mempertahankan keaslian adat Batak di Tanah Batak yang dipimpin oleh Sisingamangaraja XII. Perang ini bertujuan agar pengaruh agama baru oleh misionaris tidak mengubah adat Batak.

Masa Rezim Orde Lama

Ketika Rezim Orde Lama, Indonesia yang beragam dari budaya, adat, dan bahasa sehingga muncullah Bhineka Tunggal Ika. Namun, dalam prakteknya kala itu tidak sungguh-sungguh menjadi strategi untuk menyatukan seluruh rakyat Indonesia.

Masa Rezim Orde Baru

Pada masa ini permasalahan semakin kompleks yang harus Masyarakat Adat hadapi. Salah satunya mengenai Tanah dan Sumber Daya Alam (SDA) yang kembali menggunakan UU Agraria 1870.

Isi UU tersebut memperkuat hak negara atas tanah. Tanah ini akhirnya pemerintah berikan izinnya kepada pengusaha-pengusaha kroni penguasa. Selain itu, perdagangan hasil bumi dan kredit dikendalikan oleh pemerintah melalui KUD.

Hukum adat pun tidak berdaya karena hukum dan peradilan diintegrasikan dalam hukum nasional.

Gerakan Masyarakat Adat Bersama AMAN

AMAN merupakan singkatan dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, sebuah organisasi kemasyarakatan independen. Hadirnya AMAN untuk mewujudkan kehidupan yang adil bagi seluruh Masyarakat Adat.

Dengan adanya AMAN hak Masyarakat Adat Nusantara terus diperjuangkan. Seperti gerakan Sekolah Adat Dayak, donasi, menolak penggusuran kampung, perluasan lahan hutan, perjuangan agar RUU Masyarakat Adat disahkan, dan masih banyak lagi.

Mengenai Donasi, AMAN sebagai perwakilan Masyarakat Adat bersama komunitas lokal WALHI dan KPA menggelar donasi Dana Nusantara. Dana ini untuk pengurangan emisi dalam menjaga lingkungan dari perubahan iklim.

Penutup

Setiap gerakan Masyarakat Adat Nusantara berpengaruh besar dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Tanpa mereka kita tidak bisa konsumsi air mineral yang masih segar dan dapat menghirup oksigen secara gratis. Tidak terbayangkan bukan jika oksigen tidak gratis lagi?

Oleh sebab itu, apa pun bentuk dukungan kita dapat membantu peran Masyarakat Adat di seluruh Indonesia dalam menjaga bumi.

15 Replies to “Menyelami Makna dan Peran Masyarakat Adat Nusantara dalam Menjaga Bumi”

  1. Di tempat saya Cilacap ada masyarakat adat juga kak, anak turun Bonokeling. Yang kulihat siy mereka memang beneran masih pegang adat dan menjaga bumi tetap lestari

  2. Mereka justu malah yg apik ya menjaga kelestarian alam. SDA ketika mau dimanfaatkan pasti penuh tata cara mereka, nggak tamak gitu. Dan aku baru tau ada dana untuk itu, duh ke mana ajaa daku inii. Mau coba cek2 infonya

  3. Masyarakat adat, terutama yang masih tinggal di kawasan hutan seringkali dianggap masyarakat terbelakang. Di satu sisi, akses masyarakat adat (di pedalaman) pada pendidikan formal memang tak selancar masyarakat non-adat. Tetapi, masyarakat adat punya kepandaian dan kearifan lokal tersendiri.

    Iya sih, jika hutan adalah paru2 dunia, maka segenap masyarakat berutang pada mereka. Sebab, keseharian mereka adalah menjaga paru2 itu agar tetap berfungsi dengan baik.

  4. Jaman masih suka dinas dulu, aku pernah ketemu ini sama suku adat Dayak. Suku adat yang lumayan ditakuti ya, belajar dan mengenal budaya dari sisi mereka. Dari mereka ini kita jadi banyak belajar ya mak.

  5. Nah ini, catetan banget dan PR kita bersama untuk membantu masyarakat adat dengan segala usahanya. Jangan sampai kita semena-mena dengan aktfitas dan lifestyle yang justru bikin bumi rusak. Catatan banget, buat diri sendiri hehe..

  6. kearifan budaya adat nusantara memang tiada duanya, aku pernah ke suku baduy di banten, mereka benar benar ketat menjaga budaya mereka terutama suku baduy dalam.

  7. Di Cianjur selatan sini ad ajuga masyarakat adatnya. Malah beberapa waktu terakhir jadi viral karena ternyata perempuan di sana rata rata berumur panjang. Mereka masyarakat adat kampung miduana terkenal dengan kearifan lokal menjaga pola makan dan gaya hidupnya yg serba alami

  8. Masyarakat adat memiliki kearifan lokal yang membantu menjaga bumi dari perubahan iklim ya mbak
    Kita patut mendukung eksistensi masyarakat adat ini

  9. Masyarakat Adat terbukti memiliki peran aktif dalam melindungi hutan dari deforestas bener banget ya tanpa mereka kita gk bisa menikmati hutan, air dan segalam macam yg masih alami

  10. Semoga hak-hak masyarakat adat tidak kian tergerus dengan atas bama pembangunan.

    Mereka memiliki hak atas wilayahnya untuk tinggal dan menjaga alam agar tidak terjadinya perunahan iklim secara drastis.

  11. Bersama masyarakat adat, sebenarnya hukum Indonesia mengenai kelestarian alam ini bisa seiring sejalan ya.. Semoga ada kebaikan yang bisa bersinergi antara pemerintah dan masyarakat adat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *