Kawah Ijen adalah salah satu destinasi wisata yang berada di Kawasan Gunung Ijen Banyuwangi yang sudah lama ingin aku kunjungi. Akan tetapi, Pandemi Covid-19 yang tidak kunjung usai membuat keinginan mendaki Kawah Ijen harus aku relakan bertahan dalam wishlist wisata keliling Indonesia.

Berpergian ke seluruh daerah di Indonesia memang sudah lama menjadi mimpiku. Kelak aku ingin mewujudkan mimpi itu, salah satunya dengan mengunjungi Kawah Ijen di Banyuwangi. So, setelah Pandemi Covid-19 usai Banyuwangi akan menjadi daerah yang akan aku kunjungi dalam menyelesaikan misi keliling Indonesia.

Kenapa harus Wisata ke Kawah Ijen?

Jawabannya sudah pasti ya, Sahabat Senja, Kawah Ijen merupakan objek wisata dengan daya tarik yang sayang jika terlewatkan. Seperti, menyaksikan Blue Fire yang mempesona. Selain itu masih ada pemandangan eksotis lain yang akan menciptakan kenangan perjalanan menjadi snagat berharga dan tidak terlupakan.

Menikmati Wisata Kawah Ijen

Gunung Ijen tidak hanya terkenal dikalangan wisatawan domestik, turis luar negeri pun banyak yang mendatangi Indonesia untuk wisata ke Kawah Ijen ini. Siapa yang tidak tertarik, dengan segala pesona yang dimiliki. Tentunya tidak diragukan lagi jika salah satu destinasi wisata di Banyuwangi ini menarik minta banyak wisatawan.

Adapun yang dapat wisatawan nikmati saat melakukan wisata Kawah Ijen, yaitu:

wisata kawah ijen banyuwangi

1. Danau Kawah yang Berwarna Hijau Kebiruan

Kawah Ijen berada di puncak Gunung Ijen. Kawah ini membentuk sebuah danau hasil dari letusan gunung Ijen yang dipenuhi dengan air. Di mana air danau memiliki tingkat keasamaan paling besar di dunia.

Terlepas dari tingkat keasamaan, faktanya Danau Kawah Ijen memiliki pesona yang begitu menakjubkan dengan balutan warna hijau kebiruan.

Tidak kalah menariknya, Kawah Ijen berada di tengah kaldera dengan diameter 6 km yang merupakan kaldera terluas di Pulau jawa, lho. Sedangkan untuk ukuran danau yaitu 960 meter x 600 meter dan kedalaman 200 meter.

2. Blue Fire

Di dalam kawah Ijen terdapat fenomena eternal menarik yang hanya dapat wisatawan saksikan saat dini hari yaitu Blue Fire atau api biru abadi. Waktu yang tepat menyaksikan fenomena Blue Fire dengan mata telanjang sekitar pukul 02.00 hingga 04.00 dini hari. Konon Blue Fire alami ini hanya terdapat di dua tempat di dunia yaitu Ijen dan Gunung Dallol Etiopia.

3. Menikmati Pemandangan Gunung Lainnya

Setelah menyaksikan Blue Fire, saat matahari kembali muncul kepermukaan maka wisatawan dapat menyaksikan pemandangan gunung lain di sekitarnya. Gunung yang nampak terlihat dari kawasan Gunung Ijen yaitu Gunung Merapi, Gunung Raung, Gunung Suket dan Gunung Rante.

4. Penambang Belerang Tradisional

Di Kawasan Gunung Ijen masih terdapat penambang belerang tradisional yang dapat wisatawan temukan. Para penambang saat mengambil belerang dari dekat kawah dengan peralatan tradisional. Setelahnya, belerang ada yang dimanfaatkan sebagai bahan dasar membuat cendera mata untuk dijual kepada wisatawan.

5. Wisata Lain di Sekitar Gunung Ijen

Selain Blue Fire dan pemandangan gunung lainnya, Wisata Kawah Ijen memiliki daya tarik lain yang bisa wisatawan eksplor. Seperti mengunjungi Kawah Wurung yang lokasinya sekitar 4 km dari kawah Ijen, Air Terjun Blawan yang berada di pemandian air panas desa Kalianyar dan lainnya.

Tidak hanya menikmati keindahan danau yang berwarna hijau kebiruan, wisata alam Kawah Ijen memiliki banyak daya tarik yang menggoda. Setelah Pandemi Covid-19 dapat ditangani dengan baik dan kita bebas melancong seperti sedia kala, mengunjungi Gunung Ijen di Banyuwangi harus terlaksana.

Sekarang saja bikin mupeng dan tidak sabar segera berkunjung ke sana. Sambil berdoa agar Corona Virus segera enyah dari muka bumi, akan lebih baik kita persiapan untuk destinasi nantinya seperti tempat menginap.

Cek Tempat Menginap Saat Wisata Kawah Ijen di Reddorz

Melakukan perjalanan jauh ke luar kota, tentunya harus memperhitungkan penginapanan sedini mungkin. Hal ini untuk mengurangi resiko di hari kedatangan. Jangan sampai tiba di tempat wisata malah sibuk cari penginapan. Terlebih wisata ke Kawah Ijen, sebaiknya booking penginapan dari jauh hari.

Mengingat setiap harinya banyak sekali yang melakukan perjalanan ke Gunung Ijen. Apalagi di saat weekend dan hari libur, siap-siap saja tidak kebagian penginapan yang dekat dengan lokasi objek wisata.

Mencari tempat menginap biasanya aku cek terlebih dahulu di aplikasi Reddorz. Reddorz adalah salah satu layanan jaringan hotel di Asia Tenggara. Ya, tidak hanya Indonesia saja nih, kita bisa akses hotel-hotel se-Asia Tenggara. Dari harga yang murah hingga hotel bintang lima.

Dengan visi menyediakan penginapan yang terpercaya, terjangkau di berbagai kota maupun destinasi wisata membuatku tidak khawatir saat booking penginapan di Reddorz. Terlebih bisa manfaatkan promosi yang tengah berlangsung di aplikasi. So, bisa mengurangi budget perjalanan, kan. Atau dialihkan untuk budget lain seperti membeli oleh-oleh khastempat wisata.

Sahabat Senja, yuk persiapkan perjalanan dari sekarang. Agar saat pandemi usai nanti tinggal berangkat, deh.

Btw, ada yang tertarik juga wisata ke Kawah Ijen? Atau punya wishlist tersendiri? Share di kolom komentar, ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *