Salah satu dampak perubahan iklim yang paling aku rasakan yaitu meningkatnya suhu bumi. Sahabat Senja, apakah merasakan hal yang sama?

Terutama di siang bolong, terik mentari membuat keringat langsung bercucuran. Jauh berbeda dengan kondisi 6 tahun lalu saat pertama kali pindah ke Kota Industri.

Dimana udara tidak begitu panas, sedangkan sekarang saat suhu udara sedang panas-panasnya, di ruangan ber-AC pun tetap terasa panas. Ditambah semakin banyaknya lahan yang dijadikan sebagai kawasan industri.

Dulu Cikarang yang masih ditumbuhi banyak pohon, kini digantikan dengan pabrik-pabrik. Seperti lokasi pada foto di bawah ini. Kebun Ilalang tersebut sudah beralih menjadi bangunan pabrik.

pohon menghilang karena perluasan lahan

Tetapi, Perubahan Iklim tidak hanya terjadi karena berkurangnya pohon-pohon yang berperan dalam menyerap karbondioksida untuk mencegah efek rumah kaca, lho. Ada faktor lain yang memperparah terjadinya krisis iklim saat ini.

Daftar isi

Dampak dan Faktor Penyebab Perubahan Iklim

Sejak dahulu Bumi memang mengalami perubahan secara alami dan kembali pulih dengan sendirinya. Akan tetapi perubahan iklim yang sedang terjadi saat ini akibat ulah manusia. Sehingga terjadilah peningkatan suhu bumi yang berdampak terhadap banyak hal.

dampak perubahan iklim untuk bumi

Seperti terjadi cuaca ekstrim yang menyebabkan kekeringan, banjir, kebakaran hutan, hingga es di kutub mencair yang membuat hewan di sana kehilangan tempat tinggal. Bagaimana jika itu terjadi kepada kita?

Ya, memang sedang menuju ke arah sana jika masalah climate change ini tidak segera ditangani dengan tepat. Masa depan kita sedang terancam karena krisis iklim yang tidak kunjung usai.

Oleh sebab itu, mari kita garis bawahi bersama-sama penyebab terjadinya perubahan iklim di bawah ini, agar paham langkah apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah dan mengatasinya.

Luas Hutan yang Sudah Berkurang

Seperti yang sudah aku singgung di atas bahwa pohon memiliki fungsi untuk menyerap karbondioksida untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Namun, yang terjadi saat ini adalah luas hutan yang terus menyusut membuat jumlah pohon terus berurang setiap tahunnya.

Hutan dibabat untuk dibangun pemukiman, lahan perkebunan dan pertanian. Dimana semakin berkurangnya jumlah pohon, maka karbondiosida yang beredar di atmosfer bumi terus meningkat.

Itulah mengapa terjadi kenaikan suhu di bumi. Contohnya Jakarta yang mengalami kenaikan suhu 1 derajat. Dimana kenaikan suhu ini harusnya terjadi di 2030. Itu artinya mengalami kenaikan 10 tahun lebih cepat.

Timbunan Sampah

Jangan salah nih, Sahabat Senja, bahwa tidak hanya sampah plastik yang merusak lingkungan, timbunan sampah domestik dapat memperparah kenaikan suhu, lho. Tidak tanggung-tanggung sampah domestik menghasilkan CO2 sebanyak 1.6 miliar ton.

Selain itu, menghasilkan gas metana CH4 dari sampah organik yang memperparah kenaikan suhu bumi. Informasi lengkap mengenai sampah domestik ini bisa baca di artikel sebelumnya tentang Penerapan Ekonomi Sirkular dengan Daur Ulang Sampah Organik.

Industri Peternakan

Tahu tidak kalau sapi yang bersendawa mengeluarkan gas metana (CH4)? Ya, gas CH4 mengakibatkan terjadinya pemanasan global walau komposisinya lebih rendah dari CO2. Tapi perlu dicatat juga nih, koefisien gas metana lebih tinggi yaitu 25 kali karbondioksida.

Jadi, gas metana ini berdampak buruk terhadap lingkungan. Belum perluasan lahan untuk peternakan itu sendiri, pada akhirnya semakin krisis deh kondisi bumi kita.

Untuk mengatasi perubahan iklim agar tidak semakin parah, maka ada banyak hal kecil namun berkelanjutan yang bisa dilakukan saat ini.

Kontribusi Kecil dalam Mengatasi Perubahan Iklim

kontribusi kecil untuk pulihkan bumi

Setuju dong, kalau dari hal kecil itu bisa menjadi besar. Pun dalam mengatasi krisis iklim saat ini. Perlu tindakan berkelanjutan agar bumi bisa pulih.

Kontribusi kecil yang mulai aku terapkan dan bisa dilakukan juga oleh Sahabat Senja di rumah, yaitu.

1. Less Waste

Apa pun jenis sampahnya memiliki dampak buruk terhadap lingkungan. Karenanya, untuk mengatasi krisis iklim ini dengan mengurangi sampah organik maupun anorganik. Dimana kita bisa daur ulang sampah organik menjadi kompos dan sampah anorganik menjadi barang yang memiliki nilai jual.

2. Kurangi Konsumsi Daging

Jujur nih, aku masih belum bisa menjadi vegetarian. Walau begitu, sudah lama mulai mengurangi konsumsi daging. Selain harga yang mahal, bosan juga tidak sih konsumsi daging tiap hari? Kalau aku si, yes.

3. Menanam Pohon atau Tanaman depan Rumah

Menanam pohon maupun berbagai jenis tanaman dan tumbuhan depan rumah tidak sekedar untuk mempercantik rumah, Sahabat Senja. Melainkan untuk menyerap CO2 yang bertebaran di atmosfer.

Karenanya, depan rumahku hijau dengan tanaman hias, obat-obatan, buah, dan lalapan. Sekedar info, pohon yang menjulang tinggi itu tidak dapat ditebang sembarangan karena harus bayar 2.5 juta rupiah.

hijaukan bumi atasi perubahan iklim

Jika setiap rumah diterapkan sistem yang sama, pasti bisa nih keluar dari krisis iklim. Sudah jarang sekali kan ada pohon di depan rumah?

4. Berdonasi

Salah satu cara untuk membantu dalam pemulihan bumi dengan melakukan donasi. Di luar sana banyak program-program untuk mengatasi krisis iklim, dan kita cukup berdonasi untuk mendukung kegiatan tersebut.

5. Kurangi Berkendara

Gas yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor penyebab terjadinya global warming. Oleh sebab itu, untuk mengurangi emisi gas kendaraan dengan bijak berkendara.

Misalnya saat membeli bakso di warung depan rumah yang jaraknya 500 meter, maka berjalan kaki adalah pilihan yang bijak. Terlebih berjalan kaki juga sehat untuk tubuh.

6. Hemat Energi

Salah satu penyumbang terjadinya global warming yaitu industri batu bara, minyak bumi, dan gas. Dimana salah satu yang dihasilkannya adalah listrik. Oleh sebab itu, kita harus lebih hemat dalam menggunakan energi di rumah.

Demikian hal sederhana yang aku lakukan saat ini dalam mengatasi perubahan iklim. Aku percaya bahwa tidak ada kata terlambat jika mau unjuk tangan melakukan perubahan dan perbaikan #UntukmuBumiku. Karena, kita tidak bisa berdiam diri menunggu orang lain yang bergerak.

Sahabat Senja, yuk gerak sama-sama menjadi bagian dari #TeamUpforImpact untuk menyelamatkan bumi dari ambang kehancuran. Jadikan masa depan kita tetap indah dengan menghirup udara yang segar.

Sumber:

Instagram @greenpeaceid

http://ditjenppi.menlhk.go.id/kcpi/index.php/info-iklim/dampak-fenomena-perubahan-iklim

https://nasional.tempo.co/read/724647/sapi-sumbang-pemanasan-global-berapa-banyak-angkanya

One Reply to “Cara Sederhana Mengatasi Perubahan Iklim dari Rumah”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *